Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Perak Lagi “Ngambek”, Bagaimana Proyeksi Pekan Depan? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Kondisi ini menunjukkan momentum kenaikan belum cukup kuat. Selain itu, rebound masih berisiko menjadi kenaikan teknikal sementara…
Dampaknya, dolar AS. Di samping itu, imbal hasil obligasi dapat menguat sehingga berdampak pada kembali menekan harga perak. juga perlu diperhatikan…
Investasi fisik juga diproyeksikan meningkat 20%.
XAG/USD menutup perdagangan Jumat (31/7/2026) di US$57,63 per troy ons, turun US$0,53 atau 0,92% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di US$58,17..
Untuk perdagangan 3-7 Agustus 2026, XAG/USD diproyeksikan bergerak bearish-sideways dalam rentang US$56,42-US$59,71 per troy ons..
Ketegangan di Timur Tengah belum memberikan dorongan konsisten bagi perak sebagai aset aman.
The Fed juga menegaskan bahwa inflasi masih tinggi dibandingkan target 2%, antara lain akibat gangguan pasokan yang mendorong kenaikan harga energi.
Pasar justru lebih mengkhawatirkan dampak konflik terhadap pasokan minyak. Selain itu, perekonomian global…
Sikap tersebut memperkuat kemungkinan suku bunga dipertahankan tinggi lebih lama..
Area US$57,15 menjadi support terdekat sekaligus level penentu.
// .
Penembusan US$58,99 akan membuka peluang menuju US$59,71..
Pada Jumat, perak kembali tertekan 2,29% sekaligus menutup perdagangan di US,63…
Perak kemudian pulih 0,87% menuju US$57,64 pada Rabu.
Namun, tiga pejabat The Fed justru menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin..
Namun, tekanan jual juga belum terlalu dominan.
Puncak US$58,99 masih lebih rendah daripada US$59,71 pada 22 Juli.
Namun, lembah US$57,15 masih lebih tinggi dibandingkan US$56,42 pada 20 Juli..
Harga penutupan Jumat di US$57,63 berada di bawah ketiga rata-rata tersebut.
Perak sebenarnya mengawali pekan dengan positif.
Jika ketegangan terus mendorong harga minyak, biaya transportasi. Selain itu, produksi dapat ikut meningkat serta memperlambat proses penurunan inflasi…
Risiko gangguan pelayaran di Selat Hormuz masih menjadi perhatian utama.
Jika level tersebut ikut ditembus, target penurunan berikutnya berada di US$55,90-US$55,51..
Keputusan tersebut memang sesuai perkiraan pasar.
Sayangnya, reli tersebut tidak bertahan lama.
Data tenaga kerja AS, pergerakan dolar. Di samping itu, imbal hasil obligasi, harga minyak, serta perkembangan konflik Timur Tengah akan menjadi penentu utama pergerakan perak sepanjang pekan depan. juga perlu diperhatikan..
Namun, permintaan industri diperkirakan turun sekitar 2%, terutama akibat penghematan, ditambah lagi dengan pengurangan penggunaan perak dalam industri panel surya…
Dari sisi atas, US$58,41 menjadi resistance pertama, kemudian US$58,99.
Struktur harga terbaru turut memperlihatkan penyempitan rentang.
Jakarta, Equityworld Futures – Harga perak dunia kembali berakhir di zona merah setelah bergerak volatil sepanjang pekan ini.
Rentang pergerakannya mencapai US$1,84 atau sekitar 3,12%, menunjukkan volatilitas masih tinggi meskipun penurunan bersih secara mingguan relatif terbatas..
Oleh sebab itu, menjadi kurang menarik ketika suku bunga. Selain itu, imbal hasil obligasi berada pada level tinggi.. menjadi konsekuensi dari Logam mulia tidak memberikan imbal hasil..
Rata-rata penutupan lima hari berada di US$57,96, sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata 10 hari sebesar US$58,06.
The Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50%-3,75% dalam rapat 28-29 Juli..
Bagi perak, kondisi tersebut cenderung negatif.
Sementara itu, rata-rata 20 hari berada di US$58,31..
Tekanan terhadap perak datang dari kebijakan bank sentral Amerika Serikat.
Sebaliknya, penutupan harian di bawah US,15 akan meningkatkan tekanan jual sekaligus membuka jalan menuju US,42..
Penguatan berlanjut pada Kamis dengan kenaikan 2,33% ke US$58,99, sekaligus menjadi penutupan tertinggi sepanjang pekan..
Sepanjang pekan, penutupan tertinggi tercatat di US,99. Di samping itu, terendah di US,15 juga perlu diperhatikan..
Pembalikan arah baru mendapatkan konfirmasi lebih kuat apabila XAG/USD mampu ditutup di atas US$59,71, dengan target berikutnya di sekitar US$59,84-US$60,01..
Pola lower high. Selain itu, higher low tersebut menunjukkan pasar sedang berkonsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya…
Dari sisi teknikal, XAG/USD masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bearish..
Skenario tersebut berpotensi membuat The Fed mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Silver Institute memperkirakan pasar mengalami defisit 67 juta ons pada 2026, menjadi defisit tahunan keenam berturut-turut..
Meskipun demikian, fundamental jangka panjang perak masih cukup kuat.
Bias perak masih negatif selama harga berada di bawah US$58,99.
Indeks kekuatan relatif atau RSI 14 hari berada di sekitar 50, yakni wilayah netral. Tak hanya itu, belum menunjukkan kondisi jenuh jual. turut berperan penting..
Pada akhir pekan, imbal hasil obligasi pemerintah AS juga kembali meningkat seiring kekhawatiran bahwa kenaikan harga minyak akan mempertahankan tekanan inflasi..
Namun, penguatan tersebut langsung terhapus setelah harga anjlok 2,16% menjadi US$57,15 pada Selasa..
Selama harga bertahan di atasnya, perak masih memiliki peluang rebound menuju US$58,41..
Perkembangan terkait Harga Perak Lagi “Ngambek”, Bagaimana Proyeksi Pekan Depan? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- BCA Sesuaikan Jadwal Operasional saat Libur Imlek | Equityworld Futures
- Krisis Energi Mengancam: IHSG dan Rupiah Tertekan, Bangkit atau Tumbang? | Equityworld Futures