Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Perang Iran: Dolar Amerika Mengamuk, Tak Ada Mata Uang Asia Selamat yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Pada saat yang sama, DXY tercatat naik 0,27% ke level 97,869..
Pelemahan terdalam terjadi pada nilai tukar won Korea Selatan yang terdepresiasi hingga 0,82% ke level KRW 1.450,99/US$.
Dari faktor eksternal, penguatan dolar AS terjadi di tengah meningkatnya permintaan aset safe haven setelah serangan AS. Selain itu, Israel ke Iran pada akhir pekan..
Jakarta, Equityworld Futures – Pergerakan mata uang Asia pada perdagangan pagi ini, Senin (2/3/2026) kompak melemah atau tertekan dalam menghadapi dolar Amerika Serikat (AS).
Sementara itu, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan paling tipis setelah turun 0,16% ke level TWD31,425/US$..
Sementara, negara tetangga kita Malaysia turut mengalami pelemahan nilai tukarnya dengan ringgit terkoreksi 0,39% ke level MYR 3,903/US$..
Baht Thailand menyusul dengan pelemahan 0,68% ke posisi THB 31,20/US$..
Tekanan juga terjadi pada sejumlah mata uang Asia lainnya.
Dong Vietnam. Selain itu, dolar Singapura sama-sama turun 0,24% masing-masing ke level VND 26.102/US$ dan SGD 1,2675/US$…
Contohnya, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Yor. Selain itu, ia, Irak, dan Suriah.. dapat dilihat pada Selain itu, Iran juga dilaporkan melancarkan serangan terhadap aset-aset AS di sejumlah negara sekitar,..
// .
Penguatan indeks dolar ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset berdenominasi dolar AS, yang kemudian memberi tekanan pada mayoritas mata uang lain, termasuk mata uang Asia..
Pelemahan rupiah menjadi yang terdalam ketiga diantara mata uang Asia lainnya pada pagi ini..
Arah pergerakan tersebut sejalan dengan menguatnya indeks dolar AS atau DXY.
// .
Adapun, mata uang Garuda juga terpantau berada di zona merah dengan pelemahan sebesar 0,45% ke level Rp16.835/US$.
Yen Jepang melemah 0,23% ke JPY 156,41/US$, rupee India turun 0,21% ke INR 91,24/US$,. Tak hanya itu, yuan China terkoreksi 0,19% ke CNY 6,87/US$. turut berperan penting..
Seiring pasar merespon terkaitย meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah pasca serangan AS sekaligus Israel ke Iran pada sabtuย (28/2/2026) akhir pekan lalu…
Oleh sebab itu, Konflik tersebut memicu kekhawatiran pasar global terjadi. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah berpotensi memperluas ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk mengganggu lalu lintas maritim di kawasan Teluk yang kaya minyak.,..
Oleh sebab itu, menopang penguatan DXY. Selain itu, menekan pergerakan mayoritas mata uang Asia pada perdagangan pagi ini.. menjadi konsekuensi dari Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung memburu dolar AS sebagai aset aman,..
Merujuk data Refinitiv, per pukul 09.20 WIB, sebanyak sebelas mata uang Asia yang dipantau terpantau melemah terhadap greenback..
Di bawahnya menyusul, peso Filipina yang turut terkoreksi tajam sebesar 0,41$ ke posisi PHP 57,878/US$.
Perkembangan terkait Perang Iran: Dolar Amerika Mengamuk, Tak Ada Mata Uang Asia Selamat akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Harga Emas Naik Turun Secara Drastis, Mental Pembeli Emas Diuji
- Equity World Trillium Surabaya โ Harga Minyak Global Tetap Kuat: Apa yang Terjadi di Venezuela dan Laut Hitam?