Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Industri Keramik Dorong Domestic Market Obligation Gas Bumi yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
ASOSIASI Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) mendorong pemerintah menerapkan kewajiban pasok ke dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) komoditas gas bumi guna menjaga keberlanjutan industri keramik. Selain itu, kontribusinya terhadap perekonomian nasional…
Pilihan Editor: DMO Gas untuk Mencegah Minim Pasokan sekaligus Kenaikan Harga..
Selain itu, pengurangan porsi ekspor gas dinilai perlu dilakukan untuk menjaga ketahanan energi nasional.”Gas bumi seharusnya diprioritaskan untuk kebutuhan industri dalam negeri yang memiliki multiplier effect besar,, misalnya penyerapan tenaga kerja, ditambah lagi dengan mendorong investasi baru,” katanya.Di sisi lain, kata dia, dinamika global juga menambah tekanan, mengingat konflik geopolitik di Timur Tengah berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi, terutama bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor energi.Sebelumnya, Kementerian Perindustrian mencatat kapasitas produksi terpasang industri keramik nasional saat ini telah mencapai 650 juta meter persegi per tahun, dengan tingkat utilisasi produksi yang diperkirakan mencapai 73 persen pada 2025, serta menyerap 150 ribu tenaga kerja.Kinerja positif industri keramik nasional sejalan dengan capaian sektor industri manufaktur, yang masih menjadi penggerak utama perekonomian nasional.Sepanjang triwulan I hingga III 2025, industri pengolahan nonmigas (IPNM) tumbuh sebesar 5,17 persen dan berkontribusi 17,27 persen terhadap produk domestik bruto nasional.Dari sisi perdagangan, IPNM menyumbang 80,27 persen terhadap total ekspor nasional, serta menyerap tenaga kerja hingga 20,26 juta orang. Kementerian Perindustrian meyakini industri keramik domestik bisa menjadi produsen besar empat dunia….
Sebagai contoh, gangguan pasokan gas, lonjakan biaya energi, serta meningkatnya tekanan impor sering terjadi ketika Ketua Umum Asaki Edy Suyanto menyampaikan kebijakan tersebut dibutuhkan lantaran sektor ini tengah menghadapi tekanan berlapis,..
Asaki mencatat tingkat utilisasi produksi sektor ini pada kuartal I 2026 berada di kisaran 70-72 persen, angka ini meleset dari target utilisasi 80 persen.”Gangguan suplai gas ini sangat berdampak langsung terhadap operasional pabrik. Tak hanya itu, produktivitas industri,” ujar Edy dalam pernyataan yang sudah dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 24 Maret 2026.Dalam kondisi tersebut, Asaki menegaskan pentingnya kebijakan DMO gas bumi agar pasokan energi bagi industri dalam negeri lebih terjamin turut berperan penting..
Perkembangan terkait Industri Keramik Dorong Domestic Market Obligation Gas Bumi akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Bikin Takjub! Iran Punya “Kulkas” 2.400 Tahun Lalu, Simpan Es di Gurun | Equityworld Futures
- Equityworld Trillium Surabaya – Faktor Penurunan Harga Emas Dolar Melemah dan Imbal Hasil Treasury