0 0
Read Time:2 Minute, 28 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Asia Ramai-Ramai Taklukkan Dolar, Rupiah Menangis Sendiri yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia mayoritas menguat pekan ini.

Alasannya adalah langkah-langkah bank sentral telah menahan tekanan pelemahan satu arah,” kata seorang tenaga penjual valas di bank asing.. Akibatnya, “Dalam jangka pendek, rupee diperkirakan bergerak di kisaran 92,50-94 per dolar AS…

Sepanjang pekan ini, rupiah ambles 0,56%..

Nilai tukar rupiah ditutup tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (17/4/2026)..

Level tersebut menjadi posisi penutupan terlemah rupiah sepanjang masa yang baru.

Penguatan terbesar ditorehkan won yang melonjak 1,23%..

// .

Walaupun begitu, sepanjang 2026 sejauh ini, rupee masih menjadi yang terlemah di kawasan. masih terjadi meski Hal ini disebabkan oleh investor terus mencermati lemahnya arus modal serta risiko terhadap ekonomi akibat tingginya harga energi., akibatnya..

Pelemahan rupiah hari ini terutama dipengaruhi faktor eksternal, khususnya penguatan dolar AS di pasar global yang kembali menekan mata uang negara lain, termasuk rupiah.Β .

Kondisi ini juga membuat rupiah semakin mendekati level psikologis Rp17.200/US$.

Kinerja rupiah berbanding terbalik dengan mata uang Asia lainnya.

Sebaliknya, India, Filipina, sekaligus Indonesia berada lebih dekat pada garis patahan ekonomi, dengan bantalan yang lebih tipis dan sensitivitas lebih besar terhadap biaya energi impor,” tulis analis ING dalam catatannya..

“Tekanan terhadap rupiah datang dari hampir semua arah: arus keluar modal di obligasi Indonesia, minimnya amunisi bank sentral, sekaligus fakta bahwa negara ini adalah eksportir energi bersih di tengah situasi geopolitik yang sangat tidak pasti,” kata Glenn Yin, direktur riset di broker ACCM, dikutip dari Reuters…

Setelah sempat berada di posisi terbawah mata uang Asia hingga akhir Maret, rupee telah menguat sekitar 2% sejak paket kebijakan pertama diumumkan pada 27 Maret, menjadikannya mata uang dengan kinerja terbaik kedua di antara mata uang utama Asia dalam periode tersebut..

Merujuk data Refinitiv, rupiah harus mengakhiri perdagangan jelang akhir pekan di zona merah dengan koreksi sebesar 0,32% ke level Rp17.180/US$.

Rupee juga sudah membaik setelah terguncang hebat di awal April..

// .

Hampir semua mata uang Asia menguat sepekan ini.

Perkembangan terkait Asia Ramai-Ramai Taklukkan Dolar, Rupiah Menangis Sendiri akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By