Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Daftar Negara Berkembang Paling Rentan Krisis Minyak, Ada RI yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Untuk memetakan potensi krisis makroekonomi saat ini, kerentanan suatu negara diukur melalui dua dimensi utama yaitu tingkat eksposur (ketergantungan pada impor energi serta remitansi dari kawasan Teluk). Di samping itu, bantalan keuangan (kapasitas untuk menyerap guncangan). juga perlu diperhatikan..
Namun, Thailand memiliki ca. Selain itu, gan minyak strategis yang mencukupi untuk 100 hari serta cadangan devisa yang mampu menutupi kebutuhan impor selama lebih dari tujuh bulan…
Alasannya adalah bantalan keuangan yang lemah sehingga berdampak pada Meskipun memiliki tingkat eksposur menengah, Bangladesh, ditambah lagi dengan Sri Lanka menghadapi risiko tinggi….
Direktur Pelaksana. Tak hanya itu, a Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, menyebut situasi saat ini sebagai kondisi yang “tidak terbayangkan” turut berperan penting..
Namun, Indonesia juga memiliki buffer yang cukup kuat dibandingkan negara lain..
Sektor garmen yang menjadi tulang punggung ekspor negara tersebut sangat bergantung pada bahan bakar impor, sehingga berdampak pada kenaikan harga energi secara langsung memperburuk neraca perdagangan…
Jakarta, Equityworld Futures – Perang Teluk ketiga telah memicu gangguan pasokan energi global yang berdampak signifikan pada negara-negara berpendapatan rendah sekaligus berkembang…
Bantalan keuangan kedua negara sangat terbatas.
Pola ini terlihat jelas pasca-invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Hal ini ditandai dengan antrean panjang untuk gas rumah tangga di Nepal, pengurangan hari operasional industri di Sri Lanka, hingga penutupan sekolah di Pakistan..
Pembangkit listrik di India juga lebih bergantung pada batu bara domestik, sehingga berdampak pada meminimalisasi dampak kenaikan harga gas impor terhadap perekonomian secara keseluruhan…
Kedua negara ini juga memiliki ketergantungan pada remitansi pekerja dari kawasan Teluk yang setara dengan 5-6% PDB.
Gangguan pada pasar tenaga kerja akibat konflik dapat menekan aliran masuk. Tak hanya itu, a ini, yang pada gilirannya memperlebar defisit transaksi berjalan. turut berperan penting..
Pakistan mengalokasikan sekitar 4% dari Produk Domestik Bruto (PDB) untuk impor minyak. Di samping itu, gas, dengan 90% pasokan berasal dari Timur Tengah. juga perlu diperhatikan..
Negara dengan Risiko Tertinggi: Yor sekaligus ia, Pakistan, dan Mesir..
Ca. Di samping itu, gan devisa Bangladesh hanya cukup untuk menutupi kebutuhan impor selama kurang dari tiga bulan. juga perlu diperhatikan..
Selain itu, kilang minyak India memiliki kapasitas untuk mengolah minyak mentah kualitas rendah, memungkinkan negara tersebut menyerap pasokan dari Rusia..
Thailand menghabiskan sekitar 7% dari PDB untuk impor minyak sekaligus gas..
Berikut adalah peringkat kerentanan sejumlah negara berkembang berdasarkan indikator tersebut:.
Penutupan Selat Hormuz menyebabkan krisis ketersediaan energi di berbagai wilayah.
Pakistan. Selain itu, Mesir berada pada posisi yang sangat rentan..
Eksposur Tinggi dengan Ketahanan Lebih Baik: Thailand, ditambah lagi dengan Nepal..
Secara historis, negara dengan perekonomian lemah menanggung beban terberat saat pasokan energi global menyusut..
India dinilai mampu menghadapi guncangan ini dengan baik.
Di luar risiko krisis makroekonomi, guncangan energi ini membawa implikasi kemanusiaan.
Sementara itu, Mesir menghabiskan sekitar 3% dari PDB untuk impor energi, dengan hampir setengahnya bersumber dari kawasan yang sama..
Harga pupuk nitrogen, yang diproduksi menggunakan gas alam, mengalami lonjakan harga yang berimbas langsung pada biaya produksi pangan di negara-negara miskin..
Ca. Selain itu, gan devisa Pakistan saat ini berada di bawah batas minimum yang direkomendasikan Dana Moneter Internasional (IMF)…
Ca. Tak hanya itu, gan devisa India cukup untuk tujuh bulan impor, didukung oleh stok minyak komersial dan resmi untuk sekitar 70 hari. turut berperan penting..
Di sisi lain, didukung oleh bantalan keuangan yang solid. justru terjadi walaupun Beberapa negara memiliki tingkat ketergantungan impor yang tinggi..
Contohnya, yang dialami oleh Sri Lanka dan Pakistan pada periode tersebut.. dapat dilihat pada Ketika negara-negara maju di Eropa memberikan subsidi energi, negara importir dengan ca, ditambah lagi dengan gan devisa dan ruang fiskal terbatas justru mengalami krisis neraca pembayaran,..
Bagaimana dengan Indonesia?Dalam analisis The Economist, Indonesia ada di peringkat ke-13 dalam daftar negara Emerging Market yang paling tereksporย krisis minyak.
Net impor Indonesia sangat tinggi, termasuk dari Timur Tengah.
Program Pangan Dunia (WFP) memproyeksikan bahwa jumlah populasi yang menghadapi kelaparan akut dapat mencapai rekor tertinggi pada tahun 2026 apabila konflik terus berlanjut..
// .
Meskipun menghabiskan 3% dari PDB untuk impor energi dari luar negeri, bantalan keuangannya sangat kuat.
Nepal menonjol terjadi karena tingginya ketergantungan pada remitansi, di mana 8% dari PDB berasal dari pekerja di kawasan Teluk..
Yor. Selain itu, ia mencatatkan tingkat eksposur yang tinggi dengan bantalan keuangan yang tipis, meskipun hubungan diplomatiknya memungkinkan adanya dukungan darurat dari negara Barat maupun Teluk…
Di sisi lain, menjaga keterjangkauan harga pangan akan menjadi tantangan tersendiri. justru terjadi walaupun Mengamankan pembiayaan impor. Di samping itu, menstabilkan nilai tukar mata uang mungkin dapat mencegah krisis finansial,. juga perlu diperhatikan..
Negara ini baru saja pulih dari status gagal bayar pada tahun 2022 akibat guncangan harga energi sebelumnya,, ditambah lagi dengan saat ini masih memiliki cadangan devisa yang sangat terbatas…
Meskipun ca, ditambah lagi dengan gan minyaknya minim, Nepal memiliki simpanan mata uang asing (hard currency) yang cukup kuat untuk menahan guncangan awal…
Perkembangan terkait Daftar Negara Berkembang Paling Rentan Krisis Minyak, Ada RI akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- OJK Ungkap Alasan Penempatan Dana SAL Tak Cukup 6 Bulan | Equityworld Futures
- Equityworld Trillium Surabaya โย Data Inflasi PCE Yang Lebih Rendah