0 0
Read Time:3 Minute, 19 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Asia Terbelah: Won – Ringgit Bersinar, Rupiah – Yen Ambruk yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

// .

Walaupun Presiden The Fed New York John Williams pada Selasa juga mengatakan dirinya masih memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga lagi pada tahun ini,, tidak melihat kebutuhan kenaikan tambahan pada 2027. masih menjadi prioritas..

Rupiah terkoreksi 0,06% ke posisi Rp17.895/US$ pada pagi ini. .

Dolar Singapura sekaligus peso Filipina juga sama-sama melemah tipis 0,06%. ..

Indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah tipis 0,04% ke posisi 102,139. .

Secara tahunan, inflasi diperkirakan meningkat menjadi 3,6% dari sebelumnya 3,4%..

Hal itu dapat meningkatkan perkiraan pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober, ditambah lagi dengan mendorong dolar AS,” ujar Carol Kong, ahli strategi mata uang Commonwealth Bank of Australia, dikutip dari Reuters…

Dolar AS masih menjadi faktor utama yang membuat dinamika pergerakan mata uang di Asia pada pagi ini.

Koreksi tersebut melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa, ketika DXY turun sekitar 0,35%.

Penyebab utamanya adalah permintaan konsumen yang kuat sekaligus biaya yang meningkat,. Akibatnya, “Risikonya adalah inflasi inti secara mengejutkan lebih tinggi terjadi….

Won Korea Selatan menjadi mata uang di Asia dengan penguatan paling tajam pagi ini.

Gubernur The Fed Christopher Waller turut mengatakan ekspektasi inflasi masih cukup terkendali..

Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 77% The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27-28 Oktober.

Sementara itu, mata uang Garuda juga masuk dalam daftar mata uang Asia yang melemah.

Jakarta, Equityworld Futures – Pergerakan mata uang Asia pagi ini belum bergerak dalam satu arah dalam melawan dolar Amerika Serikat (AS). .

Pada saat yang sama, investor mulai menilai kembali seberapa agresif The Federal Reserve/The Fed perlu menaikkan suku bunga ke depan..

Dolar Taiwan menguat 0,05%. Selain itu, yuan China menguat tipis 0,03%. ..

Penyebab utamanya adalah pasar belakangan justru semakin memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada akhir bulan., sehingga berdampak pada Angka tersebut akan menjadi penting terjadi…

Angka tersebut meningkat dari 51% sebulan sebelumnya..

Inflasi AS pada September diperkirakan naik 0,6% secara bulanan, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,4% pada Agustus.

Fokus utama pasar kini tertuju pada data inflasi konsumen AS yang akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan The Fed..

Penurunan harga minyak menjadi salah satu faktor yang mengurangi dorongan bagi greenback.

Pada perdagangan Rabu (14/10/2026), melansir dari Refinitiv per pukul 09.20 WIB, dari 10 mata uang Asia, lima diantaranya berhasil menguat, ditambah lagi dengan sisanya masih harus mengalami tekanan dari greenback. ..

Dolar mulai kehilangan sebagian tenaganya setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam 18 bulan..

Di sisi lain, baht Thailand menjadi mata uang di Asia dengan tekanan yang paling besar setelah mengalami depresiasi 0,09%. .

Yen Jepang pun ikut terkoreksi sebesar 0,08%.

Dong Vietnam ikut menyusul dengan apresiasi 0,12%, sementara ringgit Malaysia juga tampil ciamik dengan penguatan 0,09%.

Won menguat 0,31% terhadap dolar AS atau terapresiasi ke level KRW 1.337,2/US$. .

Ekspektasi kenaikan bunga bulan ini mulai berkurang setelah sejumlah pejabat The Fed meminta lebih banyak bukti sebelum memutuskan pengetatan tambahan..

Perkembangan terkait Asia Terbelah: Won – Ringgit Bersinar, Rupiah – Yen Ambruk akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By