0 0
Read Time:3 Minute, 50 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Asia Ramai-Ramai Kebakaran: Ringgit – Rupiah Ambruk yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Baht Thailand melemah 0,28% ke THB 32,34/US$, sementara ringgit Malaysia turun 0,23% ke MYR 3,929/US$..

Indeks dolar AS (DXY) per pukul 09.35 WIB terpantau menguat 0,17% ke level 98,117.

Laporan juga menyebut Trump diperkirakan akan bertemu dengan tim keamanan nasionalnya untuk membahas kemungkinan dimulainya kembali operasi militer.

Ketika DXY menguat, ruang penguatan mata uang kawasan cenderung menyempit terjadi karena investor lebih memilih memegang dolar AS…

Dengan sentimen tersebut, mata uang Asia masih berisiko bergerak tertekan dalam jangka pendek.

Data tersebut akan menjadi petunjuk penting untuk melihat seberapa besar dampak perang Iran terhadap ekonomi AS, sekaligus arah kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve..

Mata uang Garuda melemah 0,55% ke level Rp17.500/US$..

// .

Namun, arah berikutnya akan sangat bergantung pada perkembangan konflik AS-Iran, data inflasi AS, serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed..

Dari 11 mata uang yang dipantau, 9 berada di zona merah. Selain itu, hanya 2 yang mampu menguat terhadap dolar AS…

Saat ketidakpastian geopolitik meningkat, pelaku pasar cenderung mencari perlindungan ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS..

Won Korea juga terkoreksi 0,77% ke KRW 1.485,5/US$, disusul rupiah yang melemah 0,55% ke Rp17.500/US$..

Rupiah menjadi salah satu mata uang yang tertekan cukup dalam pagi ini.

Tekanan terjadi seiring indeks dolar AS kembali menguat..

Sentimen ini muncul setelah Trump menolak tawaran damai terbaru dari Teheran..

Dong Vietnam ikut terkoreksi tipis 0,03% ke VND 26.329/US$..

Selain itu, pasar juga menanti pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada akhir pekan ini.

Konflik yang masih berlanjut turut menjaga harga minyak tetap tinggi.

Yen Jepang turut berada di zona merah dengan pelemahan 0,31% ke JPY 157,64/US$.

Hubungan dagang. Di samping itu, isu kecerdasan buatan atau artificial intelligence diperkirakan menjadi agenda utama dalam pertemuan tersebut. juga perlu diperhatikan..

Bagi mata uang Asia, penguatan dolar AS masih menjadi tekanan utama.

// .

Pergerakan mata uang Asia hari ini masih dipengaruhi oleh penguatan dolar AS di pasar global..

Risiko inflasi yang meningkat pada akhirnya memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga tinggi perlu dipertahankan lebih lama untuk menahan tekanan harga.

Di sisi lain, hanya rupee India. Tak hanya itu, yuan China yang mampu bertahan di zona hijau turut berperan penting..

Walaupun Ekspektasi suku bunga AS yang tetap tinggi menjadi sentimen positif bagi dolar AS,, negatif bagi mata uang negara berkembang, termasuk Asia. masih menjadi prioritas..

Penguatan dolar AS terjadi setelah Presiden AS Donald Trump meragukan keberlanjutan gencatan senjata AS-Iran.

Selain itu, AS juga disebut kembali mempertimbangkan rencana pengawalan kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz..

Mengacu data Refinitiv per pukul 09.35 WIB, tekanan terhadap mata uang Asia terlihat cukup dalam.

Rupee India menguat tipis 0,01% ke INR 95,3/US$, sementara yuan China naik 0,03% ke CNY 6,7929/US$..

Kondisi ini memperbesar risiko inflasi, terjadi karena kenaikan harga energi dapat merembet ke biaya produksi, transportasi, hingga harga barang. Selain itu, jasa….

Kini, pelaku pasar menanti rilis data inflasi konsumen AS periode April.

Level tersebut menjadi batas psikologis baru yang tertembus oleh rupiah, ditambah lagi dengan juga menjadi level terlemah baru rupiah sepanjang masa secara intraday…

Tekanan terdalam di Asia dicatatkan peso Filipina yang melemah 0,83% ke PHP 61,416/US$.

Dolar Taiwan juga melemah 0,20% ke TWD 31,413/US$, diikuti dolar Singapura yang turun 0,17% ke SGD 1,2704/US$.

Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (12/5/2026).

Kondisi tersebut kembali mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman.

Perkembangan terkait Mata Uang Asia Ramai-Ramai Kebakaran: Ringgit – Rupiah Ambruk akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By