Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Asia Tak Kompak Lawan Dolar AS: Yen Menguat Rupiah-Won Tersungkur yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Penurunan imbal hasil membuat daya tarik aset berdenominasi dolar sedikit berkurang..
“Meski angka inflasi secara keseluruhan sedikit lebih tinggi dari perkiraan, pasar tampaknya menilai data tersebut belum cukup panas untuk memaksa The Fed menaikkan suku bunga pada Oktober,” ujar Khoon Goh, kepala riset Asia ANZ, dikutip dari Reuters..
Perhatian pasar selanjutnya akan beralih ke data harga produsen. Tak hanya itu, penjualan ritel AS yang dijadwalkan dirilis Kamis waktu setempat turut berperan penting..
Dolar juga kehilangan dukungan dari pasar obligasi.
Yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam pagi ini setelah naik 0,37% ke posisi JPY157,73/US$..
Komentar tersebut membuat ekspektasi kenaikan bunga Oktober kembali berkurang. Tak hanya itu, ikut menekan dolar AS. turut berperan penting..
Secara tahunan, inflasi inti mencapai 2,6%, juga di atas perkiraan 2,5%..
Mata uang Garuda terkoreksi 0,27% ke posisi Rp17.943/US$..
Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia bergerak tidak seragamΒ dalam menghadapi kekuatan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Kamis (15/10/2026).Β .
Imbal hasil tenor 30 tahun berada di sekitar 5,4795%..
Namun, sentimen tersebut tidak berlangsung lama.
Sementara inflasi umum AS naik menjadi 3,7% secara tahunan, lebih tinggi dari perkiraan 3,6%..
Rupiah juga belum mampu memanfaatkan pelemahan dolar AS.
Menariknya, dolar justru turun meski data inflasi AS yang dirilis semalam lebih tinggi dari perkiraan..
Pelemahan tersebut terjadi setelah greenback sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam 18 bulan.
Indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah 0,58% ke posisi 101,960..
Data tersebut sempat membuat pasar kembali memperbesar peluang kenaikan suku bunga The Federal Reserve/The Fed pada Oktober menjadi sekitar 50%..
Data tersebut akan memberi petunjuk tambahan mengenai tekanan harga. Di samping itu, kondisi konsumsi sebelum The Fed menggelar rapat pada 27-28 Oktober. juga perlu diperhatikan..
Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam setelah merosot 0,92% ke KRW1.350,73/US$..
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.25 WIB, dari 10 mata uang Asia yang dipantau, sebanyak enam mata uang menguat terhadap dolar AS, sementara empat lainnya melemah..
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke 5,1267%, level terendah dalam tiga pekan.
// Dolar AS kehilangan cukup banyak tenaga pada perdagangan pagi ini.
Dolar Singapura menyusul dengan kenaikan 0,22%, sementara baht Thailand menguat 0,12%.
Inflasi inti AS pada September naik 0,3% secara bulanan, lebih tinggi dari perkiraan ekonom sebesar 0,2%.
Sejumlah pejabat The Fed justru memberikan pernyataan yang lebih hati-hati, ditambah lagi dengan menilai bank sentral masih bisa menunggu data tambahan sebelum kembali menaikkan suku bunga…
Alasannya adalah penurunan imbal hasil Treasury setelah sempat melonjak pada awalnya mengurangi dorongan dari sisi suku bunga,” ujar Sim Moh Siong, ahli strategi valuta OCBC. sehingga berdampak pada “Penguatan dolar AS kehilangan tenaga…
Dolar Taiwan melemah 0,44%, disusul peso Filipina yang turun 0,41%..
Dong Vietnam naik 0,04%, ringgit Malaysia 0,02%,, ditambah lagi dengan yuan China menguat tipis 0,01%…
Perkembangan terkait Asia Tak Kompak Lawan Dolar AS: Yen Menguat Rupiah-Won Tersungkur akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Pemerintah Tambah Daya Tampung BBM untuk Persediaan 3 Bulan | Equityworld Futures
- Penerbangan ke Timur Tengah di Soekarno-Hatta Dibatalkan | Equityworld Futures