Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Asia Kompak Menguat, Dolar AS Kalah Telak Usai Pidato Trump yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Tekanan terhadap dolar juga membuka ruang penguatan pada mata uang Garuda.
Sehingga pasar kembali menilai arah kebijakan dagang AS masih akan agresif, ditambah lagi dengan penuh ketidakpastian…
Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang negara-negara Asia bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Rabu (26/2/2026).
// .
Merujuk data Refinitiv, per pukul 11.10 WIB, dari sebelas mata uang Asia yang dipantau, sepuluh mata uang menguat sekaligus hanya satu yang melemah terhadap greenback…
Penguatan tipis juga terlihat pada yen Jepang yang naik 0,01% ke JPY 155,87/US$, serta rupee India yang menguat 0,01% ke INR 90,893/US$..
Meski demikian, pelaku pasar masih memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga sekitar tiga kali masing-masing 25 basis poin tahun ini.
DXY pada waktu yang sama turun 0,08% ke level 97,769, menandakan minat terhadap greenback sedikit mereda. Selain itu, memberi ruang bagi mata uang Asia untuk menguat…
Rupiah terpantau menguat 0,15% ke posisi Rp16.790/US$, atau berbalik dibandingkan posisi rupiah pada pembukaan perdagangan pagi ini yang melemah 0,03% di level Rp16,820/US$..
Seiring melemahnya indeks dolar AS (DXY) setelah pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump..
Arah pergerakan ini selaras dengan melemahnya dolar AS.
Di saat yang sama, AS mulai menerapkan tarif global sementara 10% sejak Selasa kemarin, yang disebut-sebut tengah diupayakan Gedung Putih untuk dinaikkan menjadi 15%, menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan skema tarif resiprokal Trump..
Ekspektasi pemangkasan suku bunga ini ikut menekan daya tarik dolar AS,. Akibatnya, DXY bergerak melemah…
Trump juga menyatakan keyakinannya negara-negara lain akan mematuhi perjanjian dagang, bahkan menyinggung kemungkinan tarif pada akhirnya dapat menggantikan pajak penghasilan..
Salah satu pemicunya datang dari pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump pada pagi tadi, yang tidak memberi sinyal akan mengubah kebijakan tarifnya.
Penguatan paling besar dipimpin won Korea yang naik 0,42% ke posisi KRW 1.435,3/US$.
Dari sisi kebijakan moneter, nada komentar pejabat bank sentral AS cenderung menahan laju penguatan dolar..
Baht Thailand menguat 0,13% ke THB 31,01/US$. Tak hanya itu, dolar Singapura menguat 0,11% ke SGD 1,265/US$. turut berperan penting..
// .
Sementara itu, satu-satunya mata uang yang masih berada di zona merah adalah ringgit Malaysia, yang melemah 0,03% ke level MYR 3,891/US$..
Susan Collins menilai mempertahankan suku bunga masih tepat di tengah pasar tenaga kerja yang membaik. Tak hanya itu, risiko inflasi yang belum sepenuhnya hilang turut berperan penting..
Di sisi lain, yuan China menguat 0,16% ke CNY 6,8718/US$.
Dong Vietnam menyusul menguat 0,38% ke level VND 26.080/US$.
Thomas Barkin juga menilai posisi kebijakan saat ini sudah memadai untuk menghadapi berbagai risiko ekonomi..
Dolar Taiwan juga terapresiasi sebesar 0,25% ke TWD 31,29/US$, sementara peso Filipina naik 0,20% ke PHP 57,586/US$..
Penguatan ini membuat yuan berada di level terkuat sejak 18 April 2023 atau rekor tertinggi baru dalam 34 bulan terakhir..
Perkembangan terkait Mata Uang Asia Kompak Menguat, Dolar AS Kalah Telak Usai Pidato Trump akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Libur Imlek, Jumlah Penumpang Kereta Melonjak | Equityworld Futures
- Bakal Dirombak, Ini Daftar Lengkap Holding Danantara dan Anak Usaha | Equityworld Futures