0 0
Read Time:8 Minute, 22 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dolar Tembus Rp 17.500, Ini Titik Genting Rupiah Sepanjang Sejarah RI yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Jakarta, Equityworld Futures – Rupiah kembali ambruk parah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (11/5/2026)..

Di saat kebutuhan valas tinggi tidak diimbangi pasokan valas di pasar, terjadi kelebihan permintaan devisa sehingga berdampak pada rupiah terus tertekan sepanjang semester I 2015..

Di sisi lain, Donald Trump menyatakan tidak memiliki rencana memecat Ketua The Fed Jerome Powell, meredam kekhawatiran soal independensi bank sentral AS.

Indeks dolar juga kembali melesat ke level 98 setelah dalam dua hari terakhir melandai ke 97..

Rupiah ambruk setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata dengan Iran kini “di ujung tanduk” setelah Teheran menolak proposal Washington untuk mengakhiri perang..

Namun, secara intraday rupiah sempat menyentuh level 16.800/US$.

(1) Agustus-Oktober 1997 Pelemahan rupiah pada Agustus hingga Oktober 1997 menjadi fase awal Krisis Moneter di Indonesia.

Setelah sempat menutup perdagangan Kamis 15 Januari 2026 di Rp16.880/US$, tekanan berlanjut hingga pada perdagangan Senin 19 Januari 2026 rupiah ditutup di Rp16.935/US$ sekaligus menjadi level penutupan terlemah sepanjang masa..

Pada hari ini, Selasa (12/5/2026) pukul 10.03 WIB, rupiah ada di posisi Rp 17.505 per dolar AS atau melemah 0,57%..

BI sendiri menegaskan risiko global, termasuk dampak perang di Timur Tengah, menjadi salah satu alasan utama tetap menahannya suku bunga acuan..

Penyebab utamanya adalah inflasi AS belum turun sesuai target,. Akibatnya, Tekanan terutama berasal dari faktor eksternal, yakni kebijakan suku bunga The Fed yang bertahan tinggi lebih lama terjadi…

Faktor eksternal kembali dominan, seiring menguatnya dolar AS. Selain itu, meningkatnya minat pasar pada aset berdenominasi dolar..

Penyebab utamanya adalah krisis ekonomi melebar menjadi krisis politik. Di samping itu, sosial, sehingga berdampak pada Tekanan ekstrem ini terjadi terjadi. juga perlu diperhatikan…

Pelaku pasar mencermati arah kebijakan The Fed di tengah rilis data ekonomi AS yang relatif solid, mulai dari inflasi produsen November yang naik tipis hingga penjualan ritel yang lebih kuat dari perkiraan.

Pengumuman kasus pertama di Indonesia pada awal Maret serta rencana pembatasan aktivitas memperburuk sentimen terhadap prospek ekonomi.

Rupiah sempat ditutup pada level Rp15.230/US$ pada 11 Oktober 2018.

Penembakan mahasiswa Universitas Trisakti pada 12 Mei 1998 memicu kerusuhan besar, penjarahan,. Tak hanya itu, pembakaran di Jakarta serta sejumlah kota lain, membuat investor menarik dana besar besaran turut berperan penting..

(12) Mei 2026 Rupiah semakin ambruk memasuki Mei 2026.

Mengacu data Refinitiv, per pukul 10.03 WB rupiah melemah 0,59% ke posisi Rp17.505/US$.

Pelemahan ini terjadi hanya sehari setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam RDG 21-22 April 2026.

Ketidakpastian kian memuncak ketika Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998, sementara pasar masih ragu terhadap stabilitas pemerintahan baru di bawah B.J.

Data Refinitiv pemperlihatkan pada 16 Juni 1998, rupiah ambruk hingga ditutup pada level terendah sepanjang masa di level 15.200/US$.

(10) Awal Januari 2026 Memasuki awal 2026, rupiah kembali mencatat level terlemah sepanjang masanya.

Rupiah yang sempat stabil di kisaran Rp9.000an/US$ pada Agustus 2008 kemudian merosot ke Rp12.100 sampai Rp12.600/US$ pada November 2008.

Hingga 14 September 2015, rupiah tercatat melemah 15,87% sepanjang tahun tersebut dengan ditutup di level Rp14.645/US$ di bulan tersebut.

Rupiah juga tercatat ditutup di Rp16.865/US$ sebagai titik terlemah sepanjang 2025 saat itu.

(7) Maret 2020 Salah satu momen pelemahan rupiah yang cukup dalam terjadi pada Maret 2020.

Depresiasi yang terus memburuk kemudian mendorong pemerintah meminta bantuan International Monetary Fund (IMF).

Sebagai contoh, dolar AS, yen, dan surat utang AS. sering terjadi ketika Dari sisi eksternal, melemahnya mata uang Turki, Argentina,. Selain itu, negara lain membuat investor memburu aset aman..

Langkah ini diambil terjadi karena ca. Tak hanya itu, gan devisa tidak lagi memadai untuk terus menahan rupiah lewat intervensi pasar. turut berperan penting..

(2) Mei-Juni 1998 Setelah tekanan 1997, rupiah memasuki fase paling kelam pada Mei hingga Juni 1998.

Contohnya, dolar AS dan obligasi pemerintah AS. dapat dilihat pada Kepanikan membuat investor global menarik, ditambah lagi dengan a dari emerging markets dan memindahkannya ke aset aman..

(3) April 2001 Memasuki era reformasi, rupiah kembali tertekan pada April 2001 hingga bergerak di kisaran Rp10.500 sampai Rp12.000/US$.

Pada Selasa 8 April 2025 rupiah ditutup melemah 1,84% ke level Rp16.850/US$..

Kondisi ini mendorong penguatan dolar AS. Di samping itu, memicu penarikan modal dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia juga perlu diperhatikan..

Sentimen ini memicu gejolak pasar keuangan global, diikuti penguatan DXY. Di samping itu, kenaikan imbal hasil US Treasury juga perlu diperhatikan..

(5) September 2015 Tekanan besar bagi rupiah kembali terjadi pada 2015.

Pasar masih sangat sensitif terhadap berbagai faktor eksternal, terutama ketidakpastian perang AS-Israel dengan Iran, kembali memanasnya ketegangan di Selat Hormuz, lonjakan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman, serta tingginya volatilitas pasar keuangan global.

Oleh sebab itu, sentimen pasar valas ikut memburuk. menjadi konsekuensi dari Di saat yang sama, hubungan pemerintah dengan IMF memburuk terjadi karena pencairan pinjaman tertunda akibat reformasi ekonomi dinilai berjalan lambat,..

Pemicu utamanya adalah ketidakpastian politik yang meningkat, saat ketegangan antara Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dengan DPR. Di samping itu, MPR memuncak seiring rencana sidang istimewa untuk pemberhentian presiden juga perlu diperhatikan..

Dari dalam negeri, defisit APBN 2025 sebesar 2,92% atau Rp695,1 triliun turut menambah tekanan, seiring meningkatnya kekhawatiran investor asing terhadap kondisi fiskal Indonesia.

Oleh sebab itu, Investor global kembali memprioritaskan aset berbasis dolar terjadi. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah pasar menilai ruang pemangkasan suku bunga The Fed lebih sempit dari ekspektasi awal,..

Level tersebut menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang masa yang baru secara intraday, sekaligus menandai bahwa mata uang Garuda kini telah menembus level psikologis baru di Rp17.300/US$.

Dalam sejarahnya, mata uang Garuda beberapa kali masuk ke fase sulit, mulai dari krisis moneter, gejolak politik dalam negeri, hingga guncangan global yang mendorong arus. Selain itu, a keluar ke aset aman..

(6) September-Oktober 2018 Pada September sampai Oktober 2018, rupiah melemah seiring gejolak di sejumlah negara emerging market.

Perjanjian bantuan pertama ditandatangani pada 31 Oktober 1997, dengan salah satu syarat utama penutupan 16 bank swasta nasional..

(11) April 2026 Tekanan terhadap rupiah semakin dalam sepanjang April 2026.

Pelemahan kali ini pun menambah daftar panjang periode penuh tekanan yang pernah dialami rupiah.

(8) Mei-Juni 2024 Pada Juni 2024, rupiah kembali menembus level Rp16.400/US$, menjadi titik terendah sejak masa pandemi April 2020.

Sebagai dampak pernyataan Trump, harga minyak kembali melonjak 1% pada hari ini setelah pada Senin juga melesat 2% lebih.

Pada periode ini, kurs rupiah merosot dari sekitar Rp2.500/US$ menjadi kisaran Rp3.000an/US$ Tekanan spekulasi yang sangat kuat membuat Bank Indonesia akhirnya meninggalkan sistem managed floating. Tak hanya itu, beralih ke kurs mengambang bebas turut berperan penting..

Depresiasi dipicu berkurangnya arus modal asing akibat sentimen global, terutama normalisasi kebijakan moneter Bank Sentral AS. Di samping itu, devaluasi yuan China juga perlu diperhatikan..

Bahkan rupiah sempat menyentuh Rp16.970/US$ pada 9 April 2025 pukul 09.40 WIB, yang menjadi posisi terlemah intraday sepanjang masa.

Teheran juga menegaskan kendalinya atas Strait of Hormuz, jalur yang biasanya mengangkut sekitar 20% pasokan minyak. Tak hanya itu, gas dunia. turut berperan penting..

// (4) Oktober-November 2008 Salah satu masa kelam rupiah juga terjadi pada 2008.

Iran menuntut penghentian konflik di semua front, termasuk di Lebanon, kompensasi atas kerusakan perang, pencabutan blokade laut AS, jaminan tidak ada serangan lanjutan,, ditambah lagi dengan pemulihan ekspor minyaknya..

Level ini menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang masa secara intraday, sekaligus menandai jebolnya level psikologis baru di Rp17.500/US$.

(9) April 2025 Rupiah tertekan tajam pada April 2025 setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif global yang agresif pada 2 April 2025.

Suku bunga The Fed tercatat berada di 5,25% – 5,50%. Tak hanya itu, bertahan dari Juli 2023 hingga Agustus 2024 atau sekitar satu tahun turut berperan penting..

BI juga menahan suku bunga Deposit Facility di 3,75%. Selain itu, Lending Facility di 5,50%, dengan penekanan bahwa kebijakan tersebut ditempuh untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga pertumbuhan ekonomi..

Meski demikian, pasar masih memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan akhir bulan, dengan peluang pemangkasan mulai terbuka pada pertengahan tahun.

Namun, tekanan terhadap rupiah belum juga mereda.

Contohnya, dolar AS turut berperan penting. dapat dilihat pada Investor asing menarik. Tak hanya itu, a besar besaran dari pasar saham dan SBN Indonesia untuk berpindah ke safe haven..

Pemicu utamanya adalah kepanikan global akibat pandemi Covid 19.

Pada perdagangan Kamis (23/4/2026) rupiah kembali terpuruk, ditambah lagi dengan menyentuh Rp17.300…

Pada Oktober sampai November tahun itu, tekanan rupiah datang dari luar negeri melalui Krisis Finansial Global yang berawal dari runtuhnya pasar perumahan AS, ditambah lagi dengan memuncak saat Lehman Brothers bangkrut pada September 2008..

Nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp16.550/US$ sekaligus anjlok 13,67% sepanjang Maret 2020, bahkan menembus level psikologis Rp16.000/US$ yang menjadi level terlemah sejak krisis 1998..

Rupiah menembus level psikologis Rp17.000/US$ pada 1 April 2026 sekaligus terus mencetak rekor pelemahan baru…

Perkembangan terkait Dolar Tembus Rp 17.500, Ini Titik Genting Rupiah Sepanjang Sejarah RI akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By