Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Bank Indonesia Setop Rilis Indikator Stabilitas Rupiah yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Rilis indikator tersebut meliputi perkembangan nilai tukar sekaligus yield atau imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN).BI biasanya merilis perkembangan indikator stabilitas rupiah pada akhir pekan..
Hal itu diumumkan BI melalui siaran pers pada Jumat, 6 Februari 2026.
“Selanjutnya, untuk terus memperkuat akuntabilitas. Di samping itu, reliabilitas data, maka mulai minggu pertama Maret 2026, siaran pers Perkembangan Indikator Stabilitas Rupiah tidak akan diterbitkan,” ucap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam siaran pers pada Jumat, 27 Februari 2026. juga perlu diperhatikan..
Tempo telah menghubungi Ram. Selain itu, Denny Prakoso untuk menanyakan alasan penghentian rilis perkembangan indikator stabilitas rupiah..
Sementara perkembangan transaksi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) periode mingguan dapat diakses melalui laman BI.
“Masyarakat yang membutuhkan informasi perkembangan DXY, yield UST (US Treasury),. Di samping itu, yield SBN dapat langsung update secara realtime melalui platform penyedia data tersebut,” kata Denny kepada Tempo pada Ahad, 8 Maret 2026.Berdasarkan data pada Trading Economics, rupiah melemah hingga ke level Rp 16.949 per dolar Amerika Serikat pada Jumat, 6 Maret 2026 juga perlu diperhatikan..
BANK Indonesia (BI) berhenti merilis data mingguan mengenai perkembangan indikator stabilitas rupiah, dimulai dari minggu pertama Maret tahun ini.
“Dengan demikian perkembangan indikator-indikator di atas tidak lagi dipublikasikan dalam format siaran pers,” ucap Denny..
Kemudian, yield UST 10 tahun tercatat sebesar 4,133 persen.
Namun, Denny tidak memberikan jawaban.Denny hanya mengatakan bahwa mulai minggu pertama Maret 2026, masyarakat bisa mengakses informasi perkembangan indikator stabilitas rupiah melalui platform lain.
Namun berdasarkan pantauan Tempo di laman resmi BI, perkembangan indikator stabilitas terakhir dirilis pada Jumat, 27 Februari 2026.
Kemudian perkembangan kepemilikan SBN dengan periode harian dapat diakses pada laman Kementerian Keuangan..
BI mengatakan perkembangan aliran modal asing bisa dilihat di laman masing-masing lembaga terkait.
Se. Tak hanya itu, gkan yield SBN berada di level 6,588 persen.Sebelumnya, BI juga berhenti menyajikan data aliran modal asing secara mingguan turut berperan penting..
Adapun perkembangan transaksi saham dapat diakses di laman Bursa Efek Indonesia.
Perkembangan terkait Bank Indonesia Setop Rilis Indikator Stabilitas Rupiah akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equity World Trillium Surabaya – Analisis Harga Emas Hari Ini, Fokus pada Data Ekonomi AS dan Pernyataan The Fed
- Pertamina Group Raih 35 Penghargaan Komunikasi di Ajang PRIA 2026 | Equityworld Futures