Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dunia Mulai Krisis Pupuk, Aluminium hingga Helium Karena Perang Iran yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Contohnya, ga perdagangan pupuk laut dunia melewati Selat Hormuz dapat dilihat pada Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan..
Namun ternyata minyak bukanlah satu-satunya yang tertahan.
Bahan aktif dalam sebagian besar obat mulai dari aspirin hingga antibiotik juga membutuhkan bahan petrokimia.
Korban industri lain yang mungkin tidak terduga adalah helium.
Laura Stoyanova dari Argus Media bahkan mencatat bahwa harga slab, yang merupakan produk antara, kini lebih mahal dibandingkan hot-rolled coil, produk jadi.
Kondisi ini meningkatkan biaya operasi, berisiko merusak peralatan, serta menghasilkan lebih sedikit diesel. Selain itu, bahan bakar jet, dua produk yang saat ini paling langka…
Akibatnya, sekitar 22% perdagangan urea dunia, 24% aluminium global,, misalnya ga helium dunia, serta 45% sulfur berasal dari kawasan tersebut..
Seorang trader bahkan menggambarkan pasar regional untuk pengiriman jangka pendek kini “praktis berhenti”.
Sektor transportasi menjadi salah satu yang pertama terdampak, terutama terkait produk minyak olahan.
Contohnya, styrene. Tak hanya itu, polyethylene turut berperan penting. dapat dilihat pada Wilayah ini menyumbang hampir 45% aliran nafta laut global serta sekitar 23-30% ekspor bahan baku plastik penting..
Pada 13 Maret, Menteri Pertanian Amerika Serikat Brooke Rollins mengatakan pemerintah se sekaligus g meninjau berbagai solusi finansial untuk membantu petani, bahkan menyebut krisis pupuk ini sebagai “isu keamanan nasional”…
Ca sekaligus gan hidrokarbon mereka yang besar menjadikan kawasan ini lokasi ideal bagi industri pengolahan bahan mentah..
Selain itu, kawasan Teluk memasok sekitar 26% berlian industri dunia yang digunakan untuk alat pemotong. Selain itu, pengeboran, 26% glikol yang digunakan dalam cat, serta 30% metanol yang dipakai dalam produksi plastik, resin, bahan kimia, dan material konstruksi…
Sulfur nutrisi penting bagi tanaman juga semakin langka.
Sejak perang Teluk ketiga dimulai tiga minggu lalu, satu angka paling banyak menyita perhatian dunia harga minyak mentah.
Pada saat yang sama, kilang-kilang di kawasan Teluk yang termasuk terbesar di dunia hampir tidak mengirimkan produk sejak akhir Februari.
Pupuk yang datang beberapa minggu terlambat tidak lagi dapat digunakan untuk panen 2026.
Negara-negara berkembang berpotensi terdampak paling keras.
Gangguan pada pengolahan logam dapat berdampak hingga 2027..
Sekitar dua pertiga di antaranya berupa urea yang biasanya diproduksi dari gas alam, sementara sisanya sebagian besar adalah fosfat..
Namun langkah-langkah tersebut belum mampu meyakinkan para trader bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali.
Alasannya adalah ketergantungannya pada pabrik petrokimia di kawasan Teluk yang kini sulit mengekspor produk mereka.. Akibatnya, Industri manufaktur juga menghadapi tekanan berat…
Selain digunakan sebagai pupuk, asam sulfat yang berasal dari sulfur juga penting untuk mengekstraksi logam dari bijih dalam pemrosesan tembaga, ditambah lagi dengan nikel..
Dengan musim tanam musim semi yang segera dimulai di belahan bumi utara, petani menghadapi pilihan sulit, membayar pupuk jauh lebih mahal, mengurangi penggunaannya, atau menanam lebih sedikit jagung. Tak hanya itu, gandum yang membutuhkan banyak nutrisi. turut berperan penting..
Situasi ini diibaratkan, misalnya adonan mentah yang menjadi lebih mahal daripada roti yang sudah dipanggang…
Dampak ganda ini membuat China menghentikan seluruh ekspor produk minyak olahan, yang pada gilirannya memicu lonjakan harga bensin, diesel,, ditambah lagi dengan bahan bakar jet di Singapura sang pusat perdagangan minyak Asia…
Kenya, Pakistan, Somalia, Sri Lanka,. Selain itu, Tanzania masing-masing memperoleh lebih dari seperempat pasokan pupuknya dari kawasan Teluk..
Hilangnya sebagian besar minyak mentah dari Teluk menimbulkan masalah serius bagi kilang di Asia..
Dampak paling berat dirasakan wilayah yang paling bergantung pada pasokan Teluk,, misalnya Eropa yang mengandalkan kawasan ini untuk 14% impor aluminium, serta Amerika Serikat dengan porsi sekitar 21%…
Hal ini disebabkan oleh faktor di luar kendali mereka., akibatnya Sejumlah produsen plastik di Asia bahkan telah menyatakan force majeure, yang berarti mereka tidak dapat memenuhi kontrak..
Ketika serangan drone menghantam fasilitas industri sekaligus blokade Hormuz menghambat ekspor, rantai pasok vital ini mengalami tekanan besar…
Sebagai contoh, billet, ditambah lagi dengan slab ke Asia. sering terjadi ketika Iran sendiri juga merupakan pemasok penting baja setengah jadi..
Contohnya, ga pasokan global di kompleks Ras Laffan dapat dilihat pada Qatar sebelumnya memproduksi sekitar 17 ton helium per hari sekitar..
Seiring turunnya ekspor, harga beberapa jenis baja melonjak tajam.
Seiring waktu, semakin jelas bahwa negara-negara Teluk memainkan peran penting dalam pasokan berbagai komoditas lain..
Bahkan sebelum konflik, pupuk sudah mahal: dalam tiga bulan terakhir saja, harga pengiriman ke Amerika Serikat melonjak lebih dari 70%..
Perusahaan pelacak kapal Vortexa memperkirakan sekitar 125 kapal tanker produk minyak, atau sekitar 5% armada global, kini terjebak di Teluk..
Minyak yang dialihkan melalui pipa di Arab Saudi. Di samping itu, Uni Emirat Arab sebagian besar masih berupa minyak mentah yang belum diolah juga perlu diperhatikan..
Letaknya juga strategis, berada di antara Asia yang tumbuh cepat. Selain itu, Eropa yang kaya…
Akibatnya, harga aluminium di London Metal Exchange untuk kontrak pengiriman tiga bulan naik US$300 menjadi US$3.440 per ton mendekati level tertinggi dalam empat tahun.
Hal yang sama terjadi pada muatan kapal tanker yang berani melewati Selat Hormuz.
Margin keuntungan kilang pun anjlok, memicu pemangkasan produksi antara 5-15% di China, India, Jepang,. Selain itu, Thailand, serta lebih besar di wilayah lain…
Pada 16 Maret, Brent, patokan global, sempat menembus US$106 per barel, level tertinggi sejak Juli 2022, beberapa bulan setelah invasi Rusia ke Ukraina..
Harganya telah naik sekitar 40% sejak akhir Februari, melampaui rekor sebelumnya pada 2022.
Smelter besar di Qatar mengalami kekurangan gas, sementara pabrik di Bahrain. Tak hanya itu, Uni Emirat Arab tidak dapat mengekspor produknya turut berperan penting..
Banyak dari fasilitas ini bergantung pada bahan baku impor yang kini tidak lagi masuk.
Gas ini penting untuk mendinginkan magnet super yang digunakan dalam produksi chip semikonduktor, ditambah lagi dengan merupakan produk sampingan dari gas alam cair (LNG)…
Biaya pengiriman bahan bakar kini melonjak tajam di hampir seluruh dunia..
Krisis ini kemungkinan akan semakin memburuk sebelum membaik.
Bagi industri-industri yang terkena dampak kekurangan ini, hitungan mundur telah dimulai.
Menghidupkan kembali kilang, smelter,. Di samping itu, pabrik petrokimia yang berhenti beroperasi yang biasanya bekerja pada suhu dan tekanan ekstrem dapat memakan waktu berbulan-bulan juga perlu diperhatikan..
Banyak negara yang lebih miskin sudah mulai menutup sekolah, mempersingkat minggu kerja,. Tak hanya itu, melakukan pembatasan bahan bakar turut berperan penting..
Svein Tore Holsether, CEO Yara salah satu perusahaan pupuk terbesar di dunia memperingatkan bahwa penutupan Selat Hormuz dalam jangka panjang akan menjadi bencana bagi pasokan pangan global.
Dampak paling mencolok terlihat pada aluminium, logam yang digunakan dalam kemasan, transportasi, jaringan listrik,. Di samping itu, energi terbarukan juga perlu diperhatikan..
Harga urea naik sekitar 35% sejak perang dimulai.
Meskipun Oman memang masih mengekspor aluminium dari pelabuhan di luar Selat Hormuz,, tetap saja wilayah tersebut juga berada di bawah ancaman serangan. Selain itu, biaya pengiriman melonjak tajam….
Penambang dari Indonesia hingga Afrika kini berlomba mencari alternatif pasokan..
Pemodelan oleh Michelle Brouhard dari perusahaan data Kpler menunjukkan bahwa jika Selat Hormuz tetap tertutup, wilayah Oseania dapat menghabiskan 80% stok bahan bakar jet mereka dalam 36 hari, sementara Afrika dalam 23 hari.
China mengimpor volume besar bahan baku petrokimia dari Teluk, sementara India, produsen obat generik terbesar di dunia, juga sangat bergantung pada pasokan tersebut..
Melansir The Economist, presiden Amerika Serikat Donald Trump berupaya menekan harga, meminta bantuan sekutu NATO, sekaligus bahkan mengawasi pelepasan cadangan minyak strategis terbesar sepanjang sejarah..
Kekurangan bahan bakar, ditambah lagi dengan bahan kimia mulai mengancam berbagai industri, mulai dari pertanian hingga farmasi…
Jakarta, CNBCΒ Indonesia- Perang Iran kini mengguncang pasar komoditas global jauh melampaui minyak.
Sekitar 10-15% pasokan minyak global masih terjebak..
Untuk Su. Selain itu,, angka tersebut bahkan melampaui setengah kebutuhan nasional…
Hal ini disebabkan oleh kerusakan kilang, infrastruktur yang hancur, serta keengganan perusahaan pelayaran kembali ke kawasan tersebut., akibatnya Bahkan jika Hormuz segera dibuka kembali, normalisasi pasokan tidak akan terjadi cepat..
Negara-negara Asia di luar China, Jepang,. Di samping itu, Korea Selatan bahkan berisiko mengalami kekurangan bensin kritis hanya dalam 12 hari. juga perlu diperhatikan..
Ancaman yang lebih mengkhawatirkan muncul pada produksi pangan global.
Banyak rantai pasok dunia ternyata bergantung pada sebuah jalur laut selebar hanya 54 kilometer di sepanjang Iran.
Kerentanan tersebut kini baru benar-benar terlihat..
Tiga sektor utama transportasi, manufaktur,. Di samping itu, produksi pangan sudah mulai merasakan dampaknya, dan kerusakan diperkirakan akan semakin meluas. juga perlu diperhatikan..
Namun fasilitas tersebut kini berhenti beroperasi. Selain itu, hampir tidak ada pengganti yang siap menggantikan pasokan helium tersebut…
Tahun lalu, sekitar 69% impor bahan bakar jet Eropa berasal dari kawasan Teluk atau Asia.
Selain jauh lebih mahal, pasokan alternatif juga lebih ringan. Di samping itu, memiliki kandungan sulfur lebih rendah dibandingkan minyak yang dirancang untuk diproses oleh kilang-kilang tersebut juga perlu diperhatikan..
Perkembangan terkait Dunia Mulai Krisis Pupuk, Aluminium hingga Helium Karena Perang Iran akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Purbaya Ungkap Skenario Bila Harga Minyak US$ 92 per Barel | Equityworld Futures
- 10 Jalur Perdagangan Terpenting Dunia: Selat Hormuz – Terusan Suez | Equityworld Futures