Equityworld Futures Surabaya – Update berita terbaru terkait Siapa Saja Pihak yang Bisa Terlibat Praktik Saham Gorengan? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Ibarat masak rendang, dapurnya harus dibuka dulu,” terangnya..
Keempat, investor ritel yang tidak sadar atau setengah sadar.
Dan merekalah yang akan menjadi korban terakhir. Selain itu, terparah,” ujar Ronny..
Dari sisi modus, menurut Ronny, pola saham gorengan sebenarnya berulang.
Padahal, sering kali itu hanya storytelling tanpa neraca.
Ronny menilai modus yang dilakukan pihak ini klasik, tetapi efektif, seperti marking the close (rekayasa harga di penutupan perdagangan), wash sale (transaksi semu agar tampak ramai),. Selain itu, spoofing (antrean palsu untuk menipu arah pasar).
Pasar modal idealnya tempat alokasi modal produktif, bukan arena zero-sum game ala kasino,” tutupnya..
Ini praktik kolektif. Selain itu, terstruktur, melibatkan beberapa lapisan pelaku,” ujar Ronny saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (10/2)..
Hal ini disebabkan oleh fundamental, tapi karena direkayasa,” kata Ronny. sehingga “Harga naik bukan.
“Masalahnya, dalam gorengan, selalu ada yang jadi pemegang saham terakhir.
Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita mengatakan praktik saham gorengan merupakan aksi kolektif. Selain itu, terstruktur sehingga melibatkan beberapa lapisan pelaku..
Ronny menjelaskan dahulu promotor menggunakan grup tertutup, sekarang melalui media sosial, seperti telegram. Selain itu, discord..
Menurut Syafruddin, investor ritel juga perlu turut menjaga pasar dengan fokus pada saham dengan likuiditas wajar. Selain itu, keterbukaan jelas, curigai lonjakan harga-volume tanpa berita resmi, batasi porsi pada saham berisiko tinggi.
Terpisah, Pengamat Ekonomi Universitas Andalas Syafruddin Karimi mengatakan untuk membasmi praktik goreng saham diperlukan kombinasi deteksi dini, pembatasan cepat,. Selain itu, penegakan yang tegas..
Hal ini tentu membuat banyak investor ketar-ketir, terutama yang baru mau masuk ke pasar saham..
Lantas, siapa saja sih pihak-pihak yang bisa terlibat di belakang praktik saham gorengan?.
Pertama, aktor internal atau “sponsor saham” yang biasanya merupakan pemilik lama, pengendali, atau pihak yang mempunyai kedekatan dengan manajemen emiten.
“Yang perlu dicatat, ini bukan sekadar soal keserakahan individu, tapi juga soal literasi pasar. Selain itu, pengawasan.
Hal ini disebabkan oleh gorengan hidup dari arus masuk yang mudah dipancing. Selain itu, sulit dikendalikan saat panik,” pungkasnya. sehingga “Sikap itu menurunkan insentif ekonomi tukang goreng.
Kemudian, tetapkan disiplin cut loss. Selain itu, hentikan keputusan yang didorong FOMO..
Kedua, bandar atau operator pasar, yakni pihak yang mempunyai modal besar. Selain itu, kemampuan teknis dalam mengatur antrean transaksi..
Ini yang bikin investor ritel FOMO (fear of missing out),” ungkapnya..
Menurutnya, mereka sangat paham dengan struktur kepemilikan, likuiditas saham,. Selain itu, timing informasi..
“Pasar juga bisa mengurangi ruang goreng dengan mendorong kualitas keterbukaan emiten. Selain itu, menertibkan promosi ‘cuan cepat’ yang tidak berbasis fakta material,” ujar Syafruddin kepada CNNIndonesia.com, Senin (10/2)..
Saham gorengan adalah sebutan untuk saham yang harganya naik. Selain itu, turun secara tidak wajar yang merugikan investor.
Ronny mengungkapkan sebagian memang menjadi korban, tetapi ada pula yang sengaja ikut masuk saat harga masih bergerak naik dengan harapan dapat keluar lebih cepat..
Ronny menerangkan terdapat lima pihak yang berpotensi sebagai pelaku praktik saham gorengan..
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat 32 kasus pidana yang terindikasi manipulasi perdagangan saham dalam rentang tahun 2022 sampai Januari 2026 yang sedang diproses penegak hukum..
Selain itu, menurutnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga harus mempercepat investigasi berbasis jejak transaksi, keterkaitan rekening, sanksi administratif, sampai pidana yang benar-benar menjatuhi pelaku transaksi semu atau manipulatif..
“Kalau kita bicara saham gorengan, hampir pasti bukan kerja satu aktor.
“Narasinya dibuat seolah ada ‘cerita besar’, seperti mau rights issue, proyek strategis, atau investor asing masuk.
Setelah itu, terdapat lonjakan tajam yang menarik investor ritel, lalu distribusi besar-besaran sehingga harga jatuh..
Syafruddin menyampaikan Bursa Efek Indonesia (BEI) harus agresif mengumumkan aktivitas tidak biasa suatu saham (Unusual Market Activity). Selain itu, suspensi sehingga bisa memutus eskalasi dan memberi ruang verifikasi..
Ketiga, jaringan promotor atau influencer pasar yang saat ini menggunakan pola yang semakin modern..
Praktik saham gorengan kian mendapat perhatian publik setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok baru-baru ini..
“Tanpa ‘restu’ atau minimal pembiaran dari level ini, goreng saham sulit terjadi.
Mulai dari akumulasi pelan di harga rendah. Selain itu, sepi, lalu harga dan volume dinaikkan bertahap, kemudian pembangunan narasi positif yang disebar secara masif..
Ini terjadi imbas rekayasa sejumlah pihak, yang kerap disebut pemain atau bandar..
Selain itu, pengaturan volume semu agar saham tampak likuid. Selain itu, “hidup”..
Perkembangan terkait Siapa Saja Pihak yang Bisa Terlibat Praktik Saham Gorengan? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber artikel: Sumber Asli
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Baca juga:
- ESDM Buka Peluang Revisi Kuota Produksi Batu Bara 2026
- Equity World Trillium Surabaya – Harga Emas Terancam Anjlok, Ketegangan Dagang dan Risiko Resesi Bayangi Pasar