Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Emas Tak Lagi Aman? Perang Iran Mengubah Segalanya, Investor Terjebak yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Selain faktor makro, tekanan juga datang dari investor ritel.
Dengan perubahan ini, investor dituntut untuk melihat emas secara lebih kompleks.
Namun, investor kini perlu memahami bahwa hubungan antara krisis. Di samping itu, harga emas tidak lagi sesederhana dulu. juga perlu diperhatikan..
Karena ituah terjadia rus keluar. Selain itu, a yang membua harga semakin tertekan…
Namun, perubahan besar sejak 2022 membuat logika lama tersebut tak lagi sepenuhnya berlaku..
Alasannya sederhana yakni emas fisik tidak bisa disita secara sepihak oleh negara lain..
Harga emas menguat drastis setelah unggahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Truth Social, yang memicu rebound luas di berbagai pasar mulai logam, energi, hingga saham,.
Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Senin (23/3/2026) ditutup di posisi US$ 69,13 per troy ons atau terbang 2,02%..
Sejak kejadian tersebut, negara-negara dengan surplus perdagangan, terutama China, mulai melihat emas sebagai aset ca. Di samping itu, gan paling aman juga perlu diperhatikan..
Pada Selasa (24/3/2026) pukul 06.36 WIB, harga perak diperdagangkan di US$ 69,92 per troy ons atau melesat 1,14%.
Ironisnya, peristiwa yang seharusnya mendorong harga emas justru menjadi pemicu pelemahan..
Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas mulai bangkit setelah babak belur pada Senin kemarin.
Masalahnya, akumulasi ca. Tak hanya itu, gan emas bergantung pada surplus perdagangan turut berperan penting..
Contohnya, China menyusut,. Selain itu, kemampuan membeli emas ikut menurun.. dapat dilihat pada Di sinilah peran krusial Selat Hormuz.Jika jalur vital energi tersebut terganggu yakni aktivitas perdagangan global melambat, surplus negara..
Di saat yang sama, Jerome Powell memberi sinyal sikap lebih hawkish dari The Federal Reserve, dengan memperingatkan bahwa inflasi bisa kembali meningkat.
“Penjualan tajam Senin merupakan kelanjutan dari aksi likuidasi besar-besaran yang sudah terjadi dalam beberapa sesi terakhir, terutama didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga,” ujar David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, dikutip dari Reuters..
Salah satu faktor utama di balik penurunan ini adalah penguatan dolar AS.
Harga emas pada perdagangan kemarin bahkan sempat menyentuh US$ 4099 per troy ons..
Fenomena ini, ditambah kondisi fiskal negara Barat yang kian rapuh, mendorong harga emas ke rekor tertinggi..
Penguatan ini memutus tren negatuf perak yang sebeumnya jatuh 16% selama empat hari beruntun..
Namun, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf, yang disebut-sebut akan menjadi tokoh yang mewakili Iran dalam kontak dengan AS, menyatakan melalui media sosial bahwa tidak ada pembicaraan yang telah dilakukan..
Pelemahan ini memperpanjang derita emas dengan melemah 15,13% selama sembilan hari beruntun.ย Harga penutupan kemarin juga menjadi yang terendah sejak 2 Januari 2026 atau dua bulan lebih.
Lingkungan global yang memburuk tidak otomatis membuat emas naik..
Namun, dinamika tersebut berubah drastis sejak Oktober 2022.
Saat harga mulai melemah maka investor melakukan aksi jual.
Alih-alih menjadi safe haven, emas kini justru bereaksi negatif terhadap lingkungan makro yang terbentuk dari perkembangan geopolitik tersebut..
Pada Selasa (24/3/2026) pukul 06.36 WIB, harga emas diperdagangkan di US$ 4441,52 per troy ons atau melesat 0,81%.
Emas justru tidak menguat di tengah konflik Iran..
Hal ini mendorong dolar naik. Selain itu, menekan harga emas…
Perubahan struktur ini menjelaskan fenomena yang membingungkan banyak investor.
Contohnya, emas,. Akibatnya, mempercepat aksi jual. dapat dilihat pada Suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil..
Setelah pernyataan Trump, harga minyak anjlok, ditambah lagi dengan dolar AS melemah..
Tesis tradisional masih relevan, terutama di tengah kondisi fiskal negara Barat yang memburuk.
Emas selama ini dikenal sebagai aset pelindung saat krisis.
Kenaikan harga energi akibat perang Iran belakangan ini telah meningkatkan ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama..
Peristiwa ini menjadi titik balik dalam cara negara meman sekaligus g emas…
Sejak akhir Februari, ketika ketegangan meningkat akibat serangan Amerika Seirkat (AS)-Israel terhadap Iran, harga emas telah turun lebih dari 15%.
Emas tidak lagi sekadar sebagai aset yang selalu diuntungkan oleh ketidakpastian..
Banyak investor memegang emas melalui ETF (exchange-traded fund)..
Donald Trump mengatakan bahwa ia telah memberikan perintah untuk menunda selama lima hari serangan yang sebelumnya ia ancamkan terhadap pembangkit listrik Iran, serta menyebut bahwa Amerika Serikat se. Tak hanya itu, g melakukan pembicaraan dengan Teheran untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran. turut berperan penting..
Saat itu, negara-negara Barat membekukan sekitar US$300 miliar aset Rusia pasca invasi ke Ukraina.
Akibatnya, akumulasi emas oleh bank sentral, khususnya China, melonjak ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Contohnya, itu, logam mulia menjadi pilihan utama investor sebagai lindung nilai sekaligus safe haven. dapat dilihat pada Dalam kondisi..
Namun, emas juga belum mampu menunjukkan sinarnya di tengah perang..
Kini, emas tidak lagi semata-mata bergerak terjadi karena sentimen risiko global…
Ini merupakan pembalikan signifikan dari pola sebelumnya, di mana ketidakpastian geopolitik biasanya mendorong permintaan emas..
Di tengah perubahan besar tersebut, sejumlah analis justru melihat kondisi saat ini sebagai peluang untuk meningkatkan eksposur terhadap emas sebagai aset strategis jangka panjang..
Contohnya, aset berisiko, turun bersama saham saat volatilitas meningkat. dapat dilihat pada Emas justru bergerak..
// .
Dolar yang lebih lemah membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya..
Dan surplus hanya bisa terjadi jika aktivitas ekonomi. Di samping itu, perdagangan global berjalan lancar. juga perlu diperhatikan..
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Senin (23/3/2026) ditutup di posisi US$ 4405,77 per troy ons atau jatuh 1,82%..
Hal ini disebabkan oleh suku bunga yang tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang logam yang tidak memberikan imbal hasil tersebut., akibatnya Emas, meskipun dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Di samping itu, aset safe haven, justru kesulitan memperoleh keuntungan. juga perlu diperhatikan..
Akibatnya, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga pada Mei anjlok tajam dari 60% menjadi hanya 16%..
Secara historis, emas cenderung menguat ketika inflasi naik, suku bunga turun, atau dolar Amerika Serikat (AS) melemah.
Alasannya adalah energi diperdagangkan dalam USD sehingga berdampak pada Kenaikan harga minyak meningkatkan permintaan global terhadap dolar,…
Namun kini, faktor yang lebih dominan adalah kemampuan negara surplus untuk membeli emas..
Namun di sisi lain, perubahan ini juga menggeser mesin penggerak harga emas..
Dalam teori lama, konflik geopolitik seharusnya mendorong harga emas naik.
// .
Perkembangan terkait Emas Tak Lagi Aman? Perang Iran Mengubah Segalanya, Investor Terjebak akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- SPBU Swasta Serap Solar Pertamina Mulai April 2026
- Equity World Trillium Surabayaย โย Tren, Prediksi, dan Dampak Tarif Perdagangan AS