Equity World Futures Surabaya – Dolar Menguat, Konflik Timur Tengah Tekan Safe HavenEquity World Futures Surabaya – Dolar Menguat, Konflik Timur Tengah Tekan Safe Haven
0 0
Read Time:3 Minute, 57 Second

Equity World Futures Surabaya – Pasar saham Amerika Serikat ditutup melemah pada akhir pekan. Indeks Dow Jones turun sebesar 119 poin (-0,26%), mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap perkembangan geopolitik dan potensi tekanan inflasi global.

Di sisi lain, pasar komoditas khususnya harga emas dunia mengalami penurunan dan mencatat penurunan selama dua minggu berturut-turut.


Harga Emas Tertekan Kenaikan Harga Minyak dan Penguatan Dolar

Harga emas melemah karena meningkatnya kekhawatiran bahwa lonjakan harga minyak dapat memicu inflasi global. Jika inflasi meningkat, bank sentral seperti Federal Reserve (The Fed) berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Kondisi ini berdampak pada:

  • Penguatan dolar AS

  • Penurunan daya tarik emas

  • Peralihan investor ke aset berbasis dolar

Secara historis, emas sering menjadi safe haven saat terjadi konflik geopolitik. Namun dalam kondisi saat ini, dolar justru menjadi pilihan utama investor.


Konflik AS–Israel vs Iran Picu Ketegangan Energi Global

Ketegangan geopolitik meningkat setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memasuki hari ke-13 tanpa tanda mereda.

Situasi semakin kompleks karena adanya penutupan efektif Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia.

Selat ini menjadi jalur utama distribusi:

  • Minyak mentah

  • Gas alam

  • Produk energi global

Gangguan pada jalur ini menyebabkan:

  • Lonjakan harga energi

  • Risiko inflasi global

  • Ketidakstabilan pasar keuangan

Sebagai respons terhadap gangguan pasokan energi, Departemen Keuangan AS mengumumkan beberapa pengecualian sanksi terhadap minyak mentah Rusia untuk menjaga stabilitas pasokan global.


Dampak Inflasi Energi terhadap Kebijakan Suku Bunga

Sebagian besar minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah digunakan untuk berbagai produk industri seperti:

  • pupuk

  • plastik

  • bahan kimia

Kenaikan harga energi dapat menimbulkan efek domino inflasi di berbagai negara.

Akibatnya, bank sentral termasuk The Fed mungkin perlu mempertimbangkan kembali rencana pemotongan suku bunga dalam waktu dekat.

Suku bunga yang tinggi cenderung:

  • meningkatkan arus modal ke AS

  • memperkuat dolar

  • menekan harga emas

Indeks dolar sendiri tercatat menguat signifikan seiring meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah.


Pergerakan Harga Emas Tahun Ini

Sejak konflik Timur Tengah memanas pada akhir Februari, harga emas bergerak dalam kisaran $5.000 – $5.200 per ons.

Meskipun masih mencatat kenaikan secara tahunan, harga emas telah terkoreksi dari rekor tertinggi mendekati $5.600 per ons yang dicapai pada awal tahun.

Menurut Fechy E. Pongoh, Wakil Pialang PT Equityworld Futures, pasar saat ini menghadapi dua kekuatan besar yang saling menyeimbangkan.

“Investor mulai percaya bahwa The Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama karena lonjakan harga energi meningkatkan tekanan inflasi. Namun di sisi lain, ketegangan geopolitik tetap memberikan dukungan fundamental bagi harga emas.”

Ia menambahkan bahwa kondisi ini dapat membuat harga emas bergerak dalam rentang terbatas.

“Faktor-faktor tersebut kemungkinan menjaga harga emas di kisaran $5.000 hingga $5.200 per ons. Namun investor perlu tetap waspada terhadap potensi pergerakan tajam di pasar.”


Data Ekonomi AS: Inflasi PCE Masih Terkendali

Pasar juga memperhatikan rilis data ekonomi Amerika Serikat, terutama indikator inflasi yang menjadi acuan kebijakan moneter The Fed.

Beberapa data terbaru menunjukkan:

  • Inflasi PCE tahunan: 3,1%

  • Core PCE bulanan: 0,4%

  • Inflasi utama PCE tahunan: 2,8%

  • Target inflasi The Fed: 2%

Data tersebut masih menunjukkan bahwa inflasi relatif terkendali, meskipun tekanan dari kenaikan harga energi dapat mengubah situasi dalam beberapa bulan ke depan.

Pertemuan Federal Reserve minggu depan diperkirakan akan menghasilkan keputusan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5% – 3,75%.


Prospek Konsumen dan Risiko Ekonomi

Data pengeluaran pribadi menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat AS masih cukup kuat di awal tahun. Namun terdapat tanda-tanda kehati-hatian terutama pada sektor jasa diskresioner.

Analis memperkirakan bahwa lonjakan harga bahan bakar akibat konflik Iran dapat:

  • menekan daya beli konsumen

  • memperlambat konsumsi rumah tangga

  • meningkatkan risiko inflasi energi


Analisis Teknikal Harga Emas Hari Ini

Estimasi Range

$4.952 – $5.088

Rekomendasi Trading

Buy Limit

  • Buy 5 lot di 5016

  • Buy 4 lot di 5008

  • Buy 3 lot di 5000

  • Buy 2 lot di 4992

Sell Limit

  • Sell 2 lot di 5048

  • Sell 3 lot di 5040

  • Sell 4 lot di 5032

  • Sell 5 lot di 5024


⚠️ DISCLAIMER

Bertransaksilah dengan Pialang Berjangka PT. EQUITYWORLD FUTURES (EWF) Priority Trillium – Surabaya , Sahid Sudirman Centre Jakarta dan Praxis – Surabaya yang Berada dibawah Naungan Bappebti, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) & Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Bijak dalam menjaga Ketahanan dana. Ilustrasi Informasi Diatas Hanya Untuk Kalangan Internal Terbatas EWF. Mengingat Pesatnya Laju Informasi dan Berita, Ilustrasi Berita ini Tidak Menggambarkan Secara Keseluruhan Kondisi yang Berkembang di Pasar. Perlunya Kroscek dari Pembaca Terhadap Ilustrasi Informasi Diatas Karena Potensi Mis-Interpretasi. Siapapun Dilarang Menggunakan Informasi Diatas Sebagai Dasar Dalam Pengambilan Keputusan Transaksi. Perdagangan Berjangka Memiliki Resiko Tinggi & Cara Transaksi yang Unik. Anda Dapat Menghubungi Wakil Pialang Berjangka Kami untuk Menerima Informasi Sejelasnya akan Perdagangan Berjangka. baca berita berita lainnya di news Equityworld Trillium Surabaya

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %