0 0
Read Time:4 Minute, 28 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Iran-AS Damai atau Tidak, Minyak Murah US$60 Tinggal Kenangan yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Morgan Stanley memperkirakan pasar minyak global akan mengalami defisit pasokan sekitar 3,4 juta barel per hari pada kuartal III-2026.

Produksi dari la. Di samping itu, g-ladang besar diperkirakan menjadi yang pertama kembali beroperasi. juga perlu diperhatikan..

Setelah pengumuman kesepakatan, harga Brent turun ke bawah US$80 per barel dari posisi di atas US$110 per barel pada Mei lalu..

Ranjau laut harus dibersihkan terlebih duliu, kapal tanker harus kembali masuk ke kawasan Teluk, fasilitas penyimpanan perlu dikosongkan, sementara kilang. Tak hanya itu, jaringan distribusi harus beroperasi penuh lagi turut berperan penting..

Risiko lain berasal dari kebijakan baru Iran terhadap Selat Hormuz.

Sebagai contoh, itu, dunia masih menghadapi keterbatasan pasokan dalam beberapa bulan mendatang sering terjadi ketika Dengan laju pemulihan..

Jalur pelayaran utama masih harus dibersihkan dari ranjau yang dipasang selama konflik berlangsung.

Amerika Serikat telah menempatkan armada penyapu ranjau di kawasan tersebut. Tak hanya itu, mendapat dukungan dari Inggris serta Prancis. turut berperan penting..

Namun penurunan tersebut belum mengubah pan. Di samping itu, gan banyak analis energi juga perlu diperhatikan..

Sebagian besar lapangan minyak di Arab Saudi. Selain itu, Uni Emirat Arab dilaporkan tidak mengalami kerusakan berat..

Sejumlah analis memperkirakan produksi minyak kawasan Teluk baru mencapai sekitar 30%-50% dari level sebelum perang pada pertengahan Juli.

Kondisi tersebut membuat persediaan minyak dunia yang sudah berada di level rendah terus terkuras..

Seluruh proses tersebut membutuhkan waktu yang tidak singkat..

Angka tersebut lebih tinggi sekitar US$20 dibandingkan proyeksi bank tersebut pada Februari lalu..

Menjelang akhir tahun, produksi diperkirakan berada di kisaran 80%-90% dari kondisi normal sebelum konflik pecah..

Ketika jalur perdagangan kembali terbuka. Selain itu, aktivitas ekonomi membaik, kebutuhan impor berpotensi meningkat kembali dalam waktu relatif singkat…

Pada perdagangan hari ini, Rabu (17/6/2026) pukul 14.45 WIB, harga minyak brent melandai 0,4% ke US$78,64 per barel sementara minyak WTI melemah 0,7% ke US$ 75,53 per barel.

// .

Dari sisi permintaan, pemulihan berpotensi berlangsung lebih cepat dibanding pasokan.

Masalahnya, berakhirnya konflik tidak otomatis membuat pasokan kembali normal..

Harga minyak diperkirakan tetap bertahan di level tinggi selama beberapa bulan ke depan, bahkan ketika kesepakatan damai akhirnya terealisasi..

Pemerintah Iran telah membentuk otoritas khusus yang mengelola lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut.

Melansir The Economist, pasar energi sempat menyambut positif kabar tersebut terjadi karena Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perdagangan energi global…

Selama konflik berlangsung, impor minyak negara tersebut turun sekitar 5 juta barel per hari.

Sebagai catatan, pada perdagangan Selasa (16/6/2026), kontrak berjangka Brent turun 5,06%. Di samping itu, ditutup di US,96 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 5,82% ke US,05 per barel. juga perlu diperhatikan..

Angka tersebut diperkirakan naik menjadi 60%-70% pada pertengahan September.

Jalur pelayaran yang selama perang dipenuhi risiko keamanan masih membutuhkan proses pemulihan.

Sejumlah pejabat Iran memberi sinyal bahwa biaya atau pungutan tertentu dapat diterapkan kepada kapal yang melintas setelah masa transisi berakhir..

Laporan tersebut menyebutkan bahwa banyak pembeli minyak masih bersikap hati-hati.

Proyeksi Morgan Stanley menempatkan rata-rata harga Brent untuk pengiriman jangka dekat di kisaran US$90 per barel selama Juli hingga September 2026.

China menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian besar.

Hal ini disebabkan oleh perusahaan pelayaran, ditambah lagi dengan asuransi masih menghitung risiko yang tersisa., akibatnya Aktivitas pemesanan kargo baru belum pulih sepenuhnya…

Pada kuartal terakhir tahun ini, harga diperkirakan berada di sekitar US$80 per barel.

Jakarta, Equityworld Futures- Harga minyak dunia memang turun setelah Amerika Serikat (AS). Tak hanya itu, Iran mengumumkan memorandum kesepahaman (MoU) yang membuka jalan bagi penghentian konflik dan pembukaan kembali Selat Hormuz turut berperan penting..

Walaupun proses pembersihan berlangsung cepat, sejumlah pelaku industri memperkirakan kondisi pelayaran baru benar-benar pulih dalam waktu lebih dari enam minggu..

Negara-negara produsen memiliki ruang untuk meningkatkan produksi terjadi karena sebelumnya memangkas output saat kapasitas penyimpanan mulai penuh..

Pemulihan produksi minyak di kawasan Teluk juga berjalan bertahap..

Ini merupakan penutupan pertama di bawah US$80 per barel bagi kedua kontrak sejak awal Maret..

Namun demikian, sebagian besar operator memilih menunggu kondisi pelayaran yang lebih aman. tetap menjadi kenyataan meskipun Beberapa perusahaan memang mulai mencari kapal untuk mengangkut minyak dari kawasan Teluk dalam beberapa hari ke depan,..

Sekitar seperlima pasokan minyak dunia sekaligus sebagian besar ekspor gas alam cair (LNG) dari kawasan Teluk melewati perairan ini..

Perkembangan terkait Iran-AS Damai atau Tidak, Minyak Murah US$60 Tinggal Kenangan akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By