Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Paling Loyo di Asia, Rupiah Sentuh Level Terburuk Sejak 1998 yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Se, ditambah lagi dengan gkan sepanjang pekan ini, rupiah pun masih terpuruk yakni melemah 0,56% secara point-to-point…
Melansir Refinitiv, pada Jumat (10/4/2026), rupiah ditutup melemah tipis 0,03% ke posisi Rp17.085/US$.
Kondisi ini dinilai ikut mendorong Bank Indonesia melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar..
Meski kondisi saat ini berbeda dengan 1998, pelemahan rupiah tetap tidak bisa dipan sekaligus g remeh..
Karena itu, pelemahan rupiah saat ini tidak cukup dibaca sebagai gejolak harian di pasar keuangan..
Pengalaman masa lalu menunjukkan tekanan pada nilai tukar dapat menjalar ke berbagai sisi, mulai dari inflasi, beban impor, biaya utang, hingga kepercayaan pelaku pasar terhadap arah kebijakan ekonomi nasional..
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan melambat menjadi 4,7% terjadi karena tekanan dari harga minyak yang lebih tinggi, ditambah lagi dengan sentimen penghindaran risiko hanya akan diimbangi sebagian oleh penerimaan komoditas dan inisiatif investasi pemerintah,” tulis Bank Dunia dalam laporannya, dikutip Kamis (9/4/2026)….
Jakarta, Equityworld Futures – Pekan ini terbilang menjadi pekan buruk bagi mata uang Garuda yakni rupiah, di mana pada pekan ini pula rupiah menyentuh level terburuknya sejak 1998..
Deretan mata uang Asia yang melemah pada pekan ini yakni rupiah, rupee India,. Tak hanya itu, dong Vietnam. turut berperan penting..
// .
Sementara dari dalam negeri, sentimen datang dari laporan terbaru Bank Dunia yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 4,7%, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 4,8% sekaligus juga di bawah target pemerintah dalam APBN 2026 sebesar 5,4%…
Posisi ini menjadi yang terburuk sejak krisis 1998 silam.
Dalam laporan East Asia & Pacific Economic Update edisi April 2026, Bank Dunia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tertekan oleh kenaikan harga minyak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Rupiah yang berada di level psikologis Rp17.000/US$, bukan sekadar angka psikologis,. Akan tetapi juga mengingatkan kita pada salah satu fase paling berat dalam sejarah ekonomi Indonesia ketika tekanan terhadap rupiah ikut menjadi pintu masuk krisis yang lebih besar. tidak boleh diabaikan..
Dalam sepekan terakhir, dolar AS sudah terkoreksi 0,53%..
// .
Dari eksternal, pasar masih dibayangi ketidakpastian global meski indeks dolar AS cenderung melemah tipis..
Pelemahan rupiah sepanjang pekan ini dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal, ditambah lagi dengan domestik..
Selain menjadi yang terburuk sejak 1998, rupiah juga terburuk dengan mata uang Asia lainnya pekan ini.
Bank Dunia juga menyoroti tekanan terhadap rupiah yang antara lain dipicu kekhawatiran pasar atas kebijakan fiskal serta arus keluar modal setelah keputusan MSCI membekukan sekuritas Indonesia dari indeksnya.
Indeks dolar AS (DXY), indeks yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia ini terpantau melemah 0,12% ke posisi 98,69 pada perdagangan kemarin.
Perkasanya mata uang Asia, kecuali rupiah, terjadi di tengah lesunya dolar AS sepanjang pekan ini.
Bahkan pada perdagangan Selasa (7/4/2026), rupiah jauh lebih buruk dari 1998..
Adapun baht Thailand menjadi yang paling kencang penguatannya pada pekan ini, yakni melonjak 2,11%, disusul won Korea Selatan yang melesat 1,71%..
Tekanan tersebut dinilai hanya akan sebagian diimbangi oleh penerimaan komoditas. Tak hanya itu, inisiatif investasi pemerintah. turut berperan penting..
Perkembangan terkait Paling Loyo di Asia, Rupiah Sentuh Level Terburuk Sejak 1998 akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equity World Trillium Surabaya – Harga Emas Naik Tipis di Tengah Prospek Pemangkasan Suku Bunga The Fed dan Ancaman Tarif Trump
- Wisatawan ke Jabar Sepanjang Libur Lebaran Capai 2,2 Juta | Equityworld Futures