Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Era Powell Berakhir Malam Ini: Apa Kebijakan Fed Paling Guncang Dunia? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Oleh sebab itu, Trump berkali-kali mendesak The Fed agar memangkas bunga lebih cepat terjadi. juga perlu diperhatikan. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah bunga tinggi dianggap menekan ekonomi. Di samping itu, pasar saham,..
Ketidakpastian perdagangan membuat dunia usaha lebih berhati-hati, sementara pasar keuangan menjadi lebih sensitif terhadap arah kebijakan The Fed..
Namun, langkah keras The Fed perlahan mulai memberi hasil.
Pada Maret 2020, The Fed memangkas suku bunga acuan ke kisaran 0%-0,25%.
Ketika ekonomi mulai dibuka kembali, uang murah, stimulus fiskal,. Di samping itu, permintaan masyarakat yang melonjak membuat tekanan harga mulai muncul. juga perlu diperhatikan..
The Fed juga sempat menilai inflasi sebagai fenomena transitory atau sementara.
Meski belum langsung kembali ke target 2%, tekanan harga tidak sepanas sebelumnya..
Hal ini disebabkan oleh bisa dibaca sebagai tekanan hukum terhadap Ketua The Fed., akibatnya Bagi pendukung Powell, langkah ini dinilai berbahaya..
Ujian terbesar pertama Powell datang pada 2020, ketika pandemi Covid-19 menghantam dunia..
Walaupun Tujuannya sederhana,, dampaknya besar untuk membuat biaya pinjaman lebih mahal agar permintaan melambat. Selain itu, tekanan harga bisa turun.. masih menjadi prioritas..
Dalam waktu singkat, situasi berubah drastis.
Pada Juli 2023, The Fed menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 5,25%-5,50%.
Pada Juli 2025, Trump mengunjungi lokasi renovasi bersama Powell..
Meski Trump menunjuk Powell sebagai Ketua The Fed pada 2018,, namun kemudian menjadi salah satu pengkritik paling keras kebijakan suku bunga bank sentral AS. tetap penting..
Arah kebijakan The Fed ikut menentukan pergerakan dolar AS, arus modal global, yield obligasi, hingga tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah..
// .
Dia harus menjaga kepercayaan pasar bahwa keputusan bank sentral dibuat berdasarkan kondisi ekonomi, bukan tekanan politik dari Gedung Putih..
Rantai pasok global masih terganggu, biaya logistik naik,. Di samping itu, harga energi ikut menanjak. juga perlu diperhatikan..
Hubungan Powell dengan Donald Trump sejak awal memang penuh tekanan.
Fase ini menunjukkan satu hal penting dari gaya Powell, yakni pragmatis. Tak hanya itu, bersedia mengubah arah ketika data ekonomi mulai memberi sinyal bahaya. turut berperan penting..
Namun, pemulihan itu tidak berjalan mulus..
Drama keduanya lalu melebar ke proyek renovasi gedung The Fed di Washington.
Awalnya, banyak pihak melihat lonjakan harga hanya bersifat sementara.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa The Fed melihat ekonomi AS cukup kuat untuk menanggung bunga yang lebih tinggi..
Dalam beberapa kesempatan, Trump juga melontarkan kritik keras lain kepada Powell..
Tingkat pengangguran rendah, pasar tenaga kerja solid,. Di samping itu, ekonomi masih melanjutkan pemulihan setelah krisis keuangan global 2008. juga perlu diperhatikan..
Tekanan semakin besar ketika perang dagang AS-China menekan prospek ekonomi global.
Di sinilah Powell menghadapi ujian awal sebagai Ketua The Fed.
Powell masuk ke kursi Ketua The Fed menggantikan Janet Yellen.
Langkah ini dilakukan untuk menahan kepanikan pasar. Selain itu, memberi ruang bagi dunia usaha serta rumah tangga agar tetap bisa mendapatkan pembiayaan murah…
Pemangkasan berlanjut pada November sekaligus Desember 2024..
Biaya pinjaman ditekan rendah, likuiditas digelontorkan,. Selain itu, kepercayaan terhadap sistem keuangan perlahan pulih…
Trump menyebut Powell sebagai “Jerome ‘Too Late’ Powell”, sindiran bahwa Powell selalu terlambat membaca arah ekonomi..
Tujuannya adalah memastikan pasar keuangan tetap memiliki likuiditas. Di samping itu, sistem kredit tidak berhenti bekerja. juga perlu diperhatikan..
Namun, keputusan itu langsung membawa Powell ke pusaran tekanan politik.
Salah satunya dilakukan dengan menaikkan suku bunga secara bertahap..
The Fed yang sebelumnya mencoba menjaga kebijakan tetap normal harus kembali membuka keran stimulus besar-besaran..
Alasannya adalah sebagian senator Partai Republik enggan mendukungnya selama penyelidikan terhadap Powell masih berjalan.. Akibatnya, Sebelumnya, proses pencalonan Warsh sempat tertahan…
Di sana, Trump secara terbuka mengkritik biaya proyek yang menurutnya membengkak hingga sekitar US$3,1 miliar.
Di masa itu, Powell banyak dipuji terjadi karena The Fed bergerak cepat..
Berbeda dari sejumlah pendahulunya yang dikenal kuat sebagai ekonom akademis, Powell datang dengan latar belakang hukum, pemerintahan, sekaligus pasar keuangan…
Saat dia mulai menjabat pada 2018, ekonomi AS masih berada dalam kondisi yang relatif kuat.
Sebelum itu, Powell dijadwalkan lebih dulu memimpin rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28-29 April 2026.
Pasar keuangan yang sempat jatuh dalam kembali mendapatkan dukungan.
Pada Desember 2018, The Fed menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 2,25%-2,50%.
Fase ini menjadi salah satu bagian paling penting dari warisan Powell.
Kondisi itu membuat inflasi AS terus merangkak naik.
Namun, dia juga memimpin salah satu siklus kenaikan suku bunga paling agresif dalam sejarah The Fed. Di samping itu, berhasil menurunkan inflasi tanpa langsung menjatuhkan ekonomi AS ke resesi. juga perlu diperhatikan..
Hal ini disebabkan oleh angka itu dinilai ikut memasukkan renovasi gedung lain yang sudah selesai beberapa tahun sebelumnya., akibatnya Powell membantah hitungan tersebut..
Meski masa jabatannya sebagai Ketua The Fed berakhir pada 15 Mei 2026, posisinya sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed masih berlaku hingga 31 Januari 2028..
Pada September 2024, The Fed memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin ke kisaran 4,75%-5,00%.
The Fed mulai menaikkan suku bunga secara agresif pada 2022.
Walaupun Permintaan masyarakat melonjak,, pasokan barang belum sepenuhnya pulih masih menjadi prioritas..
Setelah inflasi lebih terkendali. Selain itu, risiko terhadap pasar tenaga kerja mulai ikut diperhatikan, The Fed akhirnya membuka ruang pelonggaran..
Pada akhirnya, DOJ menutup penyelidikan terhadap Powell pada 24 April 2026.
Imbal hasil obligasi AS naik, investor global kembali memburu aset dolar,. Di samping itu, negara berkembang ikut merasakan dampaknya. juga perlu diperhatikan..
Kebijakan ini membuat dolar AS menguat tajam dalam beberapa periode.
Melansri dari Reuters, keputusan itu ikut membuka jalan bagi proses konfirmasi Kevin Warsh, calon pengganti Powell yang diusulkan Trump.
Inflasi AS yang sempat menyentuh level tertinggi dalam empat dekade mulai melandai.
Jakarta, Equityworld Futures – Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell yang akan segera menutup masa jabatannya pada 15 Mei 2026 mendatang..
Attorney Jeanine Pirro mengatakan perkara tersebut akan diserahkan kepada pengawas internal The Fed untuk menelaah pembengkakan biaya renovasi..
Tidak hanya itu, The Fed juga kembali menjalankan pembelian aset dalam jumlah besar.
Isu renovasi ini kemudian menjadi amunisi politik baru.
Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak awal 2008.
Artinya, bank sentral AS mulai mengurangi kebijakan super-longgar yang sebelumnya diterapkan setelah krisis keuangan global.
Sebagai contoh, ini menimbulkan kekhawatiran. sering terjadi ketika Hal ini disebabkan oleh dapat mengganggu persepsi terhadap independensi The Fed., akibatnya Bagi pasar, serangan terbuka..
Dari penyelamat pasar, dia berubah menjadi pemburu inflasi..
Hal ini disebabkan oleh rumah tangga AS sudah terbiasa dengan inflasi rendah selama bertahun-tahun., akibatnya Tekanan ini semakin berat..
Pertemuan ini akan menjadi rapat terakhir Powell sebagai Ketua The Fed sebelum masa jabatan periode keduanya berakhir..
Tekanan terhadap Powell mencapai titik serius ketika Departemen Kehakiman AS (DOJ) membuka penyelidikan terkait proyek renovasi tersebut, termasuk soal pembengkakan biaya. Selain itu, pernyataan Powell di Kongres…
Di luar inflasi. Tak hanya itu, suku bunga, tantangan besar lain yang membayangi akhir masa jabatan Powell adalah independensi The Fed. turut berperan penting..
Delapan tahun kepemimpinan Powell bukanlah periode yang mudah.
Powell pertama kali menjabat sebagai Ketua The Fed pada 5 Februari 2018.
Aktivitas ekonomi berhenti mendadak, bisnis tutup, angka pengangguran melonjak,, ditambah lagi dengan pasar keuangan global sempat panik…
Keputusan Powell juga tidak hanya mengguncang Wall Street.
Hal ini menandai perubahan besar dalam arah kebijakan The Fed..
Ini menjadi awal perubahan arah setelah periode pengetatan agresif..
Tekanan itu kemudian berubah menjadi serangan personal.
Setelah pandemi, ekonomi AS memang pulih cepat.
Hal ini disebabkan oleh dianggap terlambat membaca inflasi., akibatnya Dia memang dikritik..
Setelah sebelumnya menaikkan suku bunga, bank sentral AS mulai memangkas suku bunga untuk meredam risiko perlambatan ekonomi..
Dia memimpin The Fed ketika AS menghadapi perang dagang, tekanan politik dari Presiden Donald Trump, pandemi Covid-19, lonjakan inflasi tertinggi dalam empat dekade, hingga tekanan besar terhadap independensi bank sentral..
Inflasi AS melesat 9,1% secara tahunan, menjadi kenaikan terbesar dalam 40 tahun.
// .
Ini menjadi level tertinggi dalam lebih dari dua dekade..
Harga kebutuhan sehari-hari, energi, tempat tinggal, hingga jasa meningkat.
Pada akhir 2024, suku bunga The Fed berada di kisaran 4,25%-4,50%..
Dia kemudian kembali dilantik untuk periode kedua pada 23 Mei 2022..
Namun, Powell tetap menegaskan bahwa keputusan The Fed harus mengacu pada data inflasi, pasar tenaga kerja,, ditambah lagi dengan kondisi ekonomi, bukan tekanan politik dari Gedung Putih…
Kebijakan ini dikenal sebagai quantitative easing.
Dalam situasi itu, The Fed di bawah Powell melanjutkan normalisasi kebijakan moneter..
Pada 2019, The Fed akhirnya mulai memutar arah.
Namun, kebijakan super-longgar tersebut juga membawa konsekuensi.
Powell yang sebelumnya membawa The Fed menyelamatkan ekonomi dari pandemi kemudian harus berganti peran.
Bagi Trump, kenaikan suku bunga dapat menghambat laju ekonomi AS..
Trump, yang saat itu ingin ekonomi tumbuh lebih cepat. Di samping itu, pasar saham tetap kuat, berkali-kali mengkritik The Fed juga perlu diperhatikan..
Perkembangan terkait Era Powell Berakhir Malam Ini: Apa Kebijakan Fed Paling Guncang Dunia? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Asia Gak Kompak Lawan Dolar AS: Bath dan Rupee Lebih Buruk dari Rupiah! | Equityworld Futures
- Pesta 4 Hari! Harga Emas Antam Hari Ini Melesat Rp 40.000 | Equityworld Futures