0 0
Read Time:4 Minute, 33 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Berdarah-Darah! Begini Perjalanan IHSG dari Rekor 9.100 – Jebol 4.900 yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Namun, sehari setelah mencetak rekor, IHSG mulai berbalik melemah..

Pada perdagangan Senin (16/3/2026), indeks dibuka di 7.115,45, ditambah lagi dengan sempat turun hingga 6.917,32 secara intraday..

Penguatan kala itu antara lain ditopang saham-saham pertambangan emas.

IHSG yang dibuka di 8.027,83 sempat merosot hingga 7.481,99, sebelum akhirnya ditutup di 8.232,20 atau melemah 1,06%..

Tak butuh waktu lama, IHSG mulai turun dari level tertingginya.

IHSG ambruk 11,57% pada Jumat (16/10/2026), dari posisi pembukaan 5.393,92 hingga ditutup di 5.185,11.

Investor khawatir perubahan ini berpotensi memicu keluarnya sekaligus a asing dari pasar saham domestik…

IHSG bahkan sempat melemah lebih dari 8% hingga memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt)..

Pada Rabu (21/1/2026), indeks dibuka di 9.094,43 sekaligus sempat menembus level 9.000 hingga menyentuh 8.977,68 secara intraday…

Padahal, pada Januari lalu, IHSG masih berada di atas level 9.100, ditambah lagi dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high)..

Dari rekor penutupan di level 9.134,70 pada 20 Januari hingga pembukaan hari ini, IHSG telah mengalami penurunan sekitar 45,68% nilainya, atau lebih dari 4.100 poin..

Namun, hanya dalam sembilan bulan, indeks terus merosot hingga kembali ke kisaran 4.900..

Berdasarkan data Refinitiv, posisi tersebut mendekati level penutupan pada 5 Oktober 2020 sebesar 4.958,77, saat pandemi Covid-19 masih berlangsung..

Indeks dibuka di level 9.156,19. Di samping itu, sempat menyentuh 9.174,47, sebelum ditutup di 9.134,70. juga perlu diperhatikan..

Hal ini disebabkan oleh persoalan transparansi kepemilikan saham. Tak hanya itu, free float., akibatnya Tekanan ini terjadi setelah MSCI mengumumkan pembekuan sementara sejumlah perubahan indeks saham Indonesia. turut berperan penting..

Jakarta, Equityworld Futures – Pasar saham Indonesia kembali mengalami gejolak hebat di tengah tekanan jual yang belum kunjung mereda..

Pelemahan berlanjut pada Senin (19/10/2026), ketika IHSG langsung dibuka anjlok 4,31% ke level 4.961,88.

Indeks akhirnya ditutup merosot 4,11% ke level 5.941,07..

// .

Berdasarkan data Refinitiv, posisi ini mendekati level pada 5 Oktober 2020, ketika indeks ditutup di 4.958,77..

Koreksi tersebut terjadi di tengah aksi ambil untung (profit taking) setelah penguatan beberapa hari sebelumnya.

IHSG dibuka merosot 4,31% ke level 4.961,88.

Setelah mencatatkan kejatuhan terdalam dalam 28 tahun pada Jumat lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ambruk pada Senin (19/10/2026), hingga ke level era pandemi Covid-19..

IHSG mengawali tahun dengan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH) pada Selasa (20/1/2026)..

Pengumuman tersebut meningkatkan kekhawatiran investor terhadap prospek pasar saham domestik.

Pada Rabu (3/6/2026), IHSG dibuka di 6.207,10, ditambah lagi dengan sempat menyentuh 6.213,80, sebelum anjlok hingga 5.842,00 secara intraday..

Sejumlah saham berkapitalisasi besar juga turut mengalami tekanan jual..

Memasuki pertengahan Maret, tekanan jual membawa IHSG ke bawah level psikologis 7.000..

Empat bulan berselang, sentimen MSCI kembali mengguncang pasar saham domestik..

Penurunannya dipengaruhi berbagai sentimen, mulai dari aksi profit taking, kekhawatiran kondisi fiskal, tekanan rupiah, hingga persoalan transparansi pasar yang disoroti MSCI..

IHSG kemudian memangkas pelemahannya. Tak hanya itu, ditutup di 7.022,29 atau turun 1,61%. turut berperan penting..

Berikut perjalanan IHSG dari level 9.100 hingga kembali ke kisaran 4.900 sepanjang 2026..

Meski berhasil kembali naik, IHSG tetap ditutup melemah 1,36% ke level 9.010,33..

Di tengah gejolak pasar, BEI juga mulai menerapkan batas auto rejection bawah (ARB) sebesar 7%, turun dari sebelumnya 15%, untuk membatasi penurunan harga saham harian..

Indeks pun menembus batas psikologis 5.000, ditambah lagi dengan kembali ke kisaran 4.900…

Penurunan tersebut menjadi yang terdalam dalam 28 tahun terakhir..

Ketidakpastian geopolitik global juga turut menekan sentimen investor..

Sepanjang periode tersebut, IHSG melewati sejumlah level psikologis penting.

Pelemahan rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS, kenaikan harga minyak dunia, serta kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi domestik turut membebani pergerakan IHSG..

Tekanan terjadi setelah MSCI membuka konsultasi mengenai kemungkinan penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Walaupun Kali ini, indeks bukan hanya sempat menembus level 6.000,, juga ditutup di bawah batas psikologis tersebut. masih menjadi prioritas..

Level 8.000 kemudian ikut tertembus pada Kamis (29/1/2026).

Kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia menjadi salah satu sentimen yang membayangi pasar, terutama risiko defisit anggaran melampaui batas 3% dari produk domestik bruto (PDB).

Perkembangan terkait Berdarah-Darah! Begini Perjalanan IHSG dari Rekor 9.100 – Jebol 4.900 akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By