Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait 5 Periode Paling Kritis IHSG: Dari Titik Terlemah hingga Bangkit Lagi yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Antisipasi Kebijakan Moneter. Tak hanya itu, Transisi Domestik (Maret – Juni 2024)Tekanan jual menengah yang dipicu oleh narasi suku bunga tinggi yang tertahan lebih lama (higher for longer), bersamaan dengan kehati-hatian investor dalam menyikapi masa transisi pemerintahan di Indonesia hal ini memicu, pelemahan signifikan terhadap Rupiah dan didorong oleh penerapan FCA serta kasus Evergrande di China. turut berperan penting..
Kekhawatiran akan disrupsi rantai pasok energi memicu penghindaran risiko massal di pasar saham global baik dari S&P500, SSE, Nikkei, Kospi, Stoxx, UKX,. Di samping itu, beberapa indeks bursa saham lainnya. juga perlu diperhatikan..
Berikut adalah rincian data kinerja indeks berjalan hingga perdagangan hari ini Senin (16/3/2026):.
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pan. Selain itu, gan Equityworld Futures Research..
Penyesuaian Pasca-Reli Komoditas Era Rusia-Ukraina (April – Mei 2022)Koreksi jangka pendek yang terjadi sebagai bentuk penyesuaian pasar setelah IHSG sempat mencatatkan reli panjang yang didorong oleh lonjakan harga komoditas global walaupun setelah ini masih mengalami kenaikan lanjutan akibat kenaikan harga komoditas global yang juga meningkat terutama batubara..
Persentase Penurunan Berjalan: Indeks tercatat telah terdepresiasi sebesar -23,16% dari titik rekor tertingginya..
Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca,. Akibatnya, kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut…
Untuk memberikan perspektif yang terukur terkait kondisi pasar saat ini, investor dapat meninjau kembali riwayat drawdown atau penurunan dari titik puncak ke titik terendah yang pernah terjadi di bursa saham domestik..
Efek Kebijakan Tarif Pasca-Pemilu AS (Oktober 2024 – April 2025) Kemenangan Donald Trump, ditambah lagi dengan antisipasi implementasi kebijakan tarif perdagangan proteksionis memberikan sentimen negatif pada negara berkembang, membawa IHSG masuk ke dalam siklus bear market hingga akhirnya pada lebaran tahun 2025, Trump mengumumkan adanya tarif kepada negara-negara yang dikenal sebagai “Liberation Day”…
// .
// .
Sebagai contoh, pada tahun 2024-2025 yang memakan waktu 169 hari. sering terjadi ketika Mengacu pada siklus penurunan akibat sentimen global sebelumnya..
Di luar kelima siklus historis di atas, IHSG saat ini tengah berada dalam fase penurunan baru yang didominasi oleh MSCI pada 28 Januari 2026.
Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait.
Walaupun sudah mengalami rebound. Di samping itu, mendapatkan inflow, eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran menjadi katalis selanjutnya. juga perlu diperhatikan..
Pasar diestimasi masih membutuhkan waktu konsolidasi. Di samping itu, penyesuaian (price discovery) sebelum fundamental pasar mampu membentuk pijakan pivot yang valid untuk melanjutkan kenaikan valuasi pasar saham domestik. juga perlu diperhatikan..
Berdasarkan data perdagangan sejak tahun 2019, terdapat lima fase koreksi di masa lalu yang dipicu oleh berbagai sentimen makroekonomi sekaligus geopolitik, sebelum indeks akhirnya berhasil menemukan titik keseimbangan baru (pivot)..
Durasi Penurunan: Fase koreksi ini baru berjalan selama 55 hari..
Siklus Pengetatan Suku Bunga Global (September 2022 – Maret 2023) Penurunan bertahap yang didorong oleh kebijakan agresif bank sentral Amerika Serikat (The Fed) dalam menaikkan suku bunga acuan untuk mengendalikan tingkat inflasi yang tinggi hingga di angka 9,1% pada puncaknya di bulan Juni 2022 akibat perang. Di samping itu, juga kebijakan QE oleh The Fed pada saat pandemi. juga perlu diperhatikan..
Kinerja IHSG Terkini: Penurunan Akibat MSCI Hingga Eskalasi Geopolitik.
Rekor Tertinggi Terakhir: IHSG menyentuh puncaknya pada level 9.134,70 pada 20 Januari 2026..
// .
Melihat persentase penurunan yang kembali melewati batas 20%, kondisi pasar saat ini secara teknis telah memasuki teritori bear market.
Posisi Indeks Terkini: Berdasarkan data terakhir hari ini, IHSG berada di level 7.018,75 pada 10.30 WIB..
CNBC Indonesia mencoba mengurai titik-titik kritis IHSG dalam enam tahun terakhir untuk memberi gambaran apa yang terjadi dalam perdagangan bursa saham Indonesia..
Berikut adalah rincian dari kelima siklus historis tersebut..
Jakarta, Equityworld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah menghadapi tekanan jual akibat sentimen geopolitik global..
Krisis Pandemi COVID-19 (2019 – 2020) Fase ini merupakan koreksi terdalam dalam beberapa tahun terakhir, dipicu oleh berhentinya aktivitas ekonomi global akibat pandemi hingga banyak PDB di dunia mengalami penurunan hingga resesi akibat perubahan gaya hidup melalui tatap muka daring akibat ketakutan masyarakat terpapar virus Covid-19..
Perkembangan terkait 5 Periode Paling Kritis IHSG: Dari Titik Terlemah hingga Bangkit Lagi akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- 4 Perang dalam 4 Tahun: Batu Bara, Emas Apa Minyak yang Jadi Pemenang? | Equityworld Futures
- Equityworld Trillium Surabaya – Harga Emas Berpotensi Turun di Tengah Penguatan Dolar