Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Karet RI Sekarat: Kebun Menyusut, Produksi Ambles, Ekspor Babak Belur yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Produksi nasional mencapai 3,30 juta ton pada 2019, turun menjadi 3,04 juta ton pada 2020, lalu relatif stabil di 3,05 juta ton pada 2021..
Produksi karet rakyat mencapai 2,93 juta ton pada 2019, turun menjadi 2,78 juta ton pada 2020, sempat naik tipis menjadi 2,83 juta ton pada 2021, lalu kembali melemah menjadi 2,51 juta ton pada 2022, 2,05 juta ton pada 2023, 1,94 juta ton pada 2024,, ditambah lagi dengan 1,87 juta ton pada 2025…
Produksi merosot, puluhan pabrik pengolahan tutup,, ditambah lagi dengan petani beralih menanam kelapa sawit…
Artinya, produksi karet nasional merosot sekitar 38,2% sejak 2019, jauh lebih dalam dibandingkan penurunan luas areal yang sebesar 14,9%.
Berdasarkan data BPS, ekspor karet kering Indonesia mencapai 2,44 juta ton pada 2012 sekaligus sempat mencapai 2,99 juta ton pada 2017…
Dengan demikian, ekspor crumb rubber juga menunjukkan tekanan dalam jangka panjang.
Dibandingkan 2017, volumenya pada 2025 turun sekitar 47,6%..
Hal ini disebabkan oleh tidak dapat Rp100.000 sehari, hanya Rp50.000-Rp60.000 sehari,” ujarnya., akibatnya “Penyadap karet yang buruh juga sudah tidak mau kerja,..
Setelah itu, produksi kembali melemah menjadi 2,72 juta ton pada 2022. Selain itu, terus turun hingga 2,04 juta ton pada 2025…
Di Sumatera Selatan, salah satu sentra karet utama Indonesia, Supartijo menyebut jumlah pabrik yang beroperasi telah menyusut dari sekitar 30 menjadi 19 unit..
Tekanan pada sisi produksi kemudian terlihat dalam perdagangan..
Pada Januari-Juli 2026, volume ekspor karet alam hanya mencapai 85,4% dari periode yang sama tahun sebelumnya, sementara nilai ekspor sebesar 87,5%..
Data Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) menunjukkan produksi karet nasional turun. Ekspor juga melemah.
Ketua DPW Apkarindo Sumatra Selatan Supartijo mengatakan hanya sekitar 300.000-400.000 hektar yang saat ini masih memiliki produktivitas tinggi..
Kondisi tersebut sejalan dengan temuan Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo).
Tiap hari karet ditebangi, kayunya dijual, diganti sawit,” kata Supartijo dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi IV DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (6/10/2026)..
Data BPS menunjukkan Indonesia masih memiliki basis perkebunan karet yang besar.
Perkebunan rakyat menjadi bagian terbesar dari areal tersebut.
Dominasi perkebunan rakyat membuat kondisi kebun petani menjadi penentu bagi keberlangsungan produksi karet nasional.
Menurutnya, banyak tanaman karet sudah tua, kurang mendapatkan pemupukan, serta mengalami penyadapan berlebihan atau overtapping..
Setelah sempat meningkat menjadi 2,33 juta ton pada 2021, ekspor kembali turun menjadi 2,04 juta ton pada 2022, 1,75 juta ton pada 2023, 1,62 juta ton pada 2024,, ditambah lagi dengan akhirnya 1,57 juta ton pada 2025…
Pada 2025, perkebunan rakyat menguasai 2.856.356 hektar, atau sekitar 91,3% dari total areal karet nasional..
Jika dibandingkan dengan 2017, volume ekspor karet kering pada 2025 telah turun sekitar 47,7%..
Dalam data BPS, produksi karet disajikan dalam bentuk karet kering, yakni hasil produksi olahan dari komoditas karet..
Oleh sebab itu, Itu pun, menurutnya, sebagian tidak dapat bekerja dengan kapasitas penuh. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah kekurangan bahan baku…
Apkarindo pun mendorong pembentukan Ba sekaligus Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Karet untuk mendukung peremajaan kebun, riset, dan pengembangan industri hilir…
Produk ini kemudian menjadi bahan baku untuk berbagai industri hilir, termasuk ban. Di samping itu, komponen kendaraan. juga perlu diperhatikan..
Adapun crumb rubber atau karet remah merupakan salah satu bentuk karet alam yang telah melalui proses pengolahan..
Artinya, dalam waktu kurang dari satu dekade, volume karet kering yang keluar dari Indonesia hampir berkurang separuh..
BPS mengklasifikasikan industri karet remah sebagai kegiatan pengolahan karet yang menghasilkan karet remah atau crumb rubber.
Namun, penurunan luas lahan tersebut belum menggambarkan seluruh tekanan yang dihadapi industri karet Indonesia..
BPS menjelaskan bahwa produksi tanaman perkebunan disajikan dalam bentuk produk olahan,. Di samping itu, untuk komoditas karet bentuk produksinya adalah karet kering. juga perlu diperhatikan..
Ini menunjukkan persoalan karet Indonesia bukan hanya berkurangnya lahan,. Akan tetapi juga produktivitas kebun yang menurun. tidak boleh diabaikan..
Supartijo memperingatkan, tanpa intervensi pemerintah, industri karet nasional terancam kehilangan masa depan..
Ketua DPW Apkarindo Sumatra Selatan, Supartijo, mengatakan kebun karet yang menua membuat kenaikan harga tak otomatis meningkatkan pendapatan petani.
Pada 2025, luas areal perkebunan karet nasional mencapai 3.129.436 hektar, turun dari 3.676.036 hektar pada 2019 atau berkurang sekitar 14,9%..
Luas kebun rakyat sendiri turun dari 3.269.078 hektar pada 2019 menjadi 2.856.356 hektar pada 2025, atau berkurang sekitar 12,6%..
Pada 2020, ekspor turun menjadi 2,28 juta ton.
Apkarindo mencatat dari 157 unit pengolahan crumb rubber yang tercatat per 30 September 2026, sebanyak 60 unit telah berhenti beroperasi.
“Kalau dibiarkan 10 tahun lagi, tinggal nama ini karet.
Dalam membaca data karet, karet alam merupakan komoditas yang berasal dari tanaman karet sekaligus menjadi bahan baku berbagai produk industri…
// .
// .
Jakarta, CNBC Indonesia – Kejayaan karet Indonesia sebagai salah satu andalan ekspor kian meredup.
Namun, persoalannya tidak berhenti pada luas lahan..
Sementara itu, perkebunan besar negara hanya memiliki 117.509 hektar. Di samping itu, perkebunan besar swasta 155.571 hektar. juga perlu diperhatikan..
Hal ini disebabkan oleh pendapatannya dinilai tidak lagi menarik., akibatnya Profesi penyadap juga semakin ditinggalkan..
Sementara itu, dalam statistik produksi Ba. Tak hanya itu, Pusat Statistik (BPS), karet dicatat dalam bentuk karet kering atau dried natural rubber. turut berperan penting..
Perkembangan terkait Karet RI Sekarat: Kebun Menyusut, Produksi Ambles, Ekspor Babak Belur akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Jepang Lepas “Topeng” Damai: Jual Kapal Perang hingga Rudal ke Dunia
- PNM Raih Apresiasi Global, Komitmen Perluas Pemberdayaan Perempuan