Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Rupiah Ambruk, 6 Emiten Ini Bisa Masuk Zona Merah yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Seluruh kewajiban ini berada dalam denominasi Dolar AS, di mana porsi terbesar berasal dari utang obligasi senilai US$274,51 juta atau setara Rp4.94 triliun yang akan jatuh tempo pada April 2027..
// .
Komponen utama lainnya adalah fasilitas utang bank jangka panjang, termasuk bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun, senilai US$616,67 juta (setara Rp10.55 triliun menjadi Rp11,11 triliun)..
Komponen utamanya terdiri dari utang usaha. Di samping itu, utang lain-lain senilai US,27 juta (setara Rp1,12 triliun menjadi Rp1,17 triliun), pinjaman konversi senilai US,52 juta (setara Rp145,82 miliar menjadi Rp153,45 miliar), beban akrual sebesar USKomponen utamanya terdiri dari utang usaha,38 juta (setara Rp23,57 miliar menjadi 24,85 miliar), dan liabilitas sewa sebesar sekitar US ribu (setara Rp1,41 miliar menjadi Rp1,44 miliar). juga perlu diperhatikan..
Melansir dari laporan keuangan hingga akhir 2025, ICBP memiliki total liabilitas mata uang asing per 31 Desember 2025, dengan penyesuaian kurs Rp17.110 per Dolar AS, adalah sekitar Rp48,60 triliun, ditambah lagi dengan sekarang naik ke level Rp51,12 triliun…
Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait.
pemasok senilai US$67,12 juta (setara Rp1,15 triliun menjadi Rp1,20 triliun) serta beban akrual sebesar US$0,22 juta (setara Rp3,76 miliar menjadi Rp3,96 miliar)..
Untuk memitigasi risiko tersebut, manajemen melakukan pengawasan, ditambah lagi dengan evaluasi rutin melalui fungsi treasury sesuai dengan kebijakan yang telah disetujui oleh Direksi…
Selanjutnya terdapat induk usaha ICBP yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang juga memiliki eksposur terhadap fluktuasi rupiah..
Alasannya adalah beban untuk memasok bahan baku akan melambung lebih tinggi akibat terkena selisih kurs. sehingga berdampak pada Hal ini membebankan biaya yang besar pada pengusaha atau perusahaan yang punya bisnis impor…
Hingga akhir 2025, MDLN memiliki total liabilitas valuta asing per 31 Desember 2025, dengan penyesuaian kurs Rp17.110 per Dolar AS, tercatat sekitar Rp5,28 triliun menjadi Rp5,56 triliun..
HRUM menggunakan Dolar AS sebagai mata uang fungsional. Tak hanya itu, penyajian laporan keuangannya, sehingga berdampak pada nilai tersebut merepresentasikan keseluruhan porsi utang dalam Dolar AS yang dimiliki oleh grup perusahaan. turut berperan penting…
Perusahaan lain yang cenderung dirugikan juga ketika rupiah melemah, adalah yang memiliki uang berdenominasi dolar AS. Tak hanya itu, juga mata uang lainnya. turut berperan penting..
Total liabilitas mata uang asing INDF per 31 Desember 2025, dengan penyesuaian kurs Rp17.110 per Dolar AS, mencapai sekitar Rp56,66 triliun menjadi Rp58,53 triliun..
Untuk memitigasi risiko fluktuasi nilai tukar, perusahaan menggunakan instrumen derivatif berupa kontrak forward mata uang serta melakukan pengawasan rutin terhadap kondisi ekonomi..
Contohnya, Euro, Peso Filipina, Yuan China,, ditambah lagi dengan Baht Thailand, memiliki nilai kumulatif sekitar Rp541,90 miliar.. dapat dilihat pada Kewajiban dalam mata uang non-USD,..
Oleh sebab itu, kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut. menjadi konsekuensi dari Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca,..
Eksposur risiko nilai tukar saat ini terutama bersumber dari kewajiban pembayaran kepada pemasok untuk kebutuhan belanja modal.
Selain itu, terdapat utang bank jangka pendek senilai US4,93 juta (setara Rp6,58 triliun menjadi Rp6,93 triliun), serta utang usaha, ditambah lagi dengan kewajiban operasional lainnya dalam Dolar AS sebesar US,04 juta (setara Rp941,73 miliar menjadi Rp991,27 miliar)…
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menjadi salah satu emiten yang terekspos dampak fluktuasi nilai tukar rupiah..
Contohnya, Yen Jepang, Riyal Arab Saudi, sekaligus Lira Turki, memiliki nilai kumulatif sekitar Rp620 miliar. dapat dilihat pada Kewajiban dalam mata uang non-USD,..
Sebagai salah satu emiten farmasi terbesar, total liabilitas valuta asing PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) per 31 Desember 2025, dengan penyesuaian kurs Rp17.110 per Dolar AS, tercatat sekitar Rp1,83 triliun menjadi Rp1,90 triliun.
Berbeda dengan periode sebelumnya, perusahaan tidak lagi mencatat pinjaman bank jangka panjang maupun obligasi dalam mata uang asing pada akhir tahun 2025..
Hingga periode laporan tersebut, tidak terdapat kebijakan lindung nilai (hedging) formal yang diterapkan untuk memitigasi risiko fluktuasi nilai tukar mata uang asing ini..
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pan. Selain itu, gan Equityworld Futures Research..
Oleh sebab itu, pelemahan rupiah ini menjadi beban bagi perusahaan yang memiliki banyak utang dalam mata uang dolar AS. menjadi konsekuensi dari Jakarta, Equityworld Futures – Rupiah terpantau masih ambruk di hadapan dolar Amerika Serikat (AS), posisinya semakin rawan lanjut melemah..
Untuk memitigasi risiko fluktuasi nilai tukar mata uang, manajemen menerapkan kebijakan penyeimbangan arus kas (natural hedging) dengan menyelaraskan penerimaan. Tak hanya itu, pembayaran dari aktivitas operasi serta pendanaan dalam mata uang yang sama. turut berperan penting..
Kewajiban Dolar AS lainnya, termasuk utang usaha, tercatat sebesar US$46,41 juta atau setara Rp794,07 miliar menjadi Rp835,84 miliar..
Dari sektor telekomunikasi, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) mencatat total liabilitas valuta asing per akhir 2025 sebesar Rp1,15 triliun menjadi Rp1,21 triliun..
Posisi Ini adalah sekali lagi menjadi posisi terlemah sepanjang masa..
Hal ini diakibatkan oleh banyaknya sentimen negatif di pasar global mulai dari ketidakpastian keadaan geopolitik global, potensi kenaikan nilai inflasi, sekaligus juga outflow yang terjadi di pasar keuangan dalam negeri baik saham maupun surat utang…
Berikut ada beberapa emiten yang rawan buntung ketika rupiah melemah beserta perbandingannya ketika Rupiah baru menembus Rp17.110/US$ dibanding dengan harga saat ini di Rp18.010/US$:.
Sisa liabilitas dalam denominasi Dolar AS lainnya mencakup pos operasional, misalnya utang usaha, utang lain-lain, beban akrual,. Tak hanya itu, kewajiban pajak, dengan total nilai kumulatif sekitar US1,31 juta (setara Rp3,27 triliun menjadi Rp3,45 triliun). turut berperan penting…
Komponen terbesar dari kewajiban Dolar AS ini berasal dari utang kepada pemegang saham non-pengendali entitas anak senilai US$628,97 juta (setara Rp10,76 triliun menjadi Rp11,33 triliun)..
Untuk sektor energi, PT Harum Energy mencatatkan total liabilitas valuta asing PT Harum Energy Tbk dalam denominasi Dolar AS per 31 Desember 2025, dengan penyesuaian kurs Rp17.110 per Dolar AS, tercatat sekitar Rp24,58 triliun menjadi Rp25,88 triliun (setara US$1,43 miliar)..
Sebagai contoh, Riyal Arab Saudi, Lira Turki,. Di samping itu, Yen Jepang, memiliki total nilai kumulatif sekitar Rp754,70 miliar. juga perlu diperhatikan. sering terjadi ketika Sisa liabilitas dalam mata uang lainnya,..
Komponen utang lainnya mencakup pinjaman sindikasi sebesar US$31,30 juta (setara Rp535,54 miliar menjadi Rp563,71 miliar) yang jatuh tempo pada Januari 2027, serta beban akrual senilai US$3,05 juta (setara Rp52,19 miliar menjadi Rp54,93 miliar)..
Porsi terbesar berasal dari kewajiban jangka panjang (termasuk Obligasi Global. Tak hanya itu, pinjaman bank) senilai USpinjaman bank) senilai US$2,84 miliar yang setara dengan Rp48,52 triliun menjadi Rp51,15 triliun.,84 miliar yang setara dengan Rp48,52 triliun menjadi Rp51,15 triliun. turut berperan penting..
Emiten properti PT Modernland Realty Tbk (MDLN) menjadi perusahaan berikutnya yang terekspos kondisi fluktuasi rupiah..
Komponen terbesar berasal dari Obligasi Global senilai US$2,75 miliar yang setara dengan Rp47,05 triliun menjadi Rp49,53 triliun.
Seluruh kewajiban ini didominasi oleh denominasi Dolar AS dengan total US$75,26 juta atau setara Rp1,28 triliun menjadi Rp1,36 triliun..
Perusahaan tercatat tidak memiliki kebijakan hedging formal atas risiko fluktuasi nilai tukar tersebut pada periode laporan terkait..
Untuk memitigasi risiko fluktuasi nilai tukar, perusahaan tidak mengimplementasikan kebijakan lindung nilai (hedging) formal, melainkan dengan merencanakan pembelian valuta asing yang cukup untuk kebutuhan impor, melakukan pemantauan pasar secara intensif, serta mengatur perencanaan waktu pembelian secara tepat..
Melansir data Refinitiv, pada hari ini, Jumat (5/6/2026) hingga pukul 11.00 WIB, rupiah bertengger di Rp18.025/US$, sudah melemah 8,04% secara sepanjang tahun ini.
Perkembangan terkait Rupiah Ambruk, 6 Emiten Ini Bisa Masuk Zona Merah akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Warga RI Doyan Parfum Arab Saudi, Impor Wewangian Melonjak 23.000% | Equityworld Futures
- Dana SAL Dinilai Bisa Untuk Defisit APBN | Equityworld Futures