0 0
Read Time:4 Minute, 20 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait AS Kirim Destroyer-Kapal Induk ke Hormuz, Seberapa Ngeri Kekuatannya? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Sejak saat itu, USS Abraham Lincoln telah menjadi salah satu kekuatan penting angkatan laut AS selama lebih dari 30 tahun..

Wilayah tanggung jawab armada ini mencakup Arabian Gulf, Gulf of Oman, Laut Merah, hingga sebagian Samudra Hindia..

Kedua kapal tersebut dilaporkan CENTCOM telah melintasi selat Hormuz pada 11 April lalu. Selain itu, mulai menjalankan operasi awal untuk membuka jalur bagi pelayaran kapal-kapal disana…

Jakarta, Equityworld Futures – Amerika Serikat (AS) mulai menaikkan tensi di Timur Tengah setelah memutuskan akan memblokade seluruh lalu lintas kapal yang masuk. Selain itu, keluar dari pelabuhan Iran mulai Senin (13/4/2026) waktu setempat…

Di saat yang sama, Washington juga menyatakan akan mulai menghancurkan ranjau laut yang ditebar Iran di sepanjang selat Hormuz..

Meski begitu, sampai saat ini CENTCOM belum merinci secara terbuka jenis drone bawah air apa yang akan dipakai dalam operasi pembersihan ranjau di Hormuz..

Di belakang dua destroyer itu, AS juga punya USS Abraham Lincoln yang saat ini beroperasi di Laut Arab dalam dukungan operasi militer AS di Timur Tengah.

Proses pembangunannya dimulai pada 3 November 1984, lalu resmi mulai bertugas pada 11 November 1989.

Meski begitu, militer AS mengatakan bahwa kapal-kapal milik negara lain selain Iran tidak akan dihalangi atau artinya diperbolehkan melintasi selat tersebut..

USS Abraham Lincoln adalah kapal induk milik Amerika Serikat yang termasuk dalam kelas Nimitz, yakni kelompok kapal induk besar bertenaga nuklir..

CENTCOM sudah menyatakan bahwa unsur tambahan, termasuk underwater drones, akan ikut bergabung dalam operasi pembersihan ranjau dalam beberapa hari ke depan.

Meski Kekuatan utama kapal induk ini bukan cuma pada ba. Di samping itu, kapalnya,, namun pada kemampuan udaranya juga perlu diperhatikan. tetap penting..

// .

Salah satu alutsista yang paling penting justru bukan kapal besar, melainkan drone bawah air atau unmanned underwater vehicle (UUV)..

Operasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran akan a, ditambah lagi dengan ya aksi serangan dari pihak militer Iran…

CENTCOM juga menjelaskan bahwa dua kapal tersebut dipakai juga untuk mengamankan kondisi disana sebelum tim pemberishan ranjau laut di selat tersebut diturunkan..

Mereka juga akan menggabungkan teknologi nirawak untuk mendeteksi, memetakan, sekaligus membantu menyingkirkan ancaman di bawah permukaan laut…

USS Abraham Lincoln dapat membawa hingga sekitar 90 pesawat, ditambah lagi dengan helikopter..

Keduanya merupakan Arleigh Burke-class guided-missile destroyer, yakni kapal perusak milik Angkatan Laut AS yang dirancang untuk membawa rudal, mengawal armada,. Selain itu, menjalankan berbagai misi tempur di laut…

Angkatan Laut AS sebelumnya membentuk Task Group 59.1 di bawah Task Force 59, yang fokus pada penggunaan sistem tak berawak yang dipadukan dengan operator manusia untuk memperkuat keamanan maritim di kawasan Timur Tengah..

Alasannya adalah akan membuka kembali jalur lalu lintas kapal-kapal khususnya yang mengangkut energi. Akibatnya, Misi ini cukup mulia untuk dilakukan…

Langkah ini sejalan dengan arah pengembangan kekuatan laut AS di Timur Tengah.

Dalam operasi tempur, komposisinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan misi.

Walaupun Alasannya adalah ancaman utama di Hormuz saat ini bukan hanya konfrontasi terbuka,, juga bahaya ranjau laut yang bisa melumpuhkan arus kapal-kapal yang melintas.. Akibatnya, Ini penting. masih menjadi prioritas…

Kapal ini merupakan unit kelima dalam kelas tersebut, ditambah lagi dengan dibangun oleh Newport News Shipbuilding..

Artinya, dalam misi membersihkan Selat Hormuz, AS kemungkinan besar tidak hanya mengandalkan kapal perang biasa..

Gugus tempurnya saat ini membawa lebih dari 60 pesawat sayap tetap. Tak hanya itu, helikopter, termasuk pesawat tempur, pesawat peringatan dini, pesawat perang elektronik, dan helikopter anti-kapal selam maupun pencarian-penyelamatan. turut berperan penting..

Langkah ini diambil setelah perundingan akhir pekan antara Washington sekaligus Teheran gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung sekitar enam pekan…

Selat ini merupakan salah satu choke point paling penting di dunia,. Selain itu, memang masuk dalam area operasi Armada Kelima AS atau U.S..

Melansir dari komando pusat AS yang membawahi Timur Tengah yakni US Central Commnand (CENTCOM), saat ini militer AS telah menurunkan dua kapal perang jenis perusak (destroyer).

Namun dalam praktiknya, menjaga sekaligus membersihkan Selat Hormuz bukanlah operasi militer yang mudah.

Lalu, armada apa saja yang paling mungkin dipakai AS untuk menjaga jalur ini?.

Petersen Jr (DDG-121). Tak hanya itu, USS Michael Murphy (DDG-112). turut berperan penting..

Hal ini disebabkan oleh membawa kekuatan udara yang besar, mulai dari jet tempur, pesawat peringatan dini (AWACS), hingga helikopter., akibatnya Kapal induk ini menjadi payung..

Perkembangan terkait AS Kirim Destroyer-Kapal Induk ke Hormuz, Seberapa Ngeri Kekuatannya? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By