Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait IHSG Sempat Turun ke Level 6.765 pada Hari Ini yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menilai pelemahan nilai tukar rupiah hingga Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat menjadi salah satu faktor.
Pada awal tahun, mata uang rupiah tercatat pada level Rp 16.691 per dolar AS.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami penurunan hingga ke level 6.765,54 pada perdagangan hari ini.
Kemudian, melemah 4,82 persen hingga level Rp 17.495 per dolar AS pada penutupan perdagangan hari ini..
βSerta antisipasi penurunan bobot oleh MSCI (Morgan Stanley Capital International) menjadi faktor negatif yang mendorong pelemahan IHSG,β katanya, pada Selasa, 12 Mei 2026, dikutip dari Antara..
Namun hingga penutupan, IHSG bertahan di 6.858,9 atau turun 0,68 persen dari level 6.905,62 saat pembukaan tadi pagi..
Perkembangan terkait IHSG Sempat Turun ke Level 6.765 pada Hari Ini akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Singapura Masih Jadi Investor Terbesar di RI: China, AS-Jepang Ngintip
- Equityworld Futures Surabaya | Pasar Energi Global di Ambang Bencana, Dunia Mulai Kehabisan Pasokan