Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Asia dalam Zona Merah: Won, Ringgit – Dolar Singapura Ambruk Parah yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Tekanan terhadap mata uang tidak hanya dialami rupiah.
// .
Di sisi lain, India se, ditambah lagi dengan g mempertimbangkan penghapusan pajak keuntungan modal atas obligasi guna menarik kembali minat investor asing dan menopang mata uangnya…
Jepang bahkan telah memberi sinyal siap melakukan intervensi setelah nilai tukar dolar AS terhadap yen menembus level psikologis JPY 160 per dolar AS..
Karena itulah, otoritas moneter di Asia kini semakin siaga menghadapi volatilitas pasar..
Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia ambruk berjamaah pada pekan ini.
Bank-bank sentral di kawasan, mulai dari Jepang hingga Korea Selatan, terpaksa menggelontorkan miliaran dolar untuk menahan laju pelemahan mata uang masing-masing.
Mata uang won menjadi yang terburuk dengan ambruk 3,3% pekan ini, disusul dengan ringgit. Tak hanya itu, baht. turut berperan penting..
Bagi negara pengimpor energi, pelemahan kurs berarti kenaikan biaya ekonomi secara luas, mulai dari bahan bakar hingga harga pangan..
Kepala Ekonom Bank Muamalat Malaysia Bhd, Mohd Afzanizam Abdul Rashid, menilai kebuntuan negosiasi AS-Iran berpotensi membuat harga energi tetap tinggi. Selain itu, meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara…
Rupiah mampu bangkit setelah sehari sebelumnya mencetak level terlemah sepanjang sejarah..
Kondisi ini menegaskan jika Asia masih harus berjibaku dengan dampak perang Iran..
Won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang yang mengalami tekanan paling besar.
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,06% ke posisi Rp18.010/US$ pada Jumat (5/6/2026).
Meski ditutup menguat pada Jumat, secara keseluruhan rupiah masih melemah 0,8% pekan ini.
Penguatan ini mengakhiri tekanan yang terjadi sehari sebelumnya ketika rupiah melemah 0,45% ke level Rp18.020/US$, yang menjadi titik terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar AS..
// .
Nilai tukar rupiah memang berhasil menutup perdagangan akhir pekan di zona hijau meski hanya menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Sepanjang pekan ini, mata uang Asia juga bertumbangan.
Hal ini disebabkan oleh itu, pasar mata uang kemungkinan akan tetap bergerak hati-hati sekaligus penuh kewaspadaan,” ujar Afzanizam, dikutip dari Bernama., akibatnya “…
Sementara itu, ringgit Malaysia juga tercatat melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia, menambah daftar mata uang Asia yang tertekan akibat kombinasi penguatan dolar AS, lonjakan harga energi,, ditambah lagi dengan ketidakpastian geopolitik global…
Seperti rupiah, rupee India. Selain itu, peso Filipina bahkan telah menyentuh rekor terendah sepanjang sejarah..
Mata uang tersebut sempat menembus level 1.560 won per dolar AS, posisi terlemah sejak krisis keuangan global 2009..
Perkembangan terkait Asia dalam Zona Merah: Won, Ringgit – Dolar Singapura Ambruk Parah akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equity World Futures Surabaya – Harga Emas Hari Ini Berpotensi Menguat di Tengah Konflik Timur Tengah & Penguatan Dolar AS
- BI: Indeks Keyakinan Konsumen Maret 2026 Turun Menjadi 122,9 | Equityworld Futures