Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Pasar Energi Global di Ambang Bencana, Dunia Mulai Kehabisan Pasokan yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Kilang harus membeli minyak mentah sangat mahal sekarang,. Akan tetapi menjual produk olahan di harga futures yang lebih rendah. tidak boleh diabaikan..
Lima puluh hari sejak perang Iran pecah, dunia telah kehilangan 550 juta barel minyak mentah dari Teluk, setara hampir 2% dari total produksi global tahun lalu.
Seorang trader yang memahami strategi energi China menilai Beijing tidak akan membuka keran pasokan sebelum ada gencatan senjata yang benar-benar bertahan lama..
Jika selat itu tetap tidak dibuka, kehilangan pasokan bisa dengan mudah menjadi dua kali lebih besar..
Kekurangan bahan baku juga memaksa kilang-kilang Asia memangkas pengolahan lebih dari 3 juta barel per hari atau sekitar 10% dari kapasitas gabungan mereka.
Menurut Neil Crosby dari Sparta Commodities, pemangkasan itu bisa naik menjadi 5 juta barel per hari pada Mei. Selain itu, bahkan 10 juta barel per hari pada Juli bila Selat Hormuz tetap tertutup…
Pernyataan itu langsung mendorong harga minyak Brent turun 10% ke US$90 per barel..
Kedua, kilang mulai memangkas produksi bahan bakar.
Kondisi ini membuat Asia berada dalam posisi paling sulit.
Pemerintah di kawasan itu terus menjaga daya beli masyarakat.
Di wilayah importir lain, stok bahkan bisa habis lebih cepat..
Sebelum perang, masing-masing masih berada di kisaran US, US,. Selain itu, US per barel…
Sampai sekarang, harga Brent masih berada sekitar US$20 di bawah puncaknya pada akhir Maret, meski blokadeย AS terhadap minyak Iran membuat lebih banyak pasokan tertahan di kawasan Teluk..
Namun setelah pengiriman terakhir tiba, stok minyak yang masih berada di laut itu kini sudah habis.
Meski selisih itu kemudian menyempit, levelnya masih tetap lebih tinggi dari normal. Selain itu, belum mencerminkan ongkos kirim yang sangat mahal maupun biaya tambahan lainnya…
Untuk bahan bakar pesawat, ditambah lagi dengan bensin, volumenya kini jauh di bawah pola historis, bahkan kemungkinan sudah mendekati batas minimum agar perdagangan laut tetap bisa berjalan normal…
Gabungan pembatasan pemerintah. Tak hanya itu, penghematan mandiri itu diperkirakan membuat permintaan minyak mentah Asia turun hampir 3 juta barel per hari pada April dibanding Februari. turut berperan penting..
Meski Pembukaan selat saat ini masih bisa mencegah bencana total,, namun tambahan tekanan disebut sudah tidak terhindarkan. tetap penting..
Terakhir kali permintaan minyak dunia turun 10% dalam waktu singkat terjadi saat lockdown Covid-19 pada 2020.
Kini, waktu untuk menghindari kejatuhan serupa disebut semakin sempit..
Menurut Platts, kondisi ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap kelangkaan pasokan jangka pendek..
Namun, negara Tira Bambu itu justru menghentikan ekspor produk olahan minyaknya..
Persaingan mendapatkan LNG juga diperkirakan meningkat ketika Eropa mulai kembali mengisi ca sekaligus gan gas untuk musim dingin…
Harga produk energi berpotensi terus naik, apalagi AS biasanya mengalami lonjakan permintaan saat musim liburan musim panas.
Ketiga, permintaan masih bertahan tinggi secara tidak wajar, terutama di Eropa..
Dari 27 negara Uni Eropa, sebanyak 16 negara menggunakan. Tak hanya itu, a publik atau memangkas pajak bahan bakar untuk melindungi konsumen dari lonjakan harga turut berperan penting..
Melansir dari The Economist yang menghimpun sejumlah indikator untuk mengukur seberapa dekat dunia menuju bencana energi..
Meski Hal yang sama juga terjadi pada sebagian besar kargo minyak Iran. Selain itu, Rusia yang sebelumnya sempat tertahan di laut,, namun akhirnya menemukan pembeli setelah AS melonggarkan sanksi terhadap kedua negara.. tetap penting..
Meski dampaknya sejauh ini belum sepenuhnya terasa di negara-negara Barat, tekanan sesungguhnya disebut sudah mulai menumpuk. Di samping itu, bisa berubah menjadi bencana bila Selat Hormuz tak kunjung dibuka kembali. juga perlu diperhatikan..
Kondisi backwardation yang ekstrem, ketika harga spot jauh lebih tinggi dibanding futures, makin menekan margin mereka.
Namun, bahkan jika Selat Hormuz dibuka kembali hari ini, produksi minyak Teluk, pengiriman kapal,. Selain itu, operasi kilang tetap membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pulih sepenuhnya…
Padahal, ekspor produk olahan AS sudah naik hampir 50% sejak perang dimulai..
Optimisme pasar sempat muncul pada 17 April saat Menteri Luar Negeri Iran menyatakan Selat Hormuz “sepenuhnya terbuka”.
Harga yang mahal juga mulai memukul para pelaku usaha.
Setiap bulan Selat Hormuz tetap tertutup, dunia juga kehilangan sekitar 7 juta ton liquefied natural gas (LNG), atau setara 2% dari pasokan tahunan global..
Patokan yang dinilai lebih mencerminkan kondisi riil adalah Dated Brent, yakni harga untuk pengiriman fisik dalam beberapa pekan ke depan..
Ca. Di samping itu, gan bahan bakar pesawat di Eropa saat ini masih cukup untuk sekitar 50 hari konsumsi, atau setara level normal juga perlu diperhatikan..
Namun simulasi Michelle Brouhard dari Kplerย dikutip dari The Economist menunjukkan stok Eropa akan turun tajam bila aliran energi dari Hormuz tidak kembali normal pada Juni.
Dengan harga bahan baku mendekati US$130-150 per barel, margin kilang minyak di Eropa kini sudah masuk zona rugi, menurut Benedict George dari Argus Media..
Ada tiga faktor utama yang kini mendorong pasar energi global ke tepi jurang.
Hasilnya menunjukkan kerusakan besar sebenarnya sudah terjadi.
Permintaan mulai menyesuaikan, sebagian lewat kebijakan pemerintah.
Korea Selatan dijadwalkan mulai mengurangi pelepasan ca. Selain itu, gan strategisnya dalam beberapa hari ke depan..
Saad Rahim dari Trafigura memperkirakan kehilangan kumulatif minyak Teluk sebesar 1,5 miliar barel, atau setara 5% dari produksi tahunan dunia, kini hampir tidak bisa dihindari.
Artinya, kini hampir tidak ada lagi ca sekaligus gan penyangga yang melindungi dunia dari guncangan pasokan, di saat permintaan musiman mulai meningkat seiring masuknya periode liburan…
Bahkan, bila Selat Hormuz tidak dibuka kembali, biaya energi bisa melonjak lebih tinggi sekaligus memicu gangguan yang membuat sistem pasokan bahan bakar lumpuh…
Di pasar spot Asia, harga bensin mendekati US0 per barel, solar mencapai US5 per barel, sekaligus bahan bakar pesawat menembus US0 per barel..
Truk masih berjalan, pesawat masih terbang, sekaligus stok bahan bakar juga masih mendekati level sebelum perang..
Harga bahan bakar olahan kini sudah sangat tinggi.
China sebenarnya bisa membantu dengan melepas sebagian dari ca sekaligus gan minyak mentahnya yang mencapai 1,3 miliar barel..
Pada 20 April lalu, kapal-kapal tanker terakhir yang berhasil melintasi Selat Hormuz sebelum perang dimulai akhirnya tiba di tujuan, termasuk di Malaysia, ditambah lagi dengan California…
Menurut Kayrros, perusahaan yang memperkirakan persediaan melalui citra satelit, stok minyak mentah Asia di luar China turun sebanyak 67 juta barel atau 11%, dalam sebulan hingga 19 April..
Namun hanya beberapa jam kemudian, Iran membalikkan sikap. Di samping itu, menyerang sebuah kapal tanker India juga perlu diperhatikan..
Ketika kapal perang AS mulai bergerak ke Teluk pada Februari, negara-negara di kawasan tersebut sempat meningkatkan ekspor..
Contohnya, di Asia, kilang Eropa juga harus membeli minyak mentah dengan harga jauh lebih tinggi daripada yang tercermin dalam kontrak berjangka Brent dapat dilihat pada Namun,..
Pada hari perdagangan berikutnya, harga Brent hanya naik sekitar 5%..
Walaupun Harga bensin memang sedikit naik,, sebagian besar rumah tangga masih mampu berkendara. masih menjadi prioritas..
Di saat yang sama, stok energi terus menyusut cepat.
Alasannya adalah tidak mampu membeli nafta, yang merupakan salah satu produk turunan minyak. sehingga berdampak pada Sejumlah pabrik plastik bahkan menghentikan sebagian unit produksinya…
Prospek ini bisa makin buruk bila AS, demi menekan harga energi domestik, mengikuti langkah China dengan melarang ekspor produk olahan minyak.
Situasi ini memperparah kelangkaan yang sebelumnya sudah muncul akibat hilangnya ekspor bahan bakar jadi dari Teluk yang selama ini juga menjadi salah satu penopang Asia..
Jakarta, Equityworld Futures – Pasar energi global dinilai semakin dekat ke jurang krisis yang lebih dalam setelah perang Amerika Serikat (AS) dengan Iran membuat pasokan minyak. Selain itu, gas dari kawasan Teluk terus terganggu..
Pertama, kargo minyak yang tersedia untuk dibeli semakin menipis..
Kini, persediaan di sejumlah negara Asia mulai menipis..
Sementara ca. Di samping itu, gan Jepang diperkirakan habis pada Mei. juga perlu diperhatikan..
Volume minyak yang berada di laut pun turun dengan kecepatan sangat tinggi.
Penyebab utamanya adalah jumlah minyak yang sudah telanjur berada di laut saat perang pecah sangat besar, nyaris mendekati rekor,. Akibatnya, Dari sisi perdagangan, salah satu alasan guncangan pasokan terbesar dalam sejarah belum memicu kepanikan global adalah terjadi…
Sebelum perang, kawasan ini menerima sekitar empat perlima ekspor dari Teluk.
Dilansir dari The Economist, selisih antara harga Dated Brent. Tak hanya itu, Brent futures, yang biasanya hanya sekitar USDilansir dari The Economist, selisih antara harga Dated Brent-2, kini melebar tajam di sepanjang April turut berperan penting..
Di negara-negara Barat, yang menjadi pusat utama perdagangan kontrak berjangka, tekanan sejauh ini masih terlihat terbatas.
Tujuh negara telah menerapkan kewajiban kerja dari rumah (work from home), sementara sedikitnya lima negara mulai membatasi distribusi bahan bakar kendaraan, di samping penutupan sekolah. Di samping itu, langkah penghematan lainnya. juga perlu diperhatikan..
Berbeda dari Asia, Eropa sejauh ini masih berhasil menghindari penurunan permintaan yang besar..
Cepat atau lambat, mereka dinilai akan terpaksa memangkas produksi..
// .
Guncangan itu juga membuat produk domestik bruto (PDB) dunia terkontraksi lebih dari 3%.
Jika Eropa terus mensubsidi konsumsi energi, ketidakseimbangan pasar bisa makin besar.
Penyebab utamanya adalah stok solar tidak memadai, sehingga berdampak pada Dari pertambangan kecil hingga sektor perikanan, banyak bisnis terpaksa mengurangi jam operasional terjadi…
Pasar futures mungkin masih meman. Selain itu, g kondisi ini belum separah ancaman yang ada di lapangan..
Karena itu, kilang-kilang minyak di Eropa belum banyak memangkas produksi..
Perkembangan terkait Pasar Energi Global di Ambang Bencana, Dunia Mulai Kehabisan Pasokan akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Asia Ramai-Ramai Taklukkan Dolar, Rupiah Menangis Sendiri | Equityworld Futures
- Equityworld Trillium Surabaya โ Rilis Data Indeks Harga Produsen April