Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait 3 Bulan Perang Iran: Drama Harga Minyak yang Liar dan TIada Ujung yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Pada 7 April, harga WTI anjlok 16,41% hanya dalam sehari.
Harga Brent juga mencatat beberapa ayunan ekstrem sepanjang konflik..
Secara bulanan naik 14,77%, sementara dibanding tahun lalu melonjak lebih dari 50%..
Oleh sebab itu, OPEC menyebut posisi bullish spekulan melonjak tajam sepanjang Maret. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah pasar memperkirakan pasokan global akan semakin ketat…
Dengan konsumsi global yang masih tinggi sekaligus risiko geopolitik yang belum hilang, pasar minyak tampaknya masih akan bergerak panas-dingin dalam beberapa bulan ke depan…
Selasa pagi (26/5/2026), harga Brent kontrak Juli berada di US$98,12 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) di US$91,77 per barel.
OPEC juga mencatat refinery intake global anjlok 5 juta barel per hari pada Maret 2026 dibanding bulan sebelumnya.
Dalam laporan April 2026, OPEC menyebut gangguan distribusi. Selain itu, perubahan arus perdagangan membuat pasokan minyak prompt menjadi sangat ketat..
Walaupun Brent memang sudah turun dari puncaknya,, masih berada di kisaran US per barel masih menjadi prioritas..
Oleh sebab itu, Tekanan di pasar gas muncul terjadi. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah distribusi LNG kawasan Teluk belum sepenuhnya pulih,..
Sejak perang meletus pada 28 Februari 2026 pasar minyak memasuki fase paling liar dalam beberapa tahun terakhir.
Di tengah semua volatilitas tersebut, satu hal mulai terlihat jelas di pasar energi global: bahkan ketika diplomasi mulai dibuka, harga minyak belum sepenuhnya kembali normal.
Hal itu terlihat dari level harga saat ini.
Analis MST Marquee Saul Kavonic mengatakan pasar memang mulai melihat peluang normalisasi distribusi energi.
Skenario tersebut sempat terlihat nyata ketika aktivitas tanker. Tak hanya itu, pengiriman kawasan Teluk mulai terganggu pada Maret-April. turut berperan penting..
Presiden AS Donald Trump bahkan meminta tim negosiasi agar tidak terburu-buru menyelesaikan kesepakatan.
Kondisi itu menjelaskan mengapa harga Brent sempat menembus US$126,41 per barel pada 30 April 2026..
Sekitar 67% penurunan tersebut berasal dari kendala geopolitik. Selain itu, perubahan arus crude oil akibat perang…
Meski demikian, reli penurunan mulai tertahan.
Data harga memperlihatkan betapa brutalnya perubahan pasar selama konflik berlangsung.
Jepang, Korea Selatan,. Selain itu, beberapa negara Asia masih agresif mencari pasokan tambahan untuk menjaga keamanan energi menjelang musim panas…
Premi risiko geopolitik akhirnya masih tertanam di pasar minyak..
Washington juga masih mempertahankan blokade kapal Iran di Selat Hormuz sampai memorandum resmi benar-benar diteken..
// .
OPEC mempertahankan proyeksi pertumbuhan demand minyak dunia sebesar 1,4 juta barel per hari sepanjang 2026.
Di pasar derivatif, hedge fund ikut memperbesar tekanan harga.
Premi risiko melonjak di seluruh rantai energi, mulai dari minyak mentah, LNG, tanker, hingga produk kilang..
India, China,. Tak hanya itu, negara Asia lain masih menjadi motor konsumsi energi global. turut berperan penting..
// .
Sebelum perang pecah pada Februari, Brent masih bergerak di area US$66-US$70..
Pada 18 Mei, Brent sempat menyentuh US$112,1 per barel.
Dalam rentang kurang dari tiga bulan sejak perang Iran pecah, harga Brent sempat melonjak dari kisaran US$70 per barel menuju area US$126 sebelum akhirnya berbalik tajam dalam beberapa hari terakhir..
Namun rasa takut pasar terhadap gangguan pasokan jauh lebih sulit dihapus..
Oxford Economics sebelumnya memperkirakan Brent berpotensi bertahan di atas US$100 per barel apabila sekitar 10 juta barel per hari distribusi minyak terganggu akibat hambatan di Selat Hormuz.
Investor mulai menyadari pembicaraan damai AS-Iran masih dipenuhi persoalan besar.
Namun kerusakan infrastruktur selama perang membuat pemulihan pasokan tidak bisa berlangsung cepat..
Jalur sempit tersebut mengalirkan sekitar seperlima perdagangan minyak global.
Kilang di Asia. Tak hanya itu, Eropa berebut kargo spot akibat terganggunya aliran minyak Timur Tengah. turut berperan penting..
Satu sinyal diplomasi dari Doha langsung memukul harga dalam hitungan hari..
Kondisi lebih panas justru terlihat di pasar LNG, ditambah lagi dengan gas alam…
Komentar Trump bahwa Washington. Selain itu, Teheran telah “largely negotiated” memorandum perdamaian langsung memicu aksi jual besar-besaran di pasar energi..
Jakarta, Equityworld Futures – Perang Iran yang sudah berlangsung hampir tiga bulan melahirkan drama besar dalam pergerakan harga minyak..
Mulai dari pencairan aset Iran, masa depan program nuklir Teheran, sampai posisi Israel dalam negosiasi kawasan..
Pergerakan harga minyak sepanjang perang berlangsung bergerak sangat emosional..
Hanya dalam waktu sepekan, harga longsor menuju US$96,14 pada 25 Mei.
Dalam perang kali ini, Selat Hormuz menjadi pusat seluruh kepanikan energi dunia.
Koreksi tajam itu terjadi setelah pasar membaca peluang terbukanya kembali Selat Hormuz..
Laporan bulanan OPEC menggambarkan bagaimana pasar fisik minyak benar-benar mengalami tekanan selama konflik berlangsung.
Ketika distribusi terganggu, pasar fisik langsung menegang.
Kenaikan itu bahkan jauh lebih tinggi dibanding fase awal perang Rusia-Ukraina yang sekitar 15,6% dalam 58 hari pertama..
Situasi itu ikut menjaga permintaan batu bara thermal tetap tinggi..
Sepanjang Maret hingga April, pasar minyak praktis bergerak berdasarkan tiga faktor utama: ancaman distribusi di Hormuz, serangan militer AS-Iran,. Di samping itu, arah diplomasi Washington-Teheran. juga perlu diperhatikan..
German Gas juga bertahan tinggi di EUR49,79 per MWh dengan kenaikan tahunan sekitar 33,65%..
Satu komentar dari Washington bisa memicu reli dua digit.
Sebaliknya, reli terbesar terjadi pada akhir April ketika pasar mulai mengantisipasi risiko gangguan pasokan Timur Tengah yang lebih luas..
Investor mulai bertaruh bahwa pembukaan kembali Hormuz akan menurunkan premi risiko geopolitik..
Data OPEC Monthly Oil Market Report Maret sekaligus April 2026 juga masih memperlihatkan permintaan minyak global tetap kuat di tengah perang..
Harga LNG Japan Korea Marker (JKM) berada di US$18,81 per MMBtu pada 22 Mei 2026.
Posisi ini memang masih jauh lebih tinggi dibanding awal konflik pada Februari.
Namun arah pasar mulai berubah sejak muncul kabar bahwa Amerika Serikat. Tak hanya itu, Iran membuka jalur negosiasi damai. turut berperan penting..
Perkembangan terkait 3 Bulan Perang Iran: Drama Harga Minyak yang Liar dan TIada Ujung akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Ini 7 Surat Terpendek dan Terpanjang dalam Al-Qur’an | Equityworld Futures
- Equityworld Futures Surabaya | China Bangun “Benteng Pangan”, Banyak Negara Terancam!