Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Nasib Mata Uang Asia Beda Arah: Won-Yen Menguat, Rupiah Paling Ambruk yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Per pukul 09.20 WIB, enam dari 10 mata uang Asia yang dipantau Refinitiv masih melemah terhadap dolar AS.
Hal tersebut terlihat dari penguatan beberapa mata uang utama, misalnya poundsterling, dolar Kanada, dolar Australia, hingga dolar Selandia Baru yang dalam beberapa hari terakhir sempat menyentuh level tertinggi dalam beberapa pekan terhadap greenback…
Ekspektasi tersebut ikut membantu yen bertahan.
Ketiga bank sentral tersebut diperkirakan belum akan mengubah suku bunga pada pertemuan kali ini.
The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75%-4,00% pada Oktober.
Kenaikan berikutnya ke level 1,5% diperkirakan baru terjadi pada awal tahun depan..
Pasar tetap memperhitungkan a sekaligus ya kenaikan bunga sebelum akhir tahun…
Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak 2022 pada Rabu.
Sementara di Jepang, BOJ juga diperkirakan belum mengubah suku bunga pada pertemuan mendatang.
// .
Di sisi lain, euro masih menghadapi tekanan dari persoalan fiskal Prancis. Selain itu, kondisi energi Eropa…
Meski “Euro tidak bisa turun lebih jauh,, namun juga tidak bisa menguat tetap penting..
The Federal Reserve/The Fed, Bank Sentral Eropa (ECB),. Tak hanya itu, Bank of Japan (BOJ) akan mengumumkan keputusan suku bunga dalam waktu berdekatan pada pekan depan. turut berperan penting..
Empat mata uang lainnya mampu mencatat penguatan..
Gejolak sosial yang terjadi di Prancis kembali menyoroti sulitnya pemerintah menekan defisit anggaran..
Won Korea Selatan menjadi yang paling perkasa dengan kenaikan 0,20% ke posisi KRW1.324/US$.
Namun, pasar akan mencermati nada pernyataan masing-masing bank sentral untuk mencari petunjuk mengenai langkah berikutnya..
Pasar kini mulai bersiap menghadapi pekan penting bagi kebijakan moneter global.
Kita berada dalam kondisi buntu ketika tumpukan berita buruk hampir sepenuhnya diimbangi oleh posisi pasar,” ujar Brent Donnelly, Presiden Spectra Markets, dikutip dari Reuters..
Meski melemah, DXY masih bertahan di atas level 101.
Pertumbuhan ekonomi yang masih kuat membuat suku bunga AS diperkirakan dapat bertahan tinggi lebih lama..
Namun, posisi beli terhadap dolar mulai sedikit berkurang.
Kondisi ini menunjukkan dolar AS belum benar-benar kehilangan kekuatan menjelang rangkaian keputusan suku bunga bank sentral utama dunia pada pekan depan..
Pelaku pasar saat ini masih cukup banyak memegang dolar dengan anggapan bahwa ekonomi AS akan tetap kuat, salah satunya ditopang oleh perkembangan industri kecerdasan buatan atau AI..
Peso Filipina turun 0,11%, sementara baht Thailand, ringgit Malaysia,. Tak hanya itu, dolar Singapura masing-masing terkoreksi 0,06%, 0,04%, dan 0,03%. turut berperan penting..
Meski demikian, pasar masih melihat peluang kenaikan suku bunga pada Desember..
Greenback sebenarnya se. Di samping itu, g mengalami pelemahan yang terlihat dari pergerakan indeks dolar AS (DXY)Β yang tengah turun 0,06% ke posisi 101,717. juga perlu diperhatikan..
Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam berikutnya setelah rupiah, yakni 0,24%.
Dong Vietnam, ditambah lagi dengan yuan China turut bergerak positif masing-masing 0,07% dan 0,01%…
Jakarta, Equityworld Futures – Pasar valuta Asia kembali menunjukkan arah yang beragam pada perdagangan Kamis (22/10/2026)..
Mata uang Jepang masih bergerak di sekitar 158 per dolar AS, dengan ancaman intervensi otoritas Jepang. Di samping itu, peluang kenaikan suku bunga BOJ menjadi penahan pelemahan lebih lanjut. juga perlu diperhatikan..
Di Eropa, ECB diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,5% pekan depan.
Sebaliknya, rupiah justru mengalami tekanan paling besar.
Yen Jepang menyusul dengan penguatan 0,14% ke JPY157,92/US$..
Mata uang Garuda turun 0,25% ke posisi Rp18.045/US$, kembali bergerak di atas level psikologis Rp18.000/US$..
Perkembangan terkait Nasib Mata Uang Asia Beda Arah: Won-Yen Menguat, Rupiah Paling Ambruk akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Danantara Buka Suara soal Laporan Keuangan yang Belum Rilis
- Equityworld Futures Surabaya | Daftar Merek Mobil Ini yang Paling Awet dan Gampang Rusak