0 0
Read Time:6 Minute, 30 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Bunga Utang AS Mencekik, Bengkak Ratusan Triliun karena Perang Iran yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

// .

Saat biaya utang naik, pemerintah harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk membayar bunga.

Jika suku bunga jangka panjang terus naik, pemerintah bisa menghadapi penyesuaian yang jauh lebih berat di kemudian hari..

Penyebabnya, imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS terus naik terjadi karena investor khawatir konflik berkepanjangan akan membuat inflasi kembali panas…

Saat bunga makin mahal, beban anggaran otomatis ikut meningkat..

Namun, Dishner menegaskan tidak ada satu kebijakan yang bisa langsung menyelesaikan masalah ini.

Menurut Bessent, ekonomi AS masih punya ruang tumbuh lebih kuat di bawah kebijakan Presiden Donald Trump.

Namun, pelaku pasar belum sepenuhnya tenang.

Walaupun begitu,, langkah ini hanya membantu sementara. masih terjadi meski Hal ini disebabkan oleh tidak menyelesaikan masalah utama, yakni beban utang. Selain itu, defisit yang besar., akibatnya…

Contohnya, itu pernah digunakan sejak era 1960-an sekaligus kembali dilakukan setelah krisis keuangan global. dapat dilihat pada Kebijakan..

Bill Campbell, manajer portofolio di DoubleLine, menilai AS masih berada di jalur utang yang terus menanjak.

Kenneth Rogoff, ekonom Harvard sekaligus mantan kepala ekonom IMF, menyebut AS sekaligus negara-negara besar lain yang memiliki utang tinggi kini terjepit tekanan populis..

Dalam istilah pasar, mereka sering disebut bond vigilantes, yaitu investor yang menekan pemerintah melalui aksi jual obligasi ketika kebijakan fiskal atau inflasi dianggap tidak terkendali..

Setelah data itu keluar, ekspektasi inflasi investor untuk satu tahun ke depan naik ke atas 4%.

Contohnya, itu tidak populer secara politik.. dapat dilihat pada Pemerintah cenderung sulit menaikkan pajak atau memangkas belanja terjadi karena kebijakan..

Masalah utamanya adalah defisit anggaran AS masih lebar.

Menurut Rogoff, memperpendek tenor utang memang bisa menurunkan biaya bunga dalam jangka pendek.

Saat harga obligasi turun akibat aksi jual, yield bergerak naik.

Beban itu bisa jauh lebih besar jika tekanan berlangsung lebih lama.

Jika yield 10 tahun tetap berada di level yang sama sepanjang tahun fiskal 2027, tambahan tagihan bunga utang AS bisa mencapai sedikit di atas US$30 miliar..

Dalam skema ini, The Fed menjual surat utang jangka pendek. Tak hanya itu, membeli surat utang jangka panjang untuk menahan kenaikan yield tenor panjang. turut berperan penting..

Jika bank sentral tidak merespons tekanan inflasi, pasar obligasi bisa memaksa biaya pinjaman naik lebih tinggi.

Untuk menutup kebutuhan itu, pemerintah bisa kembali berutang lebih besar..

Yield US Treasury tenor 10 tahun kini berada di 4,58% naik dari sekitar 4% sebelum perang dimulai..

Namun, pasar ragu pemerintah. Di samping itu, parlemen AS punya kemauan politik yang cukup kuat untuk mengambil langkah tidak populer tersebut. juga perlu diperhatikan..

Alasannya adalah lebih khawatir terhadap risiko ekonomi dari kenaikan suku bunga. sehingga berdampak pada Menurutnya, pasar melihat bank sentral terlalu berhati-hati…

Sebagai contoh, Operation Twist sering terjadi ketika Di Wall Street, ada pula pembicaraan soal kemungkinan The Fed melakukan kebijakan..

Oleh sebab itu, Investor melepas obligasi pemerintah AS. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah memperkirakan inflasi akan kembali naik..

Hal ini disebabkan oleh inflasi, defisit, maupun menurunnya kepercayaan pasar., akibatnya Artinya, pemerintah tetap harus membayar lebih mahal, baik..

Kenaikan suku bunga jangka panjang ikut mendorong bunga kredit perumahan atau mortgage rate,. Akibatnya, biaya membeli rumah di AS menjadi semakin mahal…

Mengutip Financial Times, pembayar pajak AS berpotensi ikut menanggung beban tambahan dari perang ini.

Sejumlah investor besar khawatir kenaikan yield jangka panjang bisa berubah menjadi lingkaran yang sulit diputus..

Pasar juga mulai mempertanyakan kesiapan bank sentral AS, The Federal Reserve, dalam menghadapi tekanan inflasi baru..

Meski Robert Dishner, senior portfolio manager di Neuberger Berman, menilai langkah semacam ini tidak mudah,, namun masih mungkin dilakukan. tetap penting..

Proyeksi CBO menunjukkan pembayaran bunga pemerintah AS akan naik lebih dari dua kali lipat, dari US$1 triliun atau 3,3% dari PDB pada 2026 menjadi US$2,1 triliun atau 4,6% dari PDB pada 2036..

Ada tiga presiden The Fed yang tidak sependapat dengan bahasa kebijakan tersebut..

Dengan kondisi itu, investor obligasi kembali memainkan peran besar.

Biaya pinjaman pemerintah untuk beberapa tenor kini sudah menyentuh level tertinggi sejak 2007.

// .

Kekhawatiran tersebut kemudian memicu aksi jual obligasi yang masih berlanjut..

Artinya, yield 10 tahun saat ini sudah 0,45 poin persentase di atas perkiraan awal CBO.

Bukan hanya lewat harga minyak sekaligus inflasi,. Akan tetapi juga melalui biaya utang pemerintah yang kian mahal.. tidak boleh diabaikan..

Level ini juga lebih tinggi dibandingkan asumsi dasar lembaga pengawas fiskal AS (Congressional Budget Office/CBO), yang pada Februari lalu memperkirakan yield 10 tahun berada di 4,13% untuk tahun ini..

Jika pemerintah tidak mampu menekannya, kebutuhan berutang tetap besar.

Banyak investor sebenarnya menginginkan solusi yang lebih mendasar, yakni memperbaiki defisit fiskal AS.

Pemerintah AS. Selain itu, The Fed sebenarnya punya beberapa pilihan untuk meredam tekanan yield jangka panjang..

Salah satunya adalah lebih banyak menerbitkan surat utang jangka sangat pendek.

Angka ini menunjukkan investor meminta imbal hasil lebih tinggi untuk memegang utang jangka panjang pemerintah AS..

// .

Yang lebih realistis adalah mengelola laju kenaikan yield agar tidak terlalu cepat, bukan langsung menekan levelnya secara drastis..

Caranya bisa melalui kenaikan penerimaan pajak atau pengurangan belanja.

Kondisi pasar makin sensitif setelah AS melaporkan inflasi produsen naik ke 6% pada April, level tertinggi dalam empat tahun..

Kondisi ini terjadi saat konflik AS-Israel melawan Iran memasuki minggu ke-12 atau hampir tiga bulan..

Pada pertemuan terakhir, The Fed masih mempertahankan sinyal kebijakan yang cenderung longgar, meski harga minyak sudah naik sekitar 50%.

Sinyal tekanan makin jelas ketika lelang obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun mencatat yield 5% untuk pertama kalinya sejak 2007.

Dampak kenaikan imbal hasil bisa langsung berdampak ke anggaran pemerintah AS..

Surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun juga berada di level tertinggi sejak Januari 2025, sementara yield tenor 30 tahun mencapai level tertinggi sejak Juli 2007..

Jika biaya produksi naik, konsumen biasanya akan ikut merasakan kenaikan harga dalam beberapa bulan berikutnya..

Padahal, beban bunga utang AS memang sudah berada di jalur kenaikan tajam..

Menurutnya, pasar mulai melihat bahwa kemauan politik untuk mengatasi defisit belum cukup kuat..

Mengutip dari Financial Times, Bob Michele, Chief Investment Officer. Selain itu, Head of Global Fixed Income, Currency and Commodities di JPMorgan Asset Management, menilai kenaikan yield global mencerminkan keraguan investor terhadap sikap bank sentral…

Jika pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, beban bunga terhadap pembayar pajak bisa lebih ringan..

Tekanan imbal hasil ini juga mulai menjalar ke masyarakat AS.

Tekanan di pasar obligasi AS makin terasa.

Penyebab utamanya adalah menggambarkan kenaikan biaya di tingkat perusahaan,. Akibatnya, Inflasi produsen penting terjadi…

Jika yield 10 tahun bertahan di 4,58% selama sisa empat bulan tahun fiskal berjalan yang berakhir pada 30 September 2026, pembayaran bunga utang AS bisa bertambah sekitar US$8 miliar atau setara Rp141,84 triliun dengan asumsi kurs Rp17.730/US$..

Untuk pemerintah AS, yield yang lebih tinggi berarti biaya berutang ikut membengkak..

Jakarta, Equityworld Futures – Perang Amerika Serikat (AS). Di samping itu, Israel melawan Iran mulai menambah tekanan baru bagi ekonomi Negeri Paman Sam juga perlu diperhatikan..

Perkembangan terkait Bunga Utang AS Mencekik, Bengkak Ratusan Triliun karena Perang Iran akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By