0 0
Read Time:3 Minute, 45 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Asia: Won-Ringgit Perkasa, Rupiah Malah Loyo Pagi Ini yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Indeks dolar AS atau DXY terpantau turun 0,07% ke posisi 102,145..

Jakarta, Equityworld Futures – Pergerakan mata uang AsiaΒ bergerak tak senada pada perdagangan awal pekan ini, Senin (12/10/2026).

Data tersebut menjadi salah satu laporan ekonomi penting terakhir sebelum The Fed menggelar rapat kebijakan pada akhir Oktober..

Ringgit Malaysia menyusul dengan penguatan 0,10%, disusul dolar Singapura yang naik 0,09%.

Indeks harga konsumen atau IHK AS untuk September akan dirilis pada Rabu.

Angka tersebut meningkat dari 51% sebulan sebelumnya..

Oleh sebab itu, pejabat The Fed bisa memilih nada yang lebih menenangkan menjelang rapat Oktober, terutama jika inflasi menunjukkan tanda-tanda mereda. menjadi konsekuensi dari Gejolak besar di pasar obligasi dalam beberapa pekan terakhir telah membuat kondisi keuangan global semakin ketat,..

Selain geopolitik, perhatian pasar pekan ini akan tertuju pada data inflasi AS..

Kelompok Houthi yang didukung Iran meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi, sementara dua kapal tanker juga dilaporkan diserang pada akhir pekan..

Meski begitu, harga minyak justru terkoreksi pada perdagangan Asia.

Namun, koreksi tersebut belum banyak mengubah posisi greenback.

Dolar AS pun berpotensi mengambil napas apabila inflasi yang dirilis pekan ini lebih rendah dari perkiraan..

Sementara tiga mata uang melemah sekaligus satu lainnya stagnan…

Rupiah juga belum mampu mengikuti penguatan mayoritas mata uang Asia.

The Fed sebelumnya telah menaikkan suku bunga pada September untuk pertama kalinya sejak 2023.

Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang 81% The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini.

Di sisi lain, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam setelah melemah 0,11%..

// .

Bank tersebut juga menilai belum akan ada terobosan besar dalam upaya perdamaian AS-Iran pada pekan ini, meski Iran telah mengonfirmasi menerima proposal perdamaian AS melalui perantara..

Brent turun sekitar 1% ke US3,55 per barel, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata energi antara Rusia. Di samping itu, Ukraina pada Minggu. juga perlu diperhatikan..

Sejumlah mata uang mampu menguat ketika dolar Amerika Serikat (AS) terkoreksi tipis, meskipun posisi greenback masih berada di dekat level tertingginya dalam 18 bulan..

Merujuk data Refinitiv per pukul 09.26 WIB, dari 10 mata uang Asia yang dipantau, sebanyak enam mata uang menguat terhadap dolar AS.

Kini pasar menunggu apakah tekanan inflasi masih cukup kuat untuk mendorong bank sentral AS kembali menaikkan bunga..

Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam pagi ini.

Mata uang Garuda melemah 0,06% ke posisi Rp17.885/US$..

Kekuatan dolar masih ditopang oleh ketegangan di Timur Tengah, ditambah lagi dengan kekhawatiran terhadap arah harga energi..

DXY masih berada dekat level tertinggi dalam 18 bulan,. Akibatnya, tekanan dolar AS terhadap mata uang global belum sepenuhnya reda…

Yuan China turun tipis 0,01%, se sekaligus gkan peso Filipina bergerak stagnan…

Won melesat 0,41% ke posisi KRW1.334,9/US$..

Konflik yang semakin panas membuat investor tetap berhati-hati. Di samping itu, menjaga permintaan terhadap dolar sebagai aset aman. juga perlu diperhatikan..

Yen Jepang. Tak hanya itu, dong Vietnam masing-masing menguat 0,08% dan 0,07%, sementara baht Thailand naik tipis 0,03%. turut berperan penting..

Barclays menilai reli dolar dalam jangka pendek mulai berpeluang tertahan.

Artinya, pasar mulai melihat peluang The Fed mengambil jeda setelah kenaikan suku bunga bulan lalu..

“Kami memperkirakan Houthi akan terus menyerang aset energi Arab Saudi, yang dapat menopang kenaikan harga minyak. Selain itu, dolar AS,” tulis analis Commonwealth Bank of Australia, dikutip dari Reuters…

Dolar AS sebenarnya sedikit kehilangan tenaga pada perdagangan Asia pagi ini.

Perkembangan terkait Mata Uang Asia: Won-Ringgit Perkasa, Rupiah Malah Loyo Pagi Ini akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By