Equity World Futures Surabaya – Dolar AS membuka pekan dengan tekanan cukup besar setelah turun ke level terendah dalam dua minggu terakhir. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya sentimen risk-on di pasar global, dipicu oleh optimisme terhadap potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks dolar AS (DXY) melemah setelah menembus area support 99.00 dan melanjutkan penurunan seiring penguatan aset berisiko. Meredanya premi risiko geopolitik serta menurunnya volatilitas energi membuat permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven ikut berkurang dalam jangka pendek.
EUR/USD Menguat Tajam Akibat Tekanan Dolar AS
Pasangan EUR/USD melonjak ke level tertinggi beberapa hari terakhir dan kembali menguji area 1.1650. Penguatan euro terutama didorong oleh aksi jual dolar AS secara luas di pasar valuta asing.
Minimnya rilis data ekonomi utama dari Jerman maupun kawasan euro membuat pergerakan pasar lebih dipengaruhi sentimen global dan dinamika dolar AS.
GBP/USD Kembali Menembus 1.3500
GBP/USD berhasil membalikkan pelemahan dua hari sebelumnya dan kembali naik menembus level 1.3500. Penguatan poundsterling didukung oleh meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko.
Pelaku pasar kini menantikan data BRC Shop Price Inflation serta CBI Distributive Trades yang akan memberikan gambaran mengenai kondisi permintaan dan tekanan harga di Inggris.
USD/JPY Bertahan di Area Atas 159.00
Pasangan USD/JPY masih bergerak konsolidatif di area atas dekat level 159.00, meskipun sebelumnya sempat mengalami dua hari penurunan berturut-turut.
Dari Jepang, pasar menyoroti rilis final Coincident Index dan Leading Index yang sering digunakan untuk membaca arah aktivitas ekonomi negara tersebut.
AUD/USD Melonjak Menjelang Data Inflasi Australia
AUD/USD kembali melanjutkan tren penguatannya setelah dua sesi koreksi sebelumnya. Saat ini pasangan tersebut mendekati level tertinggi multi-hari di sekitar 0.7180.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada rilis data inflasi Australia pada 27 Mei, yang berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter bank sentral Australia.
Harga Minyak WTI Turun Mendekati US$90 per Barel
Di pasar komoditas, harga minyak mentah WTI turun tajam hingga mendekati US$90 per barel dan berada dekat level terendah dalam tiga minggu terakhir.
Penurunan ini terjadi karena pasar mulai memperhitungkan kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat. Pelemahan harga minyak turut mengurangi premi risiko pasokan energi dan menekan ekspektasi inflasi berbasis energi.
Harga Emas Naik Didukung Pelemahan Dolar AS
Melemahnya dolar AS turut mendorong kenaikan harga emas yang kini mendekati level US$4.600 per troy ounce.
Pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang cenderung mixed juga membantu pemulihan emas. Pasar saat ini menyeimbangkan dampak positif dari pelemahan dolar dengan sensitivitas emas terhadap suku bunga dan real yield.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
