0 0
Read Time:3 Minute, 53 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dolar AS Menggila, Mata Uang Asia Kompak Babak Belur Pekan Ini! yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan Rabu (13/5/2026) di level Rp17.460/US$.

Ekspektasi tersebut ikut terdorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Tekanan besar juga terlihat pada baht Thailand yang melemah 1,55% ke THB 32,66/US$. Di samping itu, yen Jepang yang turun 1,35% ke JPY 158,76/US$ juga perlu diperhatikan..

Kinerja mata uang Asia yang kompak melemah tidak lepas dari penguatan dolar AS sepanjang pekan ini..

Saat imbal hasil obligasi AS naik sekaligus ekspektasi suku bunga tinggi menguat, aset berbasis dolar menjadi lebih menarik bagi investor global…

Indeks dolar AS (DXY) tercatat menguat 1,41% ke level 99,284.

Harga minyak yang kembali melonjak membuat kekhawatiran inflasi semakin besar.

Dolar AS menguat lima hari beruntun pada Jumat. Di samping itu, menuju kenaikan mingguan terbesar dalam dua bulan. juga perlu diperhatikan..

Pelemahan terdalam terjadi pada won Korea Selatan yang ambles 2,48% ke posisi KRW 1.497,73/US$..

Angka ini melonjak dibandingkan 14,3% pada pekan sebelumnya..

Yield US Treasury tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,599%, level tertinggi dalam setahun..

Nilai tukar rupiah menutup pekan perdagangan yang pendek di zona hijau, seiring libur panjang pada Kamis. Selain itu, Jumat..

// .

Pelemahan yang lebih terbatas terlihat pada dolar Taiwan yang turun 0,83% ke TWD 31,561/US$, ringgit Malaysia melemah 0,74% ke MYR 3,947/US$..

Kenaikan harga minyak berisiko membuat biaya energi. Di samping itu, transportasi ikut naik juga perlu diperhatikan..

Penyebab utamanya adalah pasokan energi melalui Selat Hormuz masih banyak terganggu akibat perang Iran.,. Akibatnya, Tekanan harga kembali menjadi perhatian terjadi…

Penguatan ini menunjukkan dolar AS kembali diburu pelaku pasar, seiring ekspektasi bahwa suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) berpeluang bertahan tinggi lebih lama, bahkan muncul peluang kenaikan suku bunga lagi..

Kendati demikian, secara mingguan rupiah masih tercatat melemah 0,58% terhadap dolar AS..

Penguatan ini menjadi angin segar setelah rupiah sempat menembus level psikologis baru Rp17.500/US$ secara intraday pada Selasa sekaligus Rabu..

Posisi ini menguat 0,17% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya..

Rupiah ikut melemah, meski tekanannya tidak sedalam sejumlah mata uang utama Asia lainnya..

Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 49,5% bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan Desember.

Peso Filipina menyusul dengan pelemahan 1,74% ke PHP 61,553/US$, disusul rupee India yang turun 1,67% ke INR 95,96/US$..

Sejumlah pejabat The Fed pada pekan ini juga memberi sinyal bahwa pengendalian inflasi tetap menjadi prioritas utama.

Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia kompak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan ini.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melesat ke atas US$105 per barel, sementara Brent naik ke kisaran US$109 per barel..

Kenaikan ini terjadi setelah pasar semakin memperhitungkan kemungkinan The Fed masih perlu bersikap lebih ketat untuk menahan tekanan inflasi..

Adapun dong Vietnam melemah 0,17% ke VND 26.350/US$, sementara yuan China menjadi mata uang dengan pelemahan paling tipis di Asia setelah turun 0,13% ke CNY 6,809/US$. .

Sementara itu, dolar Singapura terkoreksi 1,07% ke SGD 1,28/US$..

Jika tekanan ini bertahan lama, inflasi bisa kembali sulit turun, sehingga berdampak pada ruang The Fed untuk memangkas suku bunga menjadi semakin terbatas…

Kondisi ini membuat dolar AS semakin kuat di hadapan banyak mata uang dunia.

Sepanjang pekan ini, seluruh mata uang Asia dalam pantauan melemah terhadap dolar AS..

Kenaikan yield ini menjadi sinyal bahwa pasar obligasi mulai semakin khawatir terhadap risiko inflasi..

Beberapa pejabat bahkan tidak menutup kemungkinan suku bunga perlu dinaikkan jika tekanan harga terus meningkat..

Perkembangan terkait Dolar AS Menggila, Mata Uang Asia Kompak Babak Belur Pekan Ini! akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By