Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Menunggu Pekan “Mematikan”, Harga Emas dan Perak Langsung Babak Belur yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Ia menambahkan, dolar AS yang kuat. Selain itu, kenaikan imbal hasil Treasury terus menekan logam mulia, ditopang data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan…
Menurutnya, aktivitas bank sentral global yang beragam serta ketidakpastian waktu pemangkasan suku bunga di tengah inflasi berbasis komoditas berpotensi membuat harga emas tetap volatil..
Pelaku pasar akan mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga berikutnya..
Dalam jangka pendek, inflasi yang tinggi berpotensi menunda penurunan suku bunga sekaligus menopang dolar AS,. Akibatnya, menjadi tekanan bagi perak…
Namun dalam jangka panjang, prospek perak dinilai tetap positif, terutama jika area support di kisaran US$50-US$60 mampu bertahan..
Pada Senin (27/4/2026) pukul 06.27 WIB, harga emas ada di US$ 4679,32 per troy ons atau jatuh 0,62%..
Dalam sepekan, perak menguat tipis 0,02%. Pada Senin (27/4/2026) pukul 06.27 WIB, harga perak ada di US$ 74,83 per troy ons atau jatuh 1,12%..
Hal ini membuat pasar menjadi lebih sensitif. Selain itu, sulit ditebak…
Walaupun Ke depan, emas diperkirakan masih mendapat dukungan di area bawah,, rentan terkoreksi jika dolar AS tetap perkasa. Selain itu, tensi geopolitik mereda.. masih menjadi prioritas..
Memasuki awal pekan ini, harga emas langsung ambruk.
Namun, tren jangka panjang perak tetap positif, terutama jika area support harga di kisaran US$50 hingga US$60 tetap terjaga..
Oleh sebab itu, Prospek jangka pendek kemungkinan tetap bergejolak terjadi.. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah inflasi yang lebih tinggi dapat menunda pemangkasan suku bunga, ditambah lagi dengan memperkuat dolar AS,..
Contohnya, sektor perumahan, inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE), kepercayaan konsumen, hingga aktivitas manufaktur dapat dilihat pada Selain itu, pasar juga menunggu sederet data ekonomi AS..
Analis Saxo Bank menilai harga emas masih terjebak dalam tarik-menarik antara permintaan aset aman (safe haven), kekuatan dolar AS,. Di samping itu, perkembangan geopolitik terkait Iran juga perlu diperhatikan..
Data-data ini berpotensi memengaruhi ekspektasi pemangkasan suku bunga. Di samping itu, arah dolar AS. juga perlu diperhatikan..
Sementara itu, perak (XAG) juga diperkirakan tetap bergejolak.
“Harga emas memangkas sebagian kenaikan pekan lalu setelah gagal menembus US$5.000 per ons, serta terbebani aksi ambil untung usai reli 10%-12% dalam empat pekan sebelumnya,” kata Mer..
// .
Sebagai contoh, saat reli sebelumnya sering terjadi ketika Meski investor masih memanfaatkan pelemahan harga untuk akumulasi, belum terlihat arus beli besar-besaran..
Investor juga akan menanti keputusan kebijakan moneter dari sejumlah bank sentral utama, termasuk The Fed, Bank of Japan (BOJ), Bank of England (BOE),. Tak hanya itu, Bank Sentral Eropa (ECB). turut berperan penting..
Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas, ditambah lagi dengan perak diperkirakan masih bergerak di bawah tekanan pada pekan ini..
Pasar perak tengah mencerna sikap hawkish The Fed, harga minyak yang tinggi, sekaligus membaiknya likuiditas pasar…
Sejumlah sentimen besar mulai dari rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed), penguatan dolar AS, lonjakan harga minyak, hingga tensi geopolitik Iran diperkirakan menjadi penentu arah logam mulia..
Analis Saxo Bank juga memperingatkan, hingga ada kemajuan nyata menuju perdamaian di Timur Tengah, emas, ditambah lagi dengan perak kemungkinan masih bergerak dalam rentang terbatas…
// .
Harga perak pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (24/4/2026), menguat 0,33%.
Pergerakan emas kembali volatil setelah sebelumnya gagal menembus level psikologis US$5.000 per troy ons.
Oleh sebab itu, Secara khusus, rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 29 April akan menjadi perhatian besar pasar.. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah dipan sekaligus g sebagai pertemuan penting terakhir di bawah kepemimpinan Jerome Powell..
Pasar perak (XAG) menunjukkan volatilitas ketika pasar mencerna sikap hawkish Federal Reserve, kenaikan harga minyak,. Di samping itu, membaiknya likuiditas. juga perlu diperhatikan..
Mengacu Refinitiv, harga emas pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (24/4/2026), naik tipis 0,34%.
“Fokus pekan depan akan tetap tertuju pada perkembangan pembicaraan damai antara Amerika Serikat sekaligus Iran, serta potensi dampaknya terhadap minyak, emas, dan pasar keuangan global,” ujar Pranav Mer, Vice President Commodity & Currency Research JM Financial Services Ltd, kepada PTI…
Namun secara mingguan, emas masih terkoreksi sekitar 2,5%, menandakan tekanan jual belum sepenuhnya reda..
Bank investasi tersebut memangkas target harga emas semester II-2026 menjadi US$5.200 per troy ons dari sebelumnya US$5.700..
Dalam beberapa pekan terakhir, harga emas tercatat bergerak di kisaran tinggi US$4.800-an hingga rendah US$4.700-an..
Morgan Stanley menyebut revisi itu dipicu melemahnya permintaan dari institusi resmi, arus keluar berlanjut dari Exchange Traded Fund (ETF), serta berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga..
Pan. Tak hanya itu, gan hati-hati juga datang dari Morgan Stanley turut berperan penting..
Perkembangan terkait Menunggu Pekan “Mematikan”, Harga Emas dan Perak Langsung Babak Belur akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equity World Trillium Surabaya – Emas Stabil Jelang Keputusan Fed, Suku Bunga Tetap di 4,50%
- Daftar Negara Berkembang Paling Rentan Krisis Minyak, Ada RI | Equityworld Futures