Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Perang Iran Picu Krisis: Ongkos Utang Inggris Tertinggi dalam 18 Tahun yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Terdapat “lapisan politik” pada pergerakan yang terjadi di pasar obligasi, menurut Green..
Perang tersebut,, ditambah lagi dengan blokade lanjutan di Selat Hormuz – rute pengiriman minyak yang vital – telah memicu lonjakan harga minyak dan gas…
Sebagai contoh, yang Anda perkirakan dalam skenario ini,” kata Green dari deVere kepada CNBC, sehingga berdampak pada “Pemicunya adalah energi, terjadi… sering terjadi ketika Penyebab utamanya adalah guncangan harga minyak. Selain itu, gas berdampak langsung pada ekspektasi inflasi, dan obligasi bereaksi tepat..
Hal ini disebabkan oleh ketergantungan negara tersebut pada impor energi, akibatnya Pasar obligasi Inggris sangat rentan terhadap kekhawatiran kembali melonjaknya inflasi seiring berlarutnya perang AS-Iran, sebagian..
// .
Imbal hasil pada obligasi tersebut masing-masing naik sekitar 9 sekaligus 7 basis poin pada hari Jumat…
“Durasi dampak ini sangat tidak diketahui.
Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait.
Value Opportunities Fund, mengatakan kepada program “Squawk Box Europe” CNBC pada hari Kamis bahwa timnya menghindari reaksi spontan terhadap arus berita seputar konflik tersebut..
Reeves telah berkomitmen untuk membawa pengeluaran harian pemerintah ke tingkat yang dapat di. Tak hanya itu, ai oleh penerimaan pajak daripada pinjaman, dengan aturannya yang juga menetapkan bahwa utang publik harus turun sebagai bagian dari proyeksi ekonomi pada 2029-2030. turut berperan penting..
Di sisi lain, imbal hasil yang lebih tinggi dengan cepat berubah menjadi biaya pinjaman yang lebih tinggi,” paparnya. justru terjadi walaupun “Menteri Keuangan Rachel Reeves telah membangun kerangka fiskalnya pada stabilitas. Selain itu, kredibilitas,…
Di masa-masa ini, sejarah akan memberi tahu Anda bahwa hal terbaik yang harus dilakukan adalah tetap tenang,” katanya.
“Apa yang telah kami lakukan sangatlah minim.”.
Obligasi pemerintah Inggris (dikenal sebagai gilts) telah mengalami penetapan harga ulang yang tajam di tengah eskalasi perang di Iran.
Jakarta, Equityworld Futures – Biaya pinjaman pemerintah Inggris melonjak ke level tertinggi sejak krisis keuangan 2008 atau dalam 18 tahun terakhir pada hari Jumat (20/3/2026)..
Harga obligasi sekaligus imbal hasil bergerak ke arah yang berlawanan..
Pada hari Jumat, imbal hasil pada obligasi pemerintah Inggris bertenor 10 tahun melonjak sekitar 15 bps menjadi 5,00%, yang merupakan level tertingginya sejak krisis keuangan 2008..
Sebelum perang dimulai, BOE diperkirakan akan memangkas suku bunga utamanya.
Pasar obligasi secara umum mendukung komitmen Reeves terhadap apa yang disebut “aturan fiskal” selama menjabat sebagai menteri keuangan, di mana spekulasi bahwa ia mungkin diberhentikan tahun lalu sempat memicu aksi jual obligasi..
“Ini bukanlah aksi jual yang tidak beraturan, melainkan penetapan ulang harga risiko yang dapat dimengerti.”.
// .
Sementara itu, imbal hasil pada obligasi 2-tahun melompat 19 basis poin menjadi sekitar 4,602%, menandai level tertinggi dalam lebih dari satu tahun terakhir..
Imbal hasil pada obligasi acuan 10-tahun telah naik sekitar 68 basis poin dalam 15 hari perdagangan sejak konflik dimulai, sementara imbal hasil pada obligasi 2-tahun bertambah sekitar 97 bps..
“Hal ini, tentu saja, mempersempit ruang geraknya tepat ketika tekanan untuk memberikan dukungan tambahan pada energi sekaligus rumah tangga sedang meningkat.”..
Bahkan sebelum perang pecah, Inggris memiliki biaya pinjaman pemerintah tertinggi di antara negara G7, di mana obligasi jangka panjang 20. Di samping itu, 30 tahun diperdagangkan jauh di atas ambang batas 5% juga perlu diperhatikan..
George Godber, Manajer Reksa. Selain itu, a di Polar Capital U.K..
Saat ini, pasar memperkirakan peluang yang mendekati 0% untuk pemangkasan suku bunga dari bank sentral tahun ini, dengan mayoritas pedagang memproyeksikan kenaikan suku bunga bulan depan, berdasarkan data LSEG..
Pada hari Kamis, Komite Kebijakan Moneter bank sentral menyatakan telah memberikan suara “bulat” untuk mempertahankan suku bunga acuannya,. Tak hanya itu, menyebutkan inflasi akan lebih tinggi dalam jangka pendek “sebagai akibat dari guncangan baru terhadap perekonomian.” turut berperan penting..
Namun demikian, volatilitas akan tetap tinggi selama pasar energi mendikte prospek inflasi.” tetap menjadi kenyataan meskipun “..
Pasar juga secara dominan memperkirakan suku bunga utama setidaknya 4,25% pada akhir tahun, yang mengindikasikan minimal dua kali kenaikan suku bunga..
“Dari perspektif investasi, imbal hasil yang lebih tinggi mulai memulihkan nilai di beberapa bagian kurva,” tambah Green.
Menambah tekanan jual pada hari Jumat, angka resmi menunjukkan pemerintah Inggris meminjam sebesar 14,3 miliar poundsterling, jumlah yang lebih tinggi dari perkiraan pada bulan Februari..
Imbal hasil obligasi acuan bertenor 10 tahun menembus angka 5% seiring langkah investor yang secara cepat memperhitungkan risiko kenaikan inflasi, ditambah lagi dengan meningkatnya probabilitas kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini…
Nigel Green, CEO dari perusahaan penasihat keuangan deVere Group, mengatakan kepada CNBC bahwa pasar dengan cepat menarik kembali ekspektasi pemotongan suku bunga dari Bank of England (BOE)..
Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca,. Akibatnya, kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut…
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pan. Selain itu, gan Equityworld Futures Research..
// .
Perkembangan terkait Perang Iran Picu Krisis: Ongkos Utang Inggris Tertinggi dalam 18 Tahun akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Yogyakarta Mulai Larang Bus Wisata Lintasi Titik Nol | Equityworld Futures
- Darah di Pasar Kripto: Duit Rp 204 Triliun “Hangus” | Equityworld Futures