0 0
Read Time:4 Minute, 22 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Perang Iran Tinggalkan “Cacat Permanen”, Harga Energi Sulit Turun yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Kondisi ini membuat banyak pemilik kapal bernilai tinggi, terutama LNG, cenderung menahan diri.

Meski kini harga mulai turun, minyak masih lebih mahal sekitar 30% dibandingkan sebelum konflik, sementara harga gas naik sekitar 40%..

Selain itu, harga Dated Brent sempat menyentuh rekor US$144 per barel hanya beberapa jam sebelum gencatan senjata diumumkan..

Sementara itu, sektor gas menghadapi tantangan yang lebih berat.

Ketidakpastian juga muncul dari potensi biaya tambahan.

Ketidakpastian geopolitik, gangguan distribusi, hingga kerusakan infrastruktur membuat pasar diperkirakan akan terus menghadapi tekanan dalam waktu yang tidak singkat..

// .

Alasannya adalah berisiko merusak sumur minyak. sehingga berdampak pada Pemulihan produksi tidak bisa dilakukan secara instan…

Lebih jauh, meskipun kemacetan kapal berhasil diurai, dampaknya terhadap pasokan energi global tidak akan langsung terasa.

Arus kapal yang masuk kembali ke Teluk untuk mengisi muatan masih sangat terbatas terjadi karena tingginya risiko jika negosiasi damai gagal…

// .

Akibatnya, pemulihan lalu lintas pelayaran diperkirakan memerlukan waktu berminggu-minggu sekaligus akan menimbulkan biaya yang jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum perang…

Brent tidak pernah volatil separah ini sejak awal era pandemi Covid-19..

Contohnya, kapal tanker Aframax (yang membawa 600.000-800.000 barel) keluar dari pasar. dapat dilihat pada Hal ini disebabkan oleh tidak sanggup beroperasi lagi., akibatnya Johannes Rauball-analis Kpler, menunjukkan bahwa biaya US juta tersebut dapat membuat kapal yang lebih kecil,..

Selama konflik, kapal yang hendak melintas harus membayar ke Iran hingga US$2 juta untuk sekali melintas.

Alasannya adalah beberapa faktor, salah satunya yang utama adalah penutupan Selat Hormuz. sehingga berdampak pada Gejolak pasar energi global yang disebabkan oleh konflik Amerika-Iran terjadi…

Jika dihitung dengan kapal kargo lainnya, total kapal yang terjebak mencapai 715 unit..

// .

Kapal yang menuju Asia membutuhkan waktu setidaknya tiga minggu untuk tiba, sementara pengiriman ke Eropa bisa memakan waktu empat hingga enam minggu..

Harga minyak Amerika Serikat-West Texas Intermediate (WTI) bahkan sempat diperdagangkan lebih mahal dari Brent, indikasi kuat bahwa pembeli berlomba mengamankan pasokan..

Bahkan untuk kembali ke kapasitas penuh, fasilitas yang masih berfungsi diperkirakan membutuhkan waktu hampir empat bulan..

Meski secara teori kemacetan ini bisa diurai dalam waktu satu minggu, banyak operator kapal masih enggan melintas sebelum keamanan benar-benar terjamin..

Di saat yang sama, banyak kapal telah beralih mengambil muatan dari wilayah lain, sehingga berdampak pada proses normalisasi pasokan diperkirakan dapat memakan waktu hingga berbulan-bulan…

Namun, di balik penurunan harga tersebut, kondisi pasar energi masih jauh dari stabil.

Jakarta, Equityworld Futures – Pasar energi global sempat bernapas lega setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu di kawasan Teluk serta dengan syarat pembukaan kembali Selat Hormuz secara “lengkap, segera,, ditambah lagi dengan aman”…

Di sisi produksi, dampaknya bahkan lebih serius.

Pengumuman tersebut langsung menekan harga minyak dunia, dengan Brent turun 12% dari US$103 menjadi US$91 per barel.

Kerusakan pada fasilitas aluminium di Abu Dhabi bahkan diperkirakan membutuhkan waktu hingga satu tahun untuk pulih sepenuhnya..

Sebelum pengumuman gencatan senjata, pasar energi menunjukkan tekanan yang signifikan.

Selain itu, di tengah tingginya rasa takut, premi asuransi kapal ikut melonjak.

Saat ini, sekitar 187 kapal tanker yang membawa 172 juta barel minyak sekaligus produk olahan masih terjebak di kawasan Teluk…

Jika kebijakan ini berlanjut, biaya perjalanan pulang-pergi bisa mencapai US$4 juta..

Biaya tersebut berpotensi mengurangi daya saing minyak dari kawasan Teluk, terutama bagi kapal kecil..

Konflik telah memangkas lebih dari 10 juta barel per hari produksi minyak-sekitar 10% dari permintaan global.

Tidak hanya itu, sekitar 15 kapal gas alam cair (liquefied natural gas (LNG)). Selain itu, puluhan kapal pengangkut pupuk juga tertahan..

// .

Contoh pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa ketika Houthis (milisi Yaman yang didukung Iran) menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah pada Oktober 2025, Maersk-perusahaan pelayaran komersial besar-masih membutuhkan waktu sekitar dua bulan sebelum kembali berani melintasi jalur tersebut..

Dampaknya meluas ke berbagai sektor, termasuk pupuk. Tak hanya itu, industri logam turut berperan penting..

Serangan terhadap fasilitas LNG di Qatar merusak sekitar 17% kapasitas produksi, dengan estimasi waktu perbaikan mencapai 3 hingga 5 tahun.

Bahkan, analis dari Columbia University menilai hampir tidak ada operator yang bersedia membawa kapal masuk ke Teluk saat ini, sehingga berdampak pada tambahan pasokan LNG kemungkinan hanya berasal dari muatan yang sudah terlanjur berada di dalam kawasan, ditambah lagi dengan bisa keluar dalam waktu dekat….

Perkembangan terkait Perang Iran Tinggalkan “Cacat Permanen”, Harga Energi Sulit Turun akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By