0 0
Read Time:4 Minute, 48 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Utang RI Cetak Rekor, Pinjamnya Bukan Pakai Dolar-Rupiah yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Dengan demikian, ULN dari China turun 0,74% secara bulanan. .

// .

Selama beberapa tahun terakhir, pembiayaan dari China banyak dikaitkan dengan proyek-proyek infrastruktur. Tak hanya itu, konektivitas, termasuk transportasi, energi, dan pembangunan kawasan ekonomi turut berperan penting..

Nilai tersebut naik dari posisi Maret 2026 yang sebesar US$16,99 miliar..

Meski Penurunannya memang relatif tipis,, namun tetap menunjukkan a. Di samping itu, ya koreksi setelah posisi utang dari AS sempat meningkat pada awal 2026. juga perlu diperhatikan. tetap penting..

Artinya, ULN Indonesia dari AS berkurang sekitar US$0,03 miliar atau turun 0,11% secara bulanan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua bank sentral kembali menegaskan komitmen untuk meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral..

Dalam laporan tersebut, posisi ULN Indonesia pada April 2026 tercatat sebesar US$439,7 miliar atau tumbuh 1,9% secara tahunan (yoy)..

Dengan berbagai kerja sama tersebut, penggunaan yuan dalam transaksi sekaligus pembiayaan lintas negara berpotensi semakin meningkat..

Sementara itu, pembiayaan dari AS lebih banyak terlihat melalui instrumen pasar keuangan, investasi, serta dukungan pada sektor bernilai tambah tinggi, misalnya teknologi, energi,. Selain itu, industri….

// .

Angka ini turun dari posisi Maret 2026 yang sebesar US$28,02 miliar..

Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh posisi pinjaman luar negeri yang tumbuh melambat.

// .

Bila dikonversi ke rupiah, posisi ULN Indonesia setara sekitar Rp7.773,9 triliun dengan asumsi kurs Rp17.680/US$..

Bank Indonesia (BI) merilis Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Juni 2026 pada Senin (15/6/2026).

Secara persentase, kenaikannya mencapai 1,46% secara bulanan..

BI menjelaskan, perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik di tengah kontraksi ULN sektor swasta yang masih berlanjut..

Sementara itu, posisi ULN swasta pada April 2026 tercatat sebesar US$193,2 miliar.

Keduanya sama-sama mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya..

Terbaru, Bank Indonesia (BI) sekaligus People’s Bank of China (PBOC) menggelar pertemuan tingkat tinggi atau High Level Meeting Joint Work Program di Shanghai, China, pada Rabu (11/6/2026)…

Jakarta, Equityworld Futures – Utang luar negeri (ULN) Indonesia dari dua negara dengan ekonomi terbesar dunia, yakni Amerika Serikat (AS). Tak hanya itu, China, kompak mengalami penurunan turut berperan penting..

Jika melihat dua negara dengan ekonomi terbesar dunia, yakni Amerika Serikat sekaligus China, posisi utang luar negeri Indonesia pada April 2026 bergerak seirama..

Secara tahunan, ULN pemerintah tumbuh 3,7% yoy, sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Maret 2026 yang sebesar 3,8% yoy..

Secara tahunan, ULN swasta masih mengalami kontraksi 0,7% yoy, lebih rendah dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya yang sebesar 1,4% yoy..

Dengan likuiditas yuan yang lebih memadai, transaksi perdagangan, investasi,. Selain itu, aktivitas keuangan antara Indonesia dan China berpotensi menjadi lebih efisien…

Jika dikonversi menggunakan asumsi kurs Rp17.680/US$, selisih tersebut setara sekitar Rp45,26 triliun.

Meski utang luar negeri Indonesia dari China secara negara kreditur mengalami penurunan, posisi utang Indonesia dalam mata uang yuan China justru terus melesat.

Langkah ini memperkuat konektivitas sistem pembayaran kedua negara, ditambah lagi dengan mempermudah penyelesaian transaksi lintas batas…

ULN pemerintah pada April 2026 tercatat sebesar US$216,4 miliar.

Kerja sama ini mencakup penguatan Local Currency Transaction (LCT), penjajakan peningkatan Bilateral Currency Swap Agreement (BCSA), hingga pembentukan Renminbi Clearing Arrangement di Indonesia..

Selain itu, BI, ditambah lagi dengan PBOC juga meluncurkan implementasi pembayaran QR lintas batas Indonesia-China serta kepesertaan Bank Mandiri sebagai direct participant dalam Cross-border Interbank Payment System (CIPS)..

Posisi ULN Indonesia dari AS tercatat sebesar US$27,99 miliar pada April 2026.

Sementara itu, ULN Indonesia dari China tercatat sebesar US$25,43 miliar pada April 2026.

Meski sama-sama turun, posisi ULN Indonesia dari AS masih lebih besar dibandingkan China.

Bahkan, nilainya mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. .

Dengan jarak yang tidak terlalu lebar, AS, ditambah lagi dengan China masih menjadi dua negara besar yang memiliki peran penting dalam struktur pembiayaan luar negeri Indonesia…

Kenaikan ini terjadi di tengah semakin eratnya kerja sama keuangan antara Indonesia, ditambah lagi dengan China…

Nilai tersebut juga lebih rendah dibandingkan Maret 2026 yang sebesar US$25,62 miliar.

Pada April 2026, posisi ULN Indonesia dalam denominasi yuan China tercatat sebesar US$17,24 miliar.

Hal ini sejalan dengan tren kenaikan ULN Indonesia dalam denominasi yuan China yang terus menanjak dalam beberapa tahun terakhir..

Meski begitu, jarak nilai utang dari kedua negara tersebut masih terbilang cukup dekat..

Pada April 2026, selisih utang dari kedua negara tersebut mencapai US$2,56 miliar..

Artinya, utang dalam yuan China bertambah sekitar US$248 juta hanya dalam sebulan.

Sementara itu, aliran modal masuk asing pada Surat Berharga Negara (SBN) tetap mencatatkan net inflow, yang mencerminkan terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia..

Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 1,0% yoy.

Alasannya adalah dapat memperkuat ekosistem yuan di dalam negeri sehingga berdampak pada Pembentukan fasilitas kliring renminbi tersebut dinilai penting…

Perkembangan terkait Utang RI Cetak Rekor, Pinjamnya Bukan Pakai Dolar-Rupiah akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By