Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dilema Bos Baru The Fed: Menyenangkan Trump atau Menjaga Ekonomi AS? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Angka itu jauh di atas pertumbuhan angkatan kerja pada saat migrasi berada di level rendah atau bahkan negatif..
Optimisme terlihat pula di pasar keuangan.
Lonjakan investasi, pembangunan pusat data, sekaligus optimisme pasar membantu menjaga konsumsi serta aktivitas ekonomi tetap kuat..
Indeks saham masih berada di dekat rekor tertinggi, ditopang kombinasi pemotongan pajak, ditambah lagi dengan euforia investasi teknologi…
Ekonomi Amerika belum benar-benar mendingin.
Walaupun Te, Federal Reserve tidak bertugas menjaga harga saham. Tugasnya adalah menjaga stabilitas harga. masih menjadi prioritas..
Di berbagai negara, bank sentral mulai membuka ruang untuk pelonggaran kebijakan..
Bagi bank sentral, ancaman terbesar bukan hanya inflasi hari ini. Melainkan inflasi yang mulai tertanam dalam ekspektasi masyarakat..
Dalam sejumlah kondisi, hasilnya bahkan bisa berlawanan..
Semakin lama situasi itu berlangsung, semakin besar risiko rumah tangga. Tak hanya itu, pelaku usaha menganggap kenaikan harga sebagai sesuatu yang normal. turut berperan penting..
Dan kabar yang ingin didengar pasar menjadi semakin sulit disampaikan..
// .
Alih-alih mendinginkan ekonomi, gelombang investasi baru justru ikut menopang pertumbuhan..
Ketika inflasi mulai bergerak turun, ekspektasi pasar ikut berubah.
Sementara inflasi saat ini berada di 3,8%, sebagian didorong kenaikan harga energi setelah konflik antara Amerika Serikat. Selain itu, Iran…
Sejak Maret hingga Mei, ekonomi Amerika menambah rata-rata 188.000 pekerjaan per bulan.
Namun pendekatan itu dinilai memiliki dampak yang terbatas.
Karena itu, ketika harapan investor bertabrakan dengan data ekonomi, bank sentral biasanya lebih memilih mengikuti data..
Investor mulai bertaruh bahwa langkah berikutnya bukan lagi kenaikan suku bunga, melainkan pemangkasan..
Investor pun mulai membayangkan dunia dengan biaya pinjaman yang lebih murah..
Dan saat ini, data belum banyak mendukung gagasan pemangkasan suku bunga..
Masalahnya, data setelahnya tidak mengikuti skenario tersebut..
Stephen Miran, salah satu pendukung gagasan tersebut, memperkirakan pengurangan neraca sebesar 5% dari PDB hanya akan memberikan efek yang kira-kira setara dengan kenaikan suku bunga seperempat poin persentase..
Dengan kata lain, ekonomi Amerika belum terlihat, misalnya ekonomi yang membutuhkan stimulus tambahan…
Selama dua tahun terakhir, fokus utama Federal Reserve adalah mengendalikan inflasi..
Ekonomi sering kali mengabaikan narasi yang paling disukai pasar.
Pasar hampir selalu menyukai suku bunga yang lebih rendah. Biaya pinjaman turun, valuasi aset naik, sekaligus uang menjadi lebih murah…
// .
Inflasi juga belum benar-benar kembali ke tempat yang diinginkan Federal Reserve..
Jakarta, CNBC Indonesia – Beberapa bulan lalu, argumen untuk menurunkan suku bunga terlihat masuk akal..
Semakin kuat data yang muncul, semakin tipis pula alasan untuk segera memangkas suku bunga..
Model GDPNow milik Federal Reserve Atlanta memperkirakan ekonomi tumbuh dengan laju tahunan sekitar 3% pada kuartal kedua..
Inflasi telah berada di atas target selama lebih dari lima tahun.
Banyak pejabat Federal Reserve kini mengingatkan bahwa produktivitas yang lebih tinggi tidak otomatis berarti suku bunga lebih rendah.
Warsh juga pernah mengusulkan pengurangan kepemilikan obligasi Federal Reserve sebagai kompensasi bagi penurunan suku bunga..
Lonjakan inflasi pasca pandemi mulai mereda.
Warsh sempat berpendapat bahwa peningkatan produktivitas berkat kemajuan teknologi akan membantu menekan inflasi. Selain itu, membuka ruang bagi suku bunga yang lebih rendah…
Dalam kondisi normal, bank sentral sering mengabaikan lonjakan harga minyak yang bersifat sementara.
Tingkat pengangguran yang sempat naik perlahan hingga akhir tahun lalu kini bertahan di 4,3%..
Suku bunga dinaikkan ke level tertinggi dalam beberapa dekade dengan satu tujuan: memperlambat permintaan, ditambah lagi dengan menurunkan tekanan harga…
Pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda melemah.
Saat itu, pasar tenaga kerja terlihat melunak sekaligus inflasi tampak semakin dekat ke target…
Selama beberapa bulan terakhir, investor terbiasa membayangkan dunia dengan suku bunga yang lebih rendah..
Pan sekaligus gan itu bahkan menjadi bagian dari logika di balik penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve pada Januari lalu..
Ketika pertumbuhan tetap kuat, pasar tenaga kerja tetap kokoh,, ditambah lagi dengan inflasi masih bertahan di atas target, kabar yang paling tidak ingin didengar investor bisa jadi justru kabar yang paling masuk akal bagi bank sentral…
Perkembangan terkait Dilema Bos Baru The Fed: Menyenangkan Trump atau Menjaga Ekonomi AS? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Harga Emas Antam Hari ini Melonjak Rp 75.000, Tembus Rp 2,9 Juta Lagi | Equityworld Futures
- Pertamina Respons Kabar Pertamax Naik Jadi Rp 17.850 Seliter | Equityworld Futures