Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Emas Mulai Bergairah Lagi, Bakal Bertahan Lama? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Meski begitu, Iran menegaskan tetap siap merespons jika kembali mendapat serangan..
Tuduhan itu muncul setelah pasukan AS melakukan serangan defensif terbaru yang menargetkan situs rudal sekaligus kapal di sekitar Selat Hormuz pada awal pekan ini…
Kepala strategi komoditas global TD Securities, Bart Melek, mengatakan data PCE membuka peluang bagi The Federal Reserve untuk menahan suku bunga. Tak hanya itu, tidak kembali memperketat kebijakan moneternya. turut berperan penting..
Latar belakang ekonomi AS juga masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat, sementara inflasi belum turun secara meyakinkan.
Dalam sepekan terakhir, emas menguat 0,6% secara point-to-point..
Sebab, emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil,. Akibatnya, cenderung kurang menarik ketika suku bunga. Selain itu, imbal hasil obligasi berada di level tinggi….
Sebelumnya, risalah rapat The Fed pada 28-29 April menunjukkan semakin banyak pejabat yang membuka kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan..
Pedagang logam independen Tai Wong mengatakan kombinasi data inflasi AS yang lebih lemah. Tak hanya itu, kabar pembukaan Selat Hormuz memberi “napas” bagi harga emas. turut berperan penting..
Bagi emas, ekspektasi suku bunga tinggi menjadi sentimen negatif.
Harga energi yang masih tinggi berpotensi menjaga tekanan inflasi global.
Harapan bahwa AS. Selain itu, Iran pada akhirnya bisa mencapai kesepakatan juga membuat peluang pembukaan kembali Selat Hormuz tetap hidup…
Dengan pasar yang masih memperhitungkan sikap The Fed yang hawkish, harga emas berpotensi tetap bergerak dengan kecenderungan melemah dalam jangka pendek..
“Emas tadi (kemarin) pagi sempat terancam turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, yang dianggap banyak investor sebagai batas penting untuk menjaga tren naik,” ujarnya, dikutip dari Refinitiv..
Impor bersih emas China melalui Hong Kong melonjak 81,2% pada April dibanding bulan sebelumnya..
Proses pemulihan arus pelayaran bisa memakan waktu berbulan-bulan,. Akibatnya, harga minyak berpeluang tetap tinggi. Selain itu, kekhawatiran inflasi masih bertahan….
Bahkan jika kesepakatan damai AS-Iran akhirnya tercapai. Di samping itu, Selat Hormuz kembali dibuka, normalisasi jalur pengiriman minyak diperkirakan tidak langsung terjadi juga perlu diperhatikan..
Pembicaraan diplomatik antara AS sekaligus Iran masih berlangsung, meski Teheran sebelumnya menuduh Washington melakukan pelanggaran serius terhadap gencatan senjata..
Di sisi lain, data menunjukkan indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS naik 3,8% secara tahunan hingga April, sesuai ekspektasi pasar.
Pernyataan tersebut ikut meredakan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi lanjutan di Timur Tengah.
Oleh sebab itu, Meski dikenal sebagai aset safe haven, emas cenderung kurang menarik saat suku bunga naik. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah investor beralih ke aset yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi…
Di sisi lain, emas masih sulit menguat terjadi karena pasar kini melihat risiko inflasi dari harga minyak sebagai ancaman yang lebih besar dalam jangka pendek…
Merujuk Refinitiv, harga emas di perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (29/5/2026), ditutup di posisi US$ 4.535,82 per troy ons.
Penyebab utamanya adalah mulai mere, ditambah lagi dengan yaΒ kekhawatiran pasar terhadap eskalasi perang Amerika Serikat (AS) dan Iran.,. Akibatnya, Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas global terpantau bergairah sepanjang pekan ini, setelah sempat terjun bebas terjadi….
Hal ini memperkuat pan. Tak hanya itu, gan bahwa The Fed belum akan terburu-buru kembali menurunkan suku bunga. turut berperan penting..
Secara bulanan, indeks PCE naik 0,4% pada April setelah melonjak 0,7% pada Maret..
// .
Alasannya adalah sentimen geopolitik mulai sedikit membaik.. Akibatnya, Emas sempat tertekan, yang menunjukkan bahwa pelaku pasar belum banyak masuk kembali ke emas…
Namun, pejabat Garda Revolusi Iran pada Rabu lalu menyatakan bahwa perang baru dengan AS kecil kemungkinan terjadi.
Kondisi ini membuat bank sentral utama, termasuk Federal Reserve atau The Fed, diperkirakan perlu mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama..
Harga emas sendiri tertekan sejak pecahnya konflik AS-Israel dengan Iran pada akhir Februari akibat kekhawatiran inflasi.
Perkembangan terkait Harga Emas Mulai Bergairah Lagi, Bakal Bertahan Lama? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- NASA Bongkar Peta Petir Dunia, Ini Wilayah Paling Sering Disambar | Equityworld Futures
- Equityworld Futures Surabaya | Rupiah Melemah Makin Cepat, Kurang dari Sebulan Sudah Tembus Rp17.500