Equity World Futures Surabaya – Wall Street Melemah Setelah The Fed Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga LagiEquity World Futures Surabaya – Wall Street Melemah Setelah The Fed Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga Lagi
0 0
Read Time:2 Minute, 17 Second

Equity World Futures Surabaya – Wall Street ditutup melemah pada perdagangan terbaru setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya, namun tetap membuka peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Sentimen tersebut memicu aksi jual di pasar saham Amerika Serikat dan menekan sektor teknologi berkapitalisasi besar.

Indeks S&P 500 turun 1,2%, Nasdaq 100 melemah 1%, sementara Dow Jones Industrial Average terkoreksi 507 poin dari rekor tertinggi yang sebelumnya berhasil dicapai.

Tekanan pasar muncul setelah publikasi Summary of Economic Projections (SEP) pada pertemuan The Fed bulan Juni. Laporan tersebut menunjukkan bahwa sekitar setengah anggota Federal Open Market Committee (FOMC) masih memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga pada tahun ini. Proyeksi tersebut memperkuat pandangan bahwa bank sentral AS belum menganggap risiko inflasi sepenuhnya terkendali.

Inflasi dan Pasar Tenaga Kerja Masih Jadi Perhatian The Fed

Data inflasi inti yang masih menunjukkan tekanan harga serta kondisi pasar tenaga kerja yang tetap kuat menjadi alasan utama The Fed mempertahankan sikap hati-hati. Meskipun perekonomian global menghadapi ketidakpastian akibat konflik Iran, kuatnya pasar kerja Amerika Serikat memberikan ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Ketua The Fed, Kevin Warsh, juga menarik perhatian pasar setelah menghilangkan penggunaan “dot plot” dalam proyeksi suku bunga terbaru. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk mengubah kerangka komunikasi kebijakan moneter The Fed agar lebih berfokus pada perkembangan data ekonomi dibandingkan panduan eksplisit mengenai arah suku bunga.

Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Tekan Saham Teknologi

Aset berisiko berada di bawah tekanan setelah aksi jual di pasar obligasi pemerintah AS (Treasury) mendorong kenaikan imbal hasil (yield). Dalam mekanisme pasar, kenaikan yield meningkatkan tingkat diskonto valuasi saham sehingga memberikan tekanan lebih besar pada sektor teknologi yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Kelompok saham teknologi raksasa yang dikenal sebagai Magnificent Seven menjadi pemimpin pelemahan pasar. Saham Meta Platforms turun 4,2%, Microsoft melemah 3,6%, Alphabet terkoreksi 2,4%, dan Amazon kehilangan 3,1%.

 


DISCLAIMER

Bertransaksilah dengan Pialang Berjangka PT. EQUITYWORLD FUTURES (EWF) Priority Trillium – Surabaya , Sahid Sudirman Centre Jakarta dan Praxis – Surabaya yang Berada dibawah Naungan Bappebti, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) & Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Bijak dalam menjaga Ketahanan dana. Ilustrasi Informasi Diatas Hanya Untuk Kalangan Internal Terbatas EWF. Mengingat Pesatnya Laju Informasi dan Berita, Ilustrasi Berita ini Tidak Menggambarkan Secara Keseluruhan Kondisi yang Berkembang di Pasar. Perlunya Kroscek dari Pembaca Terhadap Ilustrasi Informasi Diatas Karena Potensi Mis-Interpretasi. Siapapun Dilarang Menggunakan Informasi Diatas Sebagai Dasar Dalam Pengambilan Keputusan Transaksi. Perdagangan Berjangka Memiliki Resiko Tinggi & Cara Transaksi yang Unik. Anda Dapat Menghubungi Wakil Pialang Berjangka Kami untuk Menerima Informasi Sejelasnya akan Perdagangan Berjangka. baca berita berita lainnya di news Equityworld Trillium Surabaya

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %