Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Kacau! Kacau! Dolar AS Menggila, Tertinggi 18 Bulan! Ini 5 Pemicunya yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Kondisi tersebut membuat investor semakin berhati-hati dalam memegang aset Prancis..
Dolar masih menjadi mata uang yang paling banyak digunakan dalam perdagangan. Tak hanya itu, transaksi keuangan internasional turut berperan penting..
Permintaan tersebut berpotensi memberikan dukungan tambahan bagi mata uang AS..
Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi sekaligus keuangan sejumlah negara Eropa, khususnya Prancis…
Peringatan tersebut menggambarkan kekhawatiran bahwa skala persoalan utang Prancis bisa membuat upaya penyelamatan oleh Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) menjadi sangat mahal. Selain itu, sulit dilakukan…
Penyebab utamanya adalah kekhawatiran terhadap utang pemerintah AS, kondisi tersebut justru bisa menimbulkan tekanan di pasar keuangan., sehingga berdampak pada Apabila yield terus meningkat terjadi…
Setelah mengalami pasang surut sepanjang tahun ini, mata uang Negeri Paman Sam kini berhasil mencapai level tertinggi dalam 18 bulan terakhir..
Contohnya, dikutip CNBC International. dapat dilihat pada “Prancis mungkin telah melewati batas dari too big to fail menjadi too big to save,” tulis Krugman melalui Substack pada Kamis (8/10/2026),..
Namun, kenaikan yield juga memiliki sisi lain.
Padahal, bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) masih berusaha membawa inflasi kembali menuju target 2%..
Situasi Timur Tengah kembali memanas setelah kelompok Houthi dari Yaman meningkatkan serangan rudal. Selain itu, drone terhadap Arab Saudi…
Bahkan, di sepanjang 2026 (year-to-date/ytd), DXY berhasil menguat hingga lebih dari 4%..
Nilai posisi beli bersih atau net long dolar meningkat menjadi sekitar US$36 miliar pada pekan yang berakhir 7 Oktober 2026..
Pasar aset berdenominasi dolar, terutama obligasi pemerintah AS, juga memiliki likuiditas yang sangat besar..
Prancis se, ditambah lagi dengan g menghadapi persoalan defisit anggaran yang besar, tingginya utang pemerintah, serta ketidakpastian politik menjelang pemilihan presiden pada 2027…
Di tengah ketidakpastian tersebut, dolar AS justru semakin diminati investor.
Penguatan dolar juga terlihat dari perubahan posisi investor di pasar keuangan..
Serangan tersebut menyasar sejumlah fasilitas penting, termasuk bandara sekaligus infrastruktur energi..
Di luar faktor AS, ada satu perkembangan yang tidak kalah penting dalam menjelaskan kenaikan DXY, yakni melemahnya mata uang euro..
Sejatinya, pada September 2026, The Fed telah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00%..
Pada akhirnya, kenaikan biaya tersebut dapat membuat harga barang. Di samping itu, jasa semakin mahal. juga perlu diperhatikan..
Ketika terlalu banyak investor sudah mengambil posisi yang sama, dolar justru bisa mengalami koreksi cukup tajam apabila muncul perkembangan yang tidak sesuai perkiraan..
Penguatan tersebut terlihat dari pergerakan indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia..
Oleh sebab itu, Dalam beberapa pekan terakhir, pasar obligasi global mengalami tekanan terjadi.. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah kekhawatiran terhadap inflasi, ditambah lagi dengan besarnya kebutuhan pembiayaan pemerintah.,..
Pada perdagangan Senin (12/10/2026), DXY berhasil ditutup menguat 0,37% ke posisi 102,58.
Ia memperingatkan bahwa Prancis berada di jalur fiskal yang tidak berkelanjutan. Tak hanya itu, berisiko menghadapi krisis utang yang sulit ditangani. turut berperan penting..
Padahal, sekitar tiga pekan sebelumnya, nilainya baru mencapai US$8,4 miliar..
Situasi ini membuat euro kehilangan sebagian daya tariknya dibandingkan dolar AS.
Selain suku bunga The Fed, penguatan dolar juga didukung oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury..
Kini posisi euro terhadap dolar AS berada di level USKini posisi euro terhadap dolar AS berada di level US$1,1156 per dolar AS,1156 per dolar AS. Selain itu, mendekati level terendahnya dalam 17 bulan terakhir atau sejak Mei 2025. ..
Harga energi yang tinggi membuat inflasi sulit turun.
Apa sebenarnya yang membuat dolar kembali begitu kuat?.
Jika persoalan fiskalnya semakin memburuk, investor khawatir tekanan tersebut dapat menyebar ke negara Eropa lainnya, termasuk Italia yang juga memiliki beban utang besar..
// .
sederhananya, ketika obligasi pemerintah AS menawarkan imbal hasil lebih tinggi, aset tersebut dapat menjadi semakin menarik bagi investor global..
Masalahnya, Prancis merupakan salah satu perekonomian terbesar di antara negara-negara Eropa..
Data posisi spekulatif di pasar AS menunjukkan bahwa investor semakin banyak memasang taruhan terhadap kenaikan dolar..
Jakarta, Equityworld Futures – Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan kekuatannya di pasar keuangan global.
Kenaikan harga minyak menjadi persoalan tersendiri bagi perekonomian global, termasuk AS..
Yield US Treasury tenor 10 tahun bahkan sempat menembus 5,3% pada pekan lalu, sebelum kembali bergerak di kisaran 5,2%..
Investor dari negara lain yang ingin membeli obligasi AS juga membutuhkan dolar untuk melakukan transaksi..
Walaupun Karena itu, pergerakan dolar tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi yield obligasi AS,, juga alasan di balik kenaikannya. masih menjadi prioritas..
Ketika situasi global semakin tidak menentu, investor biasanya mulai mengurangi kepemilikan aset berisiko sekaligus mencari tempat yang dianggap lebih aman untuk menyimpan uang…
Kenaikan posisi tersebut terutama terjadi ketika investor mengurangi taruhan terhadap euro..
Perang di Timur Tengah juga memberikan tekanan besar terhadap pasar energi..
// .
Dengan komposisi tersebut, pelemahan euro dapat memberikan dorongan besar terhadap kenaikan DXY, bahkan ketika dolar tidak menguat terhadap seluruh mata uang dunia..
Tekanan terlihat dari meningkatnya yield obligasi pemerintah Prancis.
Sepanjang 2026 hingga awal Oktober, dolar tercatat telah menguat sekitar 5% terhadap euro.
Di saat bersamaan, serangan terhadap kapal tanker juga meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur perdagangan minyak dunia..
Lonjakan ini menunjukkan bahwa semakin banyak pelaku pasar memperkirakan dolar masih memiliki ruang untuk menguat..
// .
Level tersebut berhasil menjadi yang terkuat sejak April 2025..
Kekhawatiran tersebut bahkan mendapat perhatian dari ekonom peraih Hadiah Nobel, Paul Krugman.
Kondisi ini membuat inflasi AS berisiko bertahan tinggi.
Karena itu, ketika ketegangan geopolitik meningkat, permintaan terhadap dolar sering kali ikut bertambah..
Namun, perang Timur Tengah bukan satu-satunya alasan di balik penguatan mata uang AS belakangan ini..
Sementara itu, yen Jepang memiliki bobot 13,6% sekaligus pound sterling Inggris sebesar 11,9%…
// .
Sebab, minyak merupakan salah satu kebutuhan utama dalam kegiatan ekonomi, mulai dari transportasi, industri, hingga produksi berbagai barang..
Misalnya, jika inflasi AS ternyata lebih rendah dari ekspektasi, harga minyak turun, atau ketegangan Timur Tengah mulai mereda..
Hal ini penting terjadi karena euro merupakan mata uang dengan bobot terbesar dalam perhitungan indeks dolar AS..
Investor yang sebelumnya membeli dolar dapat mulai mengambil keuntungan sehingga berdampak pada mendorong pelemahan mata uang tersebut…
Salah satu pendorong penguatan dolar adalah meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama perang AS-Israel dengan Iran yang kini semakin meluas..
Tekanan tersebut membuat harga obligasi turun. Selain itu, imbal hasil atau yield meningkat…
Harga minyak mentah Brent kembali menembus US0 per barel, ditambah lagi dengan bahkan sempat mencapai sekitar US7 per barel pada perdagangan Senin (12/10/2026)…
Kondisi ini terjadi ketika perekonomian dunia se. Di samping itu, g menghadapi berbagai tekanan, mulai dari perang Timur Tengah, harga minyak yang mahal, hingga meningkatnya kekhawatiran terhadap utang sejumlah negara juga perlu diperhatikan..
Inilah salah satu alasan mengapa kenaikan harga minyak justru dapat menjadi pendorong penguatan dolar melalui ekspektasi kebijakan The Fed..
Ketika minyak semakin mahal, biaya produksi. Di samping itu, distribusi juga berpotensi meningkat juga perlu diperhatikan..
Dengan bobot euro yang mencapai lebih dari separuh DXY, pelemahan mata uang Eropa menjadi salah satu pendorong kenaikan indeks dolar dalam beberapa waktu terakhir..
Selisih yield obligasi Prancis dengan Jerman juga melebar, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap risiko keuangan Prancis..
Namun, menaikkan suku bunga terlalu agresif juga berisiko memperberat kondisi ekonomi yang se, ditambah lagi dengan g menghadapi tekanan…
Penyebab utamanya adalah berpotensi menawarkan imbal hasil lebih besar., sehingga berdampak pada Suku bunga AS yang tinggi membuat aset berdenominasi dolar tetap menarik terjadi…
Kekhawatiran terhadap inflasi yang belum mereda membuat pasar memperkirakan suku bunga AS masih akan bertahan tinggi dalam waktu lebih lama..
Bahkan, peluang kenaikan suku bunga berikutnya masih terbuka apabila inflasi kembali meningkat.
// .
Perkembangan terkait Kacau! Kacau! Dolar AS Menggila, Tertinggi 18 Bulan! Ini 5 Pemicunya akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | ASDP Sterilisasi Pelabuhan Merak-Bakauheni Bertahap
- 9 Emiten dengan Konsentrasi Kepemilikan Tinggi di BEI | Equityworld Futures