0 0
Read Time:3 Minute, 56 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Emas Masuk Pekan Berbahaya, Level US$5.000 Tak Lagi Aman yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas langsung ambruk di awak pekan ini di tengah besarnya tekanan dolar Amerika Serikat (AS)..

Alih-alih beralih ke emas, banyak investor justru memilih dolar AS, ditambah lagi dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury)..

Sebaliknya, agar pembeli kembali menguasai pasar, emas perlu menembus di atas US$5.130, yang akan menunjukkan bahwa penurunan saat ini hanyalah koreksi sementara..

Dengan berkaca pada pergerakan tersebut maka koreksi harga emas masih berpotensi berlanjut.

Pasar bahkan kini memperkirakan The Fed hanya akan sekali memangkas suku bunga..

Investor menunggu hasilΒ rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu pekan ini..

Dengan situasi di Iran. Selain itu, Selat Hormuz yang hampir tertutup, harga minyak justru melonjak menuju US0 per barel, memicu kekhawatiran akan gelombang inflasi global baru…

Walaupun begitu, dolar untuk sementara unggul. masih terjadi meski Saat ini, investor yang mencari aset aman terbagi antara dolar AS. Selain itu, emas,…

Perubahan ini membuat emas lebih sulit bersaing.

Mereka memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk menekan inflasi yang dipicu kenaikan harga energi..

// .

Pelemahan ini memperburuk laju emas yang juga jatuh 1,2% ke US$5018,4277 pada perdagangan Jumat pekan lalu..

Contohnya, Goldman Sachs, ditambah lagi dengan analis berpengalaman seperti Ed Yardeni tetap optimistis. dapat dilihat pada Lembaga keuangan besar..

Dolar AS pada Jumat lalu ditutup di posisi 100,36 atau posisi tertingginya sejak Mei 2025..

Menurut mereka, tren peralihan ke aset yang tidak terkait dengan mata uang tradisional akan berlangsung selama bertahun-tahun,. Akibatnya, penguatan dolar dalam jangka pendek tidak akan mengubah arah tren tersebut…

Jika tekanan jual mendorong emas turun di bawah US$5.000 pada akhir hari, harga berpotensi melemah lebih jauh.

Pembelian yang konsisten dari pemerintah ini membantu menahan penurunan harga emas, bahkan jika The Fed menaikkan suku bunga..

Banyak bank sentral, terutama di negara berkembang, semakin cepat mengurangi ketergantungan pada ca. Di samping itu, gan dolar AS. juga perlu diperhatikan..

Biasanya, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membuat emas semakin menarik sebagai aset safe haven.

Proyeksi FedWatch menunjukkan pelaku pasar mempertaruhkan 99% potensi suku bunga di tahan.

Meski harga sempat berfluktuasi, prospek jangka panjang emas tetap kuat.

Mereka memprediksi harga emas bisa mencapai US$5.400 hingga US$6.000 pada akhir tahun..

Di sisi lain, kini berubah menjadi resistance. justru terjadi walaupun Saat ini harga emas kesulitan kembali naik di atas US.047, yang sebelumnya merupakan level support..

Ketika yield Treasury 10 tahun meningkat, banyak manajer. Selain itu, a menilai memegang emas menjadi kurang menarik..

Merujuk Refintiv, harga emas pada Senin (16/3/2026) puku 06.32 WIB ada di posisi US$ 4988,69 atau turun 0,6%.

Level support berikutnya berada di sekitar US.960,. Di samping itu, dalam skenario terburuk emas dapat menguji rata-rata pergerakan 50 hari di sekitar US.842. juga perlu diperhatikan..

Dalam sepekan ke depan, hubungan antara harga minyak Brent. Selain itu, dolar AS kemungkinan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas…

Senada dengan emas, harga perak juga ambruk.Merujuk Refintiv, harga perak pada Senin (16/3/2026) pukul 06.32 WIB ada di posisi US$ 79,50 atau jatuh 1,3%.Pelemahan ini memperburuk laju emas yang juga ambles 3,8% ke US$ 80,55 pada perdagangan Jumat pekan lalu..

Harga emas diperkirakan akan menghadapi cobaan berat pekan ini.

Emas baru-baru ini turun di bawah pola segitiga simetris yang semakin menyempit, yang biasanya menandakan tekanan jual lebih lanjut..

Bagi investor yang mencermati pasar, fluktuasi harga minggu ini hanyalah bagian dari perjalanan menuju potensi kenaikan emas pada 2026..

Para ahli memperkirakan permintaan emas dari bank sentral akan stabil sekitar 60 ton per bulan hingga 2026.

Pembelian emas global dikonversi dalam dolar AS. Akibatnya, kenaikan dolar akan membuat permintaan emas tertekan…

// .

Perkembangan terkait Emas Masuk Pekan Berbahaya, Level US$5.000 Tak Lagi Aman akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By