Equity World Futures Surabaya – Harga emas murni (spot gold – XAU/USD) membuka sesi perdagangan di Asia pada Senin (12/10) dengan fokus para investor tertuju pada keberlanjutan pemulihan harganya. Setelah sempat menguat tajam akhir pekan lalu, pergerakan logam mulia ini kini dibayangi oleh ketegangan geopolitik, lonjakan harga minyak mentah, serta ketidakpastian kebijakan suku bunga AS.
Sinyal Pemulihan Emas di Tengah Tekanan Yield Obligasi
Pada Jumat (9/10), harga emas sempat melonjak sekitar 1,5% dan menyentuh level tertinggi satu minggu di angka $4.194,36 per troy ounce. Penguatan ini terjadi setelah emas bangkit dari level terendah dalam dua bulan terakhir.
Faktor utama yang mendorong rebound ini meliputi:
-
Bargain Hunting: Aksi borong investor saat harga emas dianggap sudah cukup murah.
-
Pelemahan Dolar AS: Membuat harga emas menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.
Meski demikian, penguatan emas masih tertahan oleh tingginya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) yang mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa bunga.
Ancaman Pasokan Minyak dan Risiko Inflasi Global
Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian utama pasar pada awal pekan. Serangan terhadap infrastruktur energi dan jalur pelayaran vital memicu kekhawatiran serius terhadap keamanan pasokan minyak dunia.
-
Harga Minyak Melonjak: Minyak mentah jenis Brent kembali menembus ke atas $105 per barel akibat meningkatnya risiko gangguan pengiriman di wilayah Teluk dan Selat Hormuz.
-
Efek Ganda bagi Emas:
-
Sentimen Positif: Ketidakpastian geopolitik mendorong investor berburu emas sebagai aset aman (safe-haven).
-
Sentimen Negatif: Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran bahwa inflasi global akan bertahan lebih lama, yang berpotensi memicu pengetatan moneter lebih lanjut.
-
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
