Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Rupiah Paling Buruk se Asia: Ringgit Won Jatuh, Cuma Vietnam Tertawa yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Turunnya imbal hasil Treasury membuat daya tarik dolar AS sedikit berkurang. .
Hanya satu mata uang yang mampu menguat, sementara satu lainnya stagnan..
Data tersebut menunjukkan konsumsi masyarakat AS masih cukup kuat..
Berdasarkan CME FedWatch, pasar kini memperkirakan peluang 73% The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober, naik dari 53% sebulan lalu..
Di tengah tekanan tersebut, dong Vietnam menjadi satu-satunya mata uang Asia yang mampu menguat, yakni sebesar 0,05%.
Investor mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) pada Oktober ini..
Dolar juga kehilangan sebagian dukungannya setelah harga obligasi pemerintah AS menguat, ditambah lagi dengan membuat imbal hasil turun…
Indeks dolar AS (DXY) terpantau turun 0,03% ke posisi 102,027..
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.20 WIB, dari 10 mata uang Asia yang dipantau, sebanyak delapan mata uang melemah terhadap dolar AS.
Pasar selanjutnya akan menanti komentar sejumlah pejabat The Fed, termasuk Ketua The Fed Kevin Warsh dalam rangkaian pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok pada Jumat..
Dolar Taiwan menyusul dengan pelemahan 0,40%, sementara won Korea Selatan turun 0,29%..
Dolar AS sebenarnya sedikit melemah pada perdagangan pagi ini.
Penjualan ritel AS juga tumbuh lebih tinggi dari perkiraan, ditopang kenaikan harga bensin.
Harga produsen AS pada September mencatat kenaikan terbesar dalam sekitar 4,5 tahun, menunjukkan tekanan harga mulai menyebar lebih luas di luar sektor energi..
Pergerakan ini terjadi di tengah tekanan pada saham-saham perusahaan pusat data kecerdasan buatan (AI).
“Pasar melihat inflasi pada level ini, ditambah lagi dengan kecepatannya kemungkinan tidak bertahan,. Akibatnya, muncul pandangan yang negatif terhadap dolar,” ujar Juan Perez, direktur perdagangan Monex USA, dikutip dari Reuters….
Kekhawatiran terhadap beban utang perusahaan-perusahaan tersebut mendorong investor masuk ke obligasi pemerintah AS..
Namun, posisi tersebut masih tergolong tinggi.
DXY masih berada di atas level 102 setelah dalam beberapa hari terakhir sempat menyentuh level tertinggi dalam 18 bulan..
Namun, pasar justru lebih banyak mencermati pernyataan sejumlah pejabat The Fed yang cenderung berhati-hati terhadap kenaikan suku bunga berikutnya..
Mata uang Garuda melemah tajam 0,84% hingga menembus level Rp18.070/US$..
Menariknya, pelemahan dolar terjadi meski data ekonomi AS masih menunjukkan tekanan inflasi yang cukup kuat.
“Penjualan saham cip membantu menopang obligasi, sehingga berdampak pada imbal hasil tetap tertahan meski ada sinyal inflasi,” ujar Uto Shinohara, ahli strategi investasi senior Mesirow Currency Management, dikutip dari Reuters…
Wakil Ketua The Fed Bi. Tak hanya itu, g Pengawasan Michelle Bowman dan Presiden The Fed San Francisco Mary Daly sebelumnya mengatakan bank sentral masih bisa menunggu gambaran ekonomi yang lebih jelas sebelum rapat 27-28 Oktober. turut berperan penting..
Rupiah menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam di Asia pagi ini.
// .
Jakarta, Equityworld Futures – Tekanan kembali melanda mayoritas mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (16/10/2026). .
Baht Thailand melemah 0,09%, dolar Singapura turun 0,06%, peso Filipina terkoreksi 0,03%,, ditambah lagi dengan ringgit Malaysia melemah 0,02%..
Perkembangan terkait Rupiah Paling Buruk se Asia: Ringgit Won Jatuh, Cuma Vietnam Tertawa akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Harga Batu Bara Masih Membara, Siapa Emiten Paling Pesta Pora?
- Holding Ultra Mikro Buka Jalan Ketua Kelompok Mekaar Naik Kelas