0 0
Read Time:6 Minute, 23 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait China Rajai Panel Surya Dunia, tapi Kini Babak Belur yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Biaya produksi di luar China bisa lebih tinggi, sementara tekanan terhadap harga panel surya masih berlanjut..

Pada Januari, pejabat China bahkan menyampaikan kekhawatiran bahwa koordinasi tersebut bisa berubah menjadi praktik kartel..

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah pemerintah daerah di China bahkan mulai meminta perusahaan surya mengembalikan subsidi bernilai jutaan yuan.

Dengan begitu, kelebihan listrik surya di satu wilayah bisa disimpan atau dikirim ke wilayah lain yang membutuhkan..

Pada Mei, Uni Eropa menyatakan akan menghentikan secara bertahap penggunaan pemasok inverter asal China dalam proyek-proyek yang di. Di samping itu, ai Uni Eropa juga perlu diperhatikan..

Contohnya, ga tenaga kerja dari lima perusahaan surya terbesar China juga telah terkena pemutusan hubungan kerja. dapat dilihat pada Reuters melaporkan,..

Pemerintah China juga mulai mengurangi dukungan.

Sebaliknya, pada siang hari listrik yang dihasilkan bisa terlalu banyak..

Namun, keberhasilan itu juga memicu reaksi proteksionis dari banyak negara..

Sejak Juni tahun lalu, proyek surya baru harus menjual listrik dengan harga pasar, bukan lagi menikmati tarif tetap yang dijamin pemerintah.

China selama ini menjadi pasar terbesar bagi panel surya.

Saat perang Amerika Serikat (AS) dengan Iran mengguncang pasar energi. Di samping itu, membuat kebutuhan energi alternatif terlihat makin penting, industri surya China justru sedang menghadapi tekanan besar. juga perlu diperhatikan..

Salah satunya jika negara-negara lain menurunkan hambatan dagang terhadap produk China.

Hal ini disebabkan oleh perusahaan mempercepat pengiriman sebelum 1 April, saat fasilitas pengembalian pajak ekspor berakhir., akibatnya Lonjakan ekspor pada Maret juga sebagian terjadi..

Namun, pertanyaan besarnya adalah berapa banyak perusahaan surya China yang mampu bertahan cukup lama sampai teknologi baru itu benar-benar siap digunakan secara luas..

Beberapa pekan setelah kesepakatan dibuat, ada perusahaan yang dituding melanggarnya.

Dulu, industri panel surya mendapat banyak bantuan, mulai dari lahan murah hingga pinjaman tanpa bunga.

Akibatnya, perusahaan berlomba memperbesar skala produksi demi merebut pangsa pasar.

Meski Di Eropa, kekhawatiran tidak hanya soal harga murah,, namun juga keamanan infrastruktur listrik tetap penting..

Berdasarkan dataΒ The Economist, tambahan kapasitas surya China pada 2026 diperkirakan turun cukup tajam dibandingkan 2025..

Sejak 2022, AS menerapkan pembatasan ketat terhadap impor panel surya China, termasuk tarif besar untuk produk yang masih bisa masuk..

Saat ini, sebagian besar panel surya mampu mengubah sekitar 22% hingga 24% cahaya matahari menjadi listrik.

Namun, posisi dominan itu tidak otomatis membuat industrinya aman.

Sejak 2024, lebih dari 40 perusahaan surya China bangkrut, diakuisisi, atau keluar dari bursa saham.

Peluang lain datang dari teknologi baru yang bisa meningkatkan efisiensi panel surya..

Mengutip The Economist, ekspor panel surya China memang sempat naik sejak serangan dimulai.

Namun ketika produksi tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan permintaan, harga jatuh, ditambah lagi dengan margin keuntungan tergerus…

Oleh sebab itu,, tetap saja, tekanan kali ini dinilai lebih berat.. menjadi konsekuensi dari Meskipun Alasannya adalah masalahnya bukan hanya siklus biasa, melainkan juga pasar domestik yang mulai jenuh…

Meski Akan, namun, kenaikan itu belum cukup untuk menyelamatkan perusahaan-perusahaan surya China dari tiga masalah besar, yakni permintaan domestik yang mulai turun, pasokan panel yang terlalu banyak, sekaligus makin kuatnya proteksionisme di pasar luar negeri.. tetap penting..

Sederhananya, terlalu banyak pabrik memproduksi barang yang sama.

Sejak 2024, banyak perusahaan surya China sudah merugi akibat perang harga yang sangat ketat.

Sejumlah produsen sempat menyerukan “disiplin diri” untuk mengurangi kelebihan kapasitas.

Situasi, misalnya ini pernah terjadi pada 2018, ketika pendapatan industri surya turun tajam sebelum akhirnya pulih setelah permintaan mengejar pasokan..

Ketika satu perusahaan membuat inovasi, pesaingnya bisa cepat meniru..

Bahkan, menurut Jenny Chase dari BloombergNEF, kapasitas sebesar itu kemungkinan lebih besar daripada kemampuan pasar global untuk menyerap panel surya dalam jangka panjang..

Jakarta, Equityworld Futures – Industri panel surya China selama ini dikenal sebagai raksasa dunia.

Panel surya murah China memang membuat energi surya semakin terjangkau.

Akibatnya, sebagian listrik surya yang dihasilkan tidak bisa terserap oleh jaringan.

Tahun lalu, beberapa perusahaan mencoba mengatur kuota produksi, ditambah lagi dengan menetapkan batas bawah harga panel..

Panel surya juga relatif sulit dibedakan antara satu produsen. Selain itu, produsen lain..

Sebagai contoh, LONGi Green Energy Technology, Tongwei, Jinko Solar,. Selain itu, Trina Solar juga masih bergerak jauh di bawah separuh level puncaknya beberapa tahun lalu.. sering terjadi ketika Saham sejumlah produsen besar..

Meski Harga panel surya memang sempat naik dalam beberapa bulan terakhir,, namun masih berada di bawah rata-rata biaya produksi. tetap penting..

Masalahnya, pembangunan baterai, jaringan listrik, sekaligus sistem pasar yang lebih fleksibel membutuhkan waktu..

Namun, pemasangan panel surya yang terlalu cepat membuat jaringan listrik negara itu mulai kewalahan..

Setelah bertahun-tahun tumbuh sangat cepat, industri yang sempat menjadi “pabrik panel surya dunia” kini menghadapi ujian berat..

Jika benar terjadi, BloombergNEF memperkirakan permintaan panel surya global pada 2026 bisa turun untuk pertama kalinya dalam dua dekade..

Pada Januari sekaligus Februari, sekitar 9% listrik surya China terbuang..

Kondisi tersebut membuat penambahan kapasitas panel surya baru menjadi semakin sulit dibenarkan.

Sementara itu, listrik dari tenaga surya tidak sefleksibel itu..

Jessica Jin dari S&P Global menilai gelombang konsolidasi terbesar di industri ini bahkan belum terjadi.

Masalahnya, listrik dari tenaga surya hanya bisa dihasilkan saat matahari bersinar.

Industri ini masih punya peluang untuk bangkit.

Beberapa daerah lebih memilih membiarkan perusahaan yang lemah bangkrut ketimbang terus menopangnya..

Negeri Tirai Bambu itu mampu memproduksi lebih dari 80% panel surya global. Tak hanya itu, menjadi salah satu motor utama lonjakan energi terbarukan di dunia. turut berperan penting..

Teknologi sel surya yang lebih maju,, misalnya perovskite, secara teori bisa mendorong efisiensi di atas 30% sekaligus bahkan berpotensi lebih murah untuk diproduksi….

Angka ini naik dari sekitar 6% pada periode yang sama tahun lalu..

Investasi besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir membuat perusahaan surya China memiliki kapasitas produksi lebih dari 1.000 gigawatt (GW) panel surya per tahun..

Artinya, meskipun pemasangan panel surya kembali naik tahun depan, laju pertumbuhannya kemungkinan tidak akan sekencang sebelumnya..

Prospek industri surya China kini terlihat suram.

Penyebab utamanya adalah bisa dinyalakan sekaligus dimatikan sesuai kebutuhan, sehingga berdampak pada Selama ini, China banyak mengandalkan pembangkit listrik tenaga batu bara terjadi….

Inverter merupakan komponen penting dalam sistem pembangkit listrik tenaga surya..

Jumlah itu jauh lebih besar dibandingkan pemasangan panel surya global pada 2025 yang mencapai sekitar 600 GW.

Di berbagai wilayah China, panel surya kini mudah ditemukan di atap bangunan, perbukitan, hingga kawasan gurun.

Menurut kelompok industri, pemasangan panel surya di China tahun ini bisa turun antara 24% hingga 43% dari 2025.

Sejumlah perusahaan bahkan mulai bangkrut..

Agar jaringan listrik China bisa menampung lebih banyak energi surya, negara itu membutuhkan investasi besar pada baterai penyimpanan energi. Selain itu, jaringan transmisi listrik..

Negara-negara Barat, ditambah lagi dengan sejumlah negara tetangga China, termasuk India, mulai mengambil langkah untuk membatasi dominasi produk surya China..

Untuk menghindari tekanan politik sekaligus hambatan dagang tersebut, sebagian perusahaan China mulai memindahkan atau mengalihkan produksi ke luar negeri…

Perkembangan terkait China Rajai Panel Surya Dunia, tapi Kini Babak Belur akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By