Equityworld Futures Surabaya – Update berita terbaru terkait Mendag Ungkap Diplomasi Prabowo-Trump Kerek Ekspor RI ke AS 16,6% yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Secara keseluruhan, kinerja perdagangan Indonesia juga tercermin dari surplus neraca perdagangan yang meningkat 31,03 persen dengan nilai mencapai US$41,05 miliar, atau menjadi surplus ke-68 bulan berturut-turut..
“Kalau kita lihat, surplus terbesar kita justru ke Amerika,” ujar Budi..
“Itu kan salah satu modal kita sebenarnya, kepercayaan dunia terhadap Indonesia,” katanya..
Budi menjelaskan kepercayaan dunia terhadap RI menjadi salah satu faktor pendukung di tengah dinamika perdagangan global, termasuk kebijakan resiprokal yang dihadapi banyak negara dengan AS..
Selain AS. Selain itu, China, mitra dagang utama Indonesia pada 2025 juga mencakup India, Jepang, dan Singapura..
Peningkatan tersebut, menurutnya, turut dipengaruhi oleh diplomasi internasional Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden AS Donald Trump..
“Ya sangat dipengaruhi tentunya ya diplomasi yang selama ini dilakukan oleh Bapak Presiden,” ujar Budi dalam konferensi pers di Kemendag, Jakarta Pusat, Jumat (6/2)..
Sementara berdasarkan kawasan, pertumbuhan ekspor tertinggi tercatat ke Swiss, didorong lonjakan ekspor perhiasan seiring kenaikan harga emas..
Dengan capaian tersebut, Negeri Paman Sam menempati posisi kedua negara mitra dagang terbesar Indonesia setelah China, sekaligus menjadi negara tujuan dengan pertumbuhan ekspor tertinggi di antara mitra utama..
“Mudah-mudahan nanti kalau sudah disepakati, ekspor kita terus tetap meningkat,” katanya..
Namun, dibandingkan 2024, ekspor ke India. Selain itu, Jepang masing-masing mengalami penurunan, sementara ekspor ke Singapura tumbuh 12,24 persen menjadi US$13,70 miliar.
Berdasarkan paparannya, nilai ekspor Indonesia ke AS naik dari US$26,54 miliar pada 2024 menjadi US$30,96 miliar pada 2025..
Ekspor ke Vietnam juga meningkat 11,65 persen, sedangkan ke Thailand tumbuh 13,73 persen..
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) tumbuh 16,66 persen pada 2025..
Budi menambahkan, minat perusahaan AS untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya yang berorientasi ekspor, turut menopang kinerja perdagangan..
Dalam periode tersebut, AS tercatat sebagai negara penyumbang surplus terbesar Indonesia, menggeser India yang sebelumnya berada di posisi teratas..
Dari sisi komoditas, peningkatan ekspor ditopang antara lain oleh aluminium. Selain itu, produk turunannya serta berbagai produk kimia..
Perkembangan terkait Mendag Ungkap Diplomasi Prabowo-Trump Kerek Ekspor RI ke AS 16,6% akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber artikel: Sumber Asli
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Baca juga:
- Equityworld Trillium Surabaya – Kenaikan Terbatas di Tengah Penguatan Dolar dan Penurunan Suku Bunga Fed
- Equity World Trillium Surabaya – Emas Masih Jadi Safe Haven di Tengah Gejolak Ekonomi