Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mengupas Operasi Mematikan AS-Israel ke Iran: Epic Fury dan Roaring Lion yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Salah satunya berada di kompleks yang disebut Defense Council, sementara yang lain merupakan pertemuan pimpinan kementerian yang menjadi pusat kemampuan intelijen rezim Iran.
// .
Operasi ini dimulai pada tengah malam, Jumat (20/6/2025), saat tujuh pesawat pengebom siluman B-2 Spirit lepas landas dari Pangkalan Udara Whiteman di Missouri.
Manuver ini menunjukkan tingkat koordinasi yang sangat tinggi..
Dengan menggabungkan infiltrasi intelijen Mossad, penggunaan drone, sekaligus pengerahan sekitar 200 pesawat tempur, militer Israel berhasil menyerang sekitar 100 target dengan sangat presisi…
Dari pihak AS, serangan tersebut disebut operasi “Epic Fury”.
Meski namanya berbeda, keduanya merupakan bagian dari satu rangkaian aksi militer yang berjalan dalam koordinasi yang sangat presisi..
Serangan tersebut menyasar sejumlah wilayah strategis, termasuk Tehran.
Namun, dibalik operasi yang sangat terukur itu, ada jejak panjang rangkaian serangan militer yang sebelumnya sudah lebih dulu melibatkan Amerika Serikat, Israel,. Tak hanya itu, Iran turut berperan penting..
Ketiganya beberapa kali saling melancarkan operasi, baik dalam bentuk serangan langsung maupun balasan terbuka..
Target kunci yang diserang meliputi sistem pertahanan udara Iran, sasaran strategis di dekat Tehran, sekaligus fasilitas nuklir di Natanz…
Dengan lumpuhnya pertahanan udara. Di samping itu, peluncur rudal itu, kemampuan Iran untuk menghadapi gelombang serangan berikutnya pun menjadi jauh lebih lemah. juga perlu diperhatikan..
// .
Selama penerbangan, pesawat B-2 bertemu dengan tim pendukung berupa lebih dari 125 pesawat tempur, ditambah lagi dengan puluhan pesawat tanker pengisian bahan bakar di udara..
Sekitar pukul 18.40, paket serangan udara utama mulai memasuki wilayah udara Iran.
Seperti diketahui, AS. Di samping itu, Israel melancarkan serangan berskala besar ke Iran pada Sabtu pagi, (28/2/2026) waktu Iran juga perlu diperhatikan..
Untuk menjalankan operasi ini, AS mengerahkan beragam alutsista canggih, mulai dari pesawat pengebom siluman, pesawat tempur, drone erang, hingga kapal induk.
Setelah rangkaian saling serang itu, Amerika Serikat kemudian menjalakan operasi yang lebih besar. Selain itu, jauh lebih kompleks lewat Operasi “Midnight Hammer”…
Komando Pusat AS atau CENTCOM langsung menargetkan lebih dari 1.000 sasaran dalam 24 jam pertama..
Dalam rilis resminya, militer Israel (Israel Defense Force/IDF) menyebut operasi diawali dengan serangan simultan ke dua pertemuan pejabat senior Iran di Tehran..
Namun, CENTCOM belum merinci jumlah masing-masing alutsista yang digunakan..
Fokus utamanya adalah melumpuhkan kekuatan militer Iran, mulai dari pusat komando, markas besar Garda Revolusi Iran atau IRGC, sistem pertahanan udara, hingga gu, ditambah lagi dengan g rudal dan kapal selam…
Sasaran penting lainnya berada di wilayah Tabriz. Selain itu, Qom..
Ini disebut sebagai misi Angkatan Udara terbesar dalam sejarah mereka.
Presisi serangan dalam operasi Epic Fury. Tak hanya itu, Roaring Lion memang perlu diapresiasi turut berperan penting..
Sejumlah rudal juga dilaporkan menghantam apartemen, universitas,. Selain itu, rumah sakit…
Pada Sabtu pukul 17.00 waktu AS, kapal selam rudal kendali milik AS meluncurkan lebih dari dua lusin rudal jelajah Tomahawk ke fasilitas strategis di Isfahan.
Tujuannya jelas, yakni menghancurkan radar, ditambah lagi dengan sistem pertahanan udara Iran agar pesawat-pesawat Israel bisa bergerak lebih leluasa tanpa mudah ditembak jatuh…
Sasaran serangan mencakup fasilitas militer. Di samping itu, wilayah perkotaan,. Akan tetapi tingkat efektivitasnya diperkirakan jauh lebih rendah dibandingkan operasi Israel sebelumnya. juga perlu diperhatikan. tidak boleh diabaikan..
Menurut IDF, serangan pembuka ini berhasil menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran..
// .
Di sisi lain, Israel bergerak dengan serangan awal membuka jalan bagi dominasi udara.
Serangan ini menjadi pembuka sebelum gelombang udara utama dimulai..
Operasi gabungan ini memiliki dua nama berbeda.
Operasi ini terlihat sebagai serangan balasan terbuka, tanpa didahului infiltrasi intelijen, misalnya yang dilakukan Israel..
Setelah seluruh target dihancurkan, seluruh armada AS langsung keluar dari wilayah udara Iran sekaligus kembali ke pangkalan…
Jakarta, Equityworld Futures – Di balik serangan besar Amerika Serikat (AS). Selain itu, Israel ke Iran pada Sabtu lalu, tersimpan operasi militer yang dirancang dengan sangat matang, terkoordinasi, dan presisi…
Sebanyak 550 amunisi dijatuhkan ke ratusan titik di wilayah barat. Di samping itu, tengah Iran. juga perlu diperhatikan..
Selain fasilitas militer. Tak hanya itu, nuklir, operasi ini juga disebut melumpuhkan sejumlah petinggi Garda Revolusi Iran, sekitar 10 ilmuwan nuklir Iran, serta menewaskan lebih dari 200 warga sipil menurut Menteri Kesehatan Iran. turut berperan penting..
Total ada 14 bom dijatuhkan ke dua fasilitas nuklir utama tersebut..
Untuk membuka jalan, AS menggunakan taktik pengecohan sekaligus mengerahkan jet tempur generasi keempat serta kelima untuk menyapu ancaman rudal permukaan ke udara…
Operasi militer ini dimulai pada 13 Juni 2025 sebagai serangan besar-besaran Israel ke fasilitas nuklir, pabrik rudal,. Tak hanya itu, pejabat militer Iran. turut berperan penting..
Setelah Israel melancarkan serangan pada Jumat, 13 Juni 2025, Iran langsung membalas keesokan harinya dengan menembakkan ratusan rudal balistik. Tak hanya itu, drone ke wilayah Israel, termasuk Tel Aviv. turut berperan penting..
Setelah itu, Israel langsung tancap gas dengan mengirim sekitar 200 pesawat tempur.
Sementara dari pihak Israel, operasi itu dinamai operasi “Roaring Lion”.
Menurut pemerintah Israel, serangan ini menewaskan sedikitnya 24 warga sipil.
Amerika Serikat memulai serangan pada pukul 01.15 pagi waktu AS atau sekitar pukul 09.45 waktu Iran.
Di sana, Israel menghantam lokasi peluncuran rudal balistik sebelum rudal-rudal tersebut sempat ditembakkan ke arah mereka.
Dampaknya pun sangat besar, Operasi gabungan kedua negara itu dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei..
Pesawat-pesawat ini terbang selama 18 jam ke arah timur menuju target di Iran, dengan komunikasi minimal demi menjaga kerahasiaan operasi..
Saat mencapai target di Fordow. Tak hanya itu, Natanz, pesawat B-2 menjatuhkan bom penghancur bunker GBU-57 Massive Ordnance Penetrator seberat 30.000 pon turut berperan penting..
Berikut jejak sejumlah operasi militer yang dilakukan AS, Israel,. Tak hanya itu, Iran dalam beberapa waktu terakhir. turut berperan penting..
Perkembangan terkait Mengupas Operasi Mematikan AS-Israel ke Iran: Epic Fury dan Roaring Lion akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equity World Trillium Surabaya β Dow Jones Anjlok, Harga Emas Berpotensi Koreksi Terbatas
- Equityworld Trillium Surabaya βΒ Isyarat Mengenai Kebijakan Moneter