0 0
Read Time:3 Minute, 13 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Asia Kebakaran: Rupiah Paling Parah, Cuma Negara Ini Selamat yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Selebihnya, mayoritas mata uang Asia terpantau melemah terhadap greenback..

// .

Pelemahan yang cukup dalam juga dialamiΒ oleh baht Thailand yang turun 0,38% ke THB 31,70/US$. Di samping itu, peso Filipina yang melemah 0,36% ke PHP 58,603/US$. juga perlu diperhatikan..

// .

Lonjakan harga minyak, ditambah lagi dengan gas global turut memperkuat sentimen itu..

Tekanan juga terlihat pada yuan China yang turun 0,31% ke level CNY 6,9213/US$.

Arah pergerakan ini sejalan dengan menguatnya indeks dolar AS (DXY).

Dalam 3 hari perdagangan di pekan ini saja, DXY sudah mengalami penguatan 1,58%..

Kondisi tersebut memicu aksi jual di pasar saham. Tak hanya itu, obligasi, sementara investor beralih memburu kas dan aset safe haven, termasuk dolar AS. turut berperan penting..

Sementara itu, yen Jepang menjadi satu-satunya mata uang Asia yang masih mampu menguat, meski sangat terbatas yakni naik 0,09% ke level JPY 157,57/US$..

Seiring dengan menguatnya dolar AS di pasar global di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap konflik geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas..

Dolar Taiwan melemah 0,27% ke TWD31,79/US$, sementara dong Vietnam sekaligus ringgit Malaysia masing-masing turun 0,1% ke level VND 26.175/US$ dan MYR 3,947/US$…

Dolar bahkan sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan terakhir seiring meningkatnya permintaan investor terhadap aset likuid. Selain itu, aman…

Kondisi ini membuat dolar AS semakin diburu, sekaligus memberi tekanan pada mayoritas mata uang Asia pada perdagangan pagi ini..

Rupiah menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam pada pagi hari ini, setelah terdepresiasi 0,39% ke level Rp16.915/US$.

Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang Asia bergerak di zona merah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Rabu (4/3/2026).

Penguatan dolar AS terjadi setelah konflik di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran pasar, terutama terkait potensi kenaikan harga energi yang lebih bertahan lama.

Tekanan di pasar keuangan global juga berlanjut pada Rabu pagi ini, setelah serangan militer Israel. Tak hanya itu, AS ke sejumlah target di Iran memperbesar kekhawatiran akan lonjakan inflasi turut berperan penting..

Perang antara AS-Israel. Tak hanya itu, Iran mengganggu ekspor energi dari Timur Tengah, setelah serangan Teheran ke kapal dan fasilitas energi menyebabkan jalur pelayaran di kawasan Teluk terganggu dan memaksa penghentian produksi di sejumlah negara, mulai dari Qatar hingga Irak. turut berperan penting..

Di sisi lain, dolar Singapura melemah 0,05% ke SGD 1,2778/US$, won Korea Selatan turun tipis 0,04% ke KRW 1.480,7/US$,. Selain itu, rupee India terdepresiasi 0,06% ke INR 92,085/US$…

Pada saat yang sama, DXY tercatat naik 0,12% ke posisi 99,171, menandakan permintaan terhadap dolar AS masih cukup kuat di pasar global..

Merujuk data Refinitiv, per pukul 09.27 WIB, dari sebelas mata uang Asia yang dipantau, hanya yen Jepang yang masih mampu bertahan di zona hijau.

Perkembangan terkait Mata Uang Asia Kebakaran: Rupiah Paling Parah, Cuma Negara Ini Selamat akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By