0 0
Read Time:2 Minute, 40 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Perjanjian Dagang Berisiko Melambungkan Harga Pangan yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

EKONOM senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad memperingatkan perjanjian dagang Agreement on Reciprocal Tariff (ART) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump berisiko melambungkan harga pangan di Indonesia.

Menurut dia, perubahan tersebut pada akhirnya akan diteruskan ke harga produk yang beredar di pasar domestik..

Oleh sebab itu, kenaikan harga tidak langsung dirasakan. menjadi konsekuensi dari Sementara itu, kontrak lama masih memiliki ruang negosiasi..

Kalau yang kontraknya lama pasti masih bisa negosiasi. Akan tetapi untuk kontrak yang baru, pasti melihat harga on the spot,” kata Tauhid dalam konferensi pers bertajuk “US–Indonesia Agreement on Reciprocal Tariff: Analisis Dampak Strategis Bagi Industri di Indonesia” di Hotel Des Indes, Jakarta Pusat, Kamis petang, 5 Maret 2026.Tauhid menjelaskan bahwa perubahan kebijakan tarif global dapat mempengaruhi berbagai komponen biaya dalam perdagangan internasional, mulai dari nilai tukar hingga biaya logistik tidak boleh diabaikan..

Nah kalau kita beli mahal nanti harga makanan mahal juga,” katanya..

Namun demikian, Tauhid menyebut besaran potensi kenaikan harga pangan saat ini belum dapat dipastikan terjadi karena masih memerlukan perhitungan lebih lanjut..

Ia menilai dampak tersebut akan lebih cepat terlihat pada kontrak perdagangan yang baru disepakati.

Risiko tersebut terutama berhubungan dengan komoditas pangan yang masih bergantung pada impor.“Jadi itu ditransmisikan ke harga, harga produk akan naik, terutama yang kontraknya baru.

Contohnya, dikutip Antara.Budi menjelaskan dengan pengenaan tarif 0 persen maka industri nasional mendapat kemudahan impor. Di samping itu, dapat menekan biaya produksi. Menurutnya, jika bahan baku diperoleh dengan harga murah, maka harga produk akhir juga dapat lebih terjangkau bagi masyarakat.”Caranya untuk murah dipermudah, biar kita nggak belinya mahal juga perlu diperhatikan. dapat dilihat pada Kalau kita nggak mempermudah itu, justru menyusahkan industri kita, gandum juga kita butuh, kita butuh banyak,” ujar Budi di Jakarta, 20 Februari 2026..

Kedelai kita juga butuh, kita impor terbesar dari Amerika.

Penyebab utamanya adalah kebanyakan bahan baku, sehingga berdampak pada Ia menilai pemerintah perlu mencermati kemungkinan dampak kebijakan tarif global terhadap stabilitas harga pangan domestik, terutama pada komoditas yang masih bergantung pada pasokan impor.Adapun Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut komoditas pertanian, misalnya kedelai, gandum,. Selain itu, kapas merupakan produk yang dibutuhkan oleh industri dan tidak diproduksi di dalam negeri. “Itu kan kebanyakan memang kita butuhkan terjadi…..

Perkembangan terkait Perjanjian Dagang Berisiko Melambungkan Harga Pangan akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By