0 0
Read Time:5 Minute, 46 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Jadi Alternatif China, Ada Harga Mahal di Balik Booming Ekspor Vietnam yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Kenaikan harga batu bara internasional saat itu juga mendorong pengurangan penggunaannya..

Di satu sisi, relokasi manufaktur berhasil meningkatkan ekspor, menarik investasi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi negara tersebut…

// .

// .

Data Ember menunjukkan kebutuhan listrik Vietnam tumbuh rata-rata sekitar 6% per tahun sepanjang 2022-2025..

Sejak AS mulai memberlakukan tarif tambahan terhadap barang impor China pada 2018, sejumlah perusahaan multinasional berupaya mendiversifikasi rantai pasok dengan memindahkan sebagian aktivitas produksinya ke negara berbiaya lebih rendah..

Ketergantungan terhadap batu bara juga berfluktuasi mengikuti ketersediaan sumber energi lainnya, terutama pembangkit listrik tenaga air..

Vietnam menjadi salah satu negara yang paling diuntungkan dari pergeseran tersebut, didukung biaya produksi yang kompetitif serta posisinya sebagai basis manufaktur di Asia Tenggara..

Perkembangan Vietnam memperlihatkan konsekuensi dari pergeseran rantai pasok global akibat perang dagang.

Artinya, nilai impor bulanan AS dari Vietnam meningkat lebih dari 400% dibandingkan sekitar 2018, hingga hampir menyamai China..

Sebaliknya, produksi listrik tenaga air turun 9,1 TWh, sementara gas, ditambah lagi dengan tenaga angin masing-masing meningkat 5,7 TWh dan 4,1 TWh…

Pada akhirnya, keberhasilan Vietnam sebagai pusat manufaktur global tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekspor,. Akan tetapi juga oleh kemampuannya menyediakan energi yang kompetitif, andal, sekaligus semakin rendah emisi.. tidak boleh diabaikan..

Vietnam mulai memperluas kapasitas pembangkit listrik non-batu bara untuk memenuhi peningkatan kebutuhan energi.

Perubahan ini terlihat dari perkembangan perdagangan AS dengan China. Di samping itu, Vietnam. juga perlu diperhatikan..

Pada 2018, nilai impor AS dari China sekitar 10 kali lebih besar dibandingkan impor dari Vietnam.

Di balik pertumbuhan tersebut, Vietnam masih sangat bergantung pada batu bara sebagai sumber pembangkit listrik utama..

Vietnam mencatatkan produksi listrik berbasis batu bara sebesar 132,9 terawatt jam (TWh) sepanjang Januari-September 2026, meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya..

Ketergantungan yang semakin besar terhadap batu bara turut meningkatkan emisi sektor ketenagalistrikan..

Kondisi ini menunjukkan bahwa batu bara masih akan berperan penting dalam memenuhi kebutuhan listrik Vietnam.

Ekspansi manufaktur juga meningkatkan konsumsi energi.

Ketimpangan tersebut menyusut tajam dalam beberapa tahun terakhir..

Vietnam Perluas Pembangkit Non-Batu Bara, PLTU Masih Dibangun.

Kondisi tersebut membuat pembangkit batu bara semakin diandalkan untuk memenuhi kebutuhan energi industri..

Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan listrik membuat industri ekspor Vietnam semakin bergantung pada batu bara, yang turut mendorong kenaikan emisi karbon..

Dengan periode puncak produksi listrik tenaga air yang telah berlalu, penggunaan batu bara sekaligus emisi dari sektor ketenagalistrikan berpotensi terus meningkat hingga akhir tahun…

Pergeseran perdagangan tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Vietnam.

Tanpa percepatan transisi energi, pertumbuhan industri. Di samping itu, ekspor berpotensi terus mendorong peningkatan konsumsi batu bara serta emisi karbon. juga perlu diperhatikan..

Penurunan produksi listrik tenaga air akibat rendahnya curah hujan membuat kontribusi batu bara kembali meningkat..

Berdasarkan data lembaga riset energi Ember, angka tersebut menjadi rekor tertinggi untuk periode sembilan bulan pertama dalam sejarah negara tersebut..

Memasuki 2026, rata-rata impor bulanan AS dari China turun menjadi sekitar USgkan impor dari Vietnam melonjak menjadi US miliar.2,9 miliar, se sekaligus gkan impor dari Vietnam melonjak menjadi US miliar…

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang berada di kisaran, misalnya ga produksi listrik…

Sejak 2019, pembangkit listrik tenaga batu bara menyumbang rata-rata sekitar 49% dari keseluruhan produksi listrik Vietnam.

Lonjakan ini tidak terlepas dari meningkatnya aktivitas manufaktur berorientasi ekspor, terutama setelah perusahaan-perusahaan global mulai mengalihkan sebagian produksinya dari China akibat kebijakan tarif AS..

Pada 2022, kontribusi batu bara sempat turun menjadi 38,5% berkat melimpahnya produksi listrik tenaga air.

Akan. Akan tetapi, di balik pesatnya pertumbuhan industri tersebut, ketergantungan Vietnam terhadap pembangkit listrik berbahan bakar batu bara justru semakin meningkat. tidak boleh diabaikan..

Sepanjang Januari-September 2026, batu bara menyumbang hampir 52% dari bauran pembangkitan listrik Vietnam, tertinggi untuk periode yang sama sejak 2020 menurut Ember..

Berdasarkan data Global Energy Monitor yang dikutip Reuters, sekitar 11 gigawatt (GW) pembangkit listrik berbasis gas, 1,4 GW tenaga air,. Di samping itu, 1,3 GW tenaga angin tengah dibangun. juga perlu diperhatikan..

Ketergantungan ini juga dapat menjadi tantangan bagi perusahaan-perusahaan AS yang mengimpor barang dari Vietnam, terutama seiring meningkatnya perhatian terhadap jejak karbon dalam rantai pasok global..

Meski demikian, pembangunan pembangkit listrik berbasis batu bara masih berlanjut, dengan kapasitas 2,7 GW dalam tahap konstruksi, ditambah lagi dengan tambahan 2,6 GW dalam perencanaan…

Di sisi lain, produksi listrik tenaga air turun sekitar 12% sepanjang tahun berjalan akibat curah hujan yang lebih rendah dari normal.

Berdasarkan data Ember, produksi listrik berbasis batu bara Vietnam meningkat sebesar 17,2 TWh sepanjang Januari-September 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi kenaikan terbesar di antara seluruh sumber energi.

Berdasarkan data Ember, batu bara masih mendominasi produksi listrik Vietnam dibandingkan sumber energi lainnya,, misalnya tenaga air, gas, surya,, ditambah lagi dengan angin….

Walaupun Dengan demikian, perang tarif tidak hanya mengubah peta perdagangan global,, juga memengaruhi kebutuhan energi negara-negara yang menjadi tujuan relokasi industri. masih menjadi prioritas..

Data Ember yang dikutip Reuters menunjukkan emisi sektor listrik Vietnam melonjak 16% menjadi rekor 129 juta ton setara karbon dioksida sepanjang sembilan bulan pertama 2026..

Jakarta,Β CNBCΒ Indonesia – Perang dagang antara Amerika Serikat (AS). Selain itu, China membawa keuntungan besar bagi Vietnam melalui meningkatnya investasi manufaktur dan ekspor…

Dominasi tersebut semakin terlihat pada 2026, ketika produksi listrik berbasis batu bara meningkat di tengah tingginya kebutuhan energi, ditambah lagi dengan melemahnya produksi listrik tenaga air…

Mengutip analisis kolumnis Reuters Gavin Maguire pada Jumat (23/10/2026), pertumbuhan sektor manufaktur telah mendorong kebutuhan listrik Vietnam meningkat hampir 50% sejak 2019..

Menurut sekaligus a Moneter Internasional (IMF), pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Vietnam rata-rata mencapai 7,4% per tahun sejak 2022, menjadikannya salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia dalam periode tersebut…

Berdasarkan data LSEG yang dikutip Reuters, ketika impor AS dari China mencapai puncaknya sekitar US$539 miliar secara tahunan, rata-rata impor bulanan AS dari China mencapai US$45 miliar, sementara dari Vietnam hanya sekitar US$4 miliar..

Perkembangan terkait Jadi Alternatif China, Ada Harga Mahal di Balik Booming Ekspor Vietnam akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By