0 0
Read Time:3 Minute, 31 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Asia Kebakaran Hebat: Rupiah, Won – Ringgit Jatuh yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Kenaikan harga energi membuat kekhawatiran inflasi kembali meningkat.

Dolar AS mulai sedikit mengendur pada perdagangan Asia pagi ini.

“Fokus sebenarnya pekan ini adalah data CPI,. Tak hanya itu, angkanya kemungkinan masih cukup panas,” ujar Marc Chandler, kepala strategi pasar Bannockburn Global Forex, dikutip dari Reuters. turut berperan penting..

Meski demikian, ruang penguatan dolar dinilai mulai terbatas..

Menurut Kruger, data ekonomi AS yang mulai mendingin, tekanan inflasi yang mulai mereda, serta ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang sebagian besar sudah diperhitungkan pasar dapat membatasi kenaikan dolar lebih lanjut..

Pada perdagangan sebelumnya, DXY melonjak 0,37% ke level 102,58, sekaligus berada di sekitar posisi tertinggi sejak April 2025..

Peso Filipina turun 0,13%, sementara yuan China. Selain itu, ringgit Malaysia sama-sama melemah 0,05%…

Data tersebut menjadi salah satu laporan ekonomi penting terakhir sebelum The Fed menggelar rapat kebijakan pada akhir Oktober..

Kelompok Houthi yang didukung Iran meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi, sementara dua kapal tanker juga diserang pada akhir pekan.

Sementara tiga mata uang menguat. Selain itu, satu lainnya stagnan…

Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang 78% The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini.

Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack bahkan mengatakan bank sentral AS perlu bergerak “relatif cepat” menuju kebijakan yang lebih ketat untuk menekan inflasi yang dinilainya semakin meluas..

Baht Thailand menguat 0,06%. Selain itu, dolar Singapura naik tipis 0,01%…

Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam pagi ini setelah melemah 0,40%.

Jakarta, Equityworld Futures – Tekanan kembali melandaΒ pasar mata uang di Asia pada perdagangan Selasa (13/10/2026).

Harga Brent kini bahkan sekitar 45% lebih tinggi dibandingkan sebelum perang AS-Israel dengan Iran dimulai..

Penguatan dolar pada Senin terutama ditopang permintaan terhadap aset aman setelah konflik di Timur Tengah kembali memanas..

Indeks dolar AS atau DXY terpantau turun 0,14% ke posisi 102,441..

Merujuk data Refinitiv per pukul 09.17 WIB, dari 10 mata uang Asia yang dipantau, sebanyak enam mata uang melemah terhadap dolar AS.

// .

Kondisi ini ikut menjaga ekspektasi bahwa The Federal Reserve/The Fed masih perlu mempertahankan kebijakan moneter ketat..

Mata uang Garuda melemah 0,22% ke posisi Rp17.935/US$..

Kondisi tersebut kembali mendorong kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi..

Harga minyak Brent melonjak 2,3% menjadi US$107,17 per barel, mendekati level tertinggi dalam dua pekan.

Di sisi lain, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam setelah naik 0,20%.

Won Korea Selatan menyusul dengan koreksi 0,35%..

Namun, koreksi tersebut belum banyak mengubah posisi greenback.

Angka tersebut naik dari 51% sebulan sebelumnya..

Posisi beli terhadap dolar juga meningkat cukup tajam.

Perhatian pelaku pasar kini mengarah ke laporan inflasi konsumen AS yang akan dirilis Rabu waktu setempat..

“Kami belum yakin bahwa gelombang penghindaran risiko terbaru ini akan berubah menjadi penguatan dolar yang berkelanjutan,” ujar Joel Kruger, ahli strategi pasar LMAX Group, dikutip dari Reuters..

Meski dolar Amerika Serikat (AS) terkoreksi pagi ini, posisi greenback masih berada dekat level tertinggi dalam 18 bulan setelah melonjak pada perdagangan sebelumnya..

Hingga pekan yang berakhir 7 Oktober, posisi beli bersih dolar tercatat sekitar US$36 miliar, melonjak dari US$8,4 miliar hanya dalam tiga pekan..

Perkembangan terkait Mata Uang Asia Kebakaran Hebat: Rupiah, Won – Ringgit Jatuh akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By